Apr 30, 2016 05:41 Asia/Jakarta

Hari ini, Sabtu tanggal 23 April 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 15 Rajab 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 4 Ordibehesht 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Wafatnya Sayidah Zainab Al-Kubra sa

 

1375 tahun yang lalu, tanggal 15 Rajab tahun 62 Hq, Sayidah Zainab sa, cucu Rasulullah Saw, setelah melalui penderitaan hidup yang amat besar, meninggal dunia.

Sayidah Zainab al-Kubra as lahir pada tahun 6 Hijriah dan dibesarkan dengan ajaran Ilahi oleh orangtuanya, yaitu Imam Ali as dan Fahimah az-Zahra, putri Rasulullah.

 

Pada tahun 61 Hijriah, beliau mendampingi kakaknya, Imam Husein as yang dikejar-kejar oleh pasukan Yazid bin Muawiyah. Sampai akhirnya, rombongan Imam Husain yang terdiri dari 72 orang, termasuk anak-anak dan perempuan, tiba di padang Karbala dan bertempur melawan pasukan Yazid yang berjumlah ribuan orang itu.

 

Setelah Imam Husain gugur syahid, Sayidah Zainab berperan sebagai penyampai pesan perjuangan abadi Imam Husein kepada umat manusia.

 

Perubahan Kiblat Kaum Muslimin

 

1435 tahun yang lalu, tanggal 15 Rajab tahun ke-2 Hq, atas perintah Allah, kiblat umat Islam dipindahkan dari Baitul Maqdis ke Ka'bah di Mekah.

Sebelumnya, kaum Yahudi selalu mencela kaum muslimin karena kiblat mereka juga berada di Baitul Maqdis. Celaan seperti ini menimbulkan kesedihan di hati kaum muslimin, terutama Rasulullah Saw.

 

Allah Swt kemudian memerintahkan umat muslim agar memindahkan kiblat shalat mereka ke Ka'bah dengan menurunkan wahyu surat al-Baqarah ayat ke-144.

 

Muawiyah bin Abi Sufyan Meninggal Dunia

 

1377 tahun yang lalu, tanggal 15 Rajab tahun 60 Hq, Muawiyah bin Abu Sufyan, pendiri dinasti Bani Umayah meninggal dunia.

Muawiyah bin Abu Sufyan dilahirkan 15 tahun sebelum Hijriah dan masuk Islam pada saat penaklukan kota Mekah di tahun 8 Hijriah. Pada masa kekhalifahan Umar bin Khatab, ia meraih poisi sebagai Gubernur Syam. Untuk memperluas kekuasaannya, ia melancarkan perang terhadap khalifah ke-4, Imam Ali as. Perang tersebut dinamakan perang Shiffin.

 

Setelah syahidnya Imam Ali, dengan berbagai taktik licik, ia memporak-porandakan barisan pendukung Imam Hasan, penerus Imam Ali, sehingga Imam Hasan terpaksa mengikat perjanjian damai dengan Muawiyah. Sejak saat itu hingga 19 tahun kemudian, Muawiyah menjadi khalifah umat Islam yang sangat despotik. Pengikut dan keluarga Ahlul Bait Rasuluh dikejar-kejar dan dibunuh.

 

Sepeninggal Muawiyah, kekuasaan dipegang oleh putranya Yazid yang memerintah kaum muslimin dengan lebih kejam lagi.

Max Planck Lahir

 

158 tahun yang lalu, tanggal 23 April tahun 1858, Max Planck, seorang fisikawan terkenal penemu teori kuantum, terlahir ke dunia di Kiel, Jerman.

Planck belajar diUniversitas Munich dan Berlin, dan pada tahun 1879, ia menerima gelar doktor di bidang filsafat. Ia kemudian mengajar di berbagai universitas dan melakukan berbagai penelitian di bidang fisika.

 

Penelitian Planck yang paling terkenal adalah dalam proses radiasi dan ia menemukan adanya electromagnetik di alam. Dari studi ini, Planck terarah kepada problem distribusi energi dalam spektrum yang penuh radiasi. Planck kemudian berhasil menemukan bahwa energi suatu paket radiasi sebanding dengan frekuensi radiasi yang dihubungkan oleh angka konstant, yang diberi nama sebagai konstanta Planck.

 

Teorinya yang paling terkenal adalah Teori Kuantum, yang menyatakan bahwa cahaya dan bentuk radiasi electromagnet lainnya dipancarkan dan diserap dalam bentuk energi yang disebut kuantum. Planck meninggal dunia tahun 1947.

Peresmian Berdirinya Radio Iran

76 tahun yang lalu, tanggal 4 Ordibehesht 1319 Hs, lembaga radio dibentuk dan untuk pertama kalinya dipancarkan siaran radio Tehran yang melaporkan kegiatan di dalam negeri.

Di awal pendirian radio, lembaga radio berada di bawah pengawasan kementerian kebudayaan. Masa tayang pada mulanya hanya lima jam sehari dari satu antena pemancar. Lima tahun pasca peresmian Radio Teheran, perlahan-lahan sebagian kota di Iran juga mulai mengudara secara terbatas dengan antena lokal, sehingga secara bertahap kekuatan pemancar ditingkatkan dan masa tayang bertambah dari sebelumnya.

Di akhir-akhir tahun 1319 Hs, lembaga radio Iran berubah nama menjadi Kantor Publikasi dan Iklan dan pada tahun 1330 berubah lagi menjadi Lembaga Publikasi dan Radio yang berwenang menyiapkan informasi, film dan menginformasikan berita terbaru tentang Iran dan dunia.

Saat ini, jaringan radio Iran telah merata ke seluruh negeri dengan didirikannya jaringan radio lokal dan memiliki banyak program unggulan.