Apr 30, 2016 05:44 Asia/Jakarta

Hari ini, Ahad tanggal 24 April 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 16 Rajab 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 5 Ordibehesht 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Ibnu Khairun Meninggal Dunia

 

898 tahun yang lalu, tanggal 16 Rajab tahun 539 Hijriah, Abu Mansur Muhammad bin Abdul Malik, yang terkenal dengan nama Ibnu Khairun, seorang ahli hadis dan ustad ilmu qiraat atau pembacaan al-Quran, meninggal dunia di kota Baghdad.

 

Ibnu Khairun meninggalkan karya dalam ilmu pembacaan al-Quran bernama "al-Miftah" dan "al-Maudhu'".

Perjalanan Marcopolo Ke Asia Dimulai

746 tahun yang lalu, tanggal 24 April tahun 1271, perjalanan bersejarah Marcopolo, petualang asal Venesia, ke Asia, dimulai.

Marcopolo beserta ayahnya dan pamannya, diutus oleh Paus Gregory X untuk melakukan perjalanan ke Cina. Paus juga mengutus dua biarawan untuk ikut serta dalam ekspedisi Marcopolo itu, namun dalam perjalanan, kedua biarawan itu mengundurkan diri.

 

Pada awal tahun 1272, mereka melewati Turki dan Tabriz (Iran utara), dan kemudian melewati padang pasir untuk mencapai Hormuz di Teluk Persia. Mereka kemudian melewati Khorasan dan tinggal setahun di Badakhshan, Afganistan. Selama periode ini, Marcopolo mengunjungi bagian lainnya di Afghanistan, Pakistan, dan kemungkinan Kashmir. Setelah meninggalkan Badakhshan, keluarga Polo melanjutkan perjalanan ke Cina.

 

Pada tahun 1274, Marcopolo tiba di kerajaan Mongol dan menyerahkan minyak suci dari Yerusalem serta surat dari Paus kepada Kubilai Khan. Perjalanan Marcopolo ke Cina secara keseluruhan memakan waktu dua puluh tahun.

 

Pemberontakan Easter Irlandia Dimulai

 

100 tahun yang lalu, tanggal 24 April tahun 1916, kelompok nasionalis Irlandia memulai pemberontakan bersenjata mereka melawan kekuasaan Inggris di Irlandia.

Krisis di Irlandia dimulai ketika Inggris menunda dilaksanakannya UU untuk memberikan hak otonomi kepada Irlandia. Para pejuang kemerdekaan Irlandia, seperti organisasi buruh, kelompok sosialis, dan kelompok pejuang kemerdekaan Sinn Fein, kemudian membentuk tentara rakyat.

 

Pemberontakan yang diberi nama The Easter Rebellion itu dimulai pada petang hari tanggal 24 April 1916 ketika 2000 tentara rakyat merebut kontrol terhadap kantor-kantor penting di Dublin. Tak lama kemudian, para pemimpin pemberontakan itu memproklamasikan kemerdekaan Irlandia. Tentara Inggris melakukan serangan keras untuk menggulingkan pemberontakan itu sehingga akhirnya tanggal 29 April, para pemimpin pemberontakan itu menyerah. Sebagian dari mereka, seperti James Connolly dan Padhraic Pearse dijatuhi hukuman mati oleh pemerintah Inggris.

Frans Soemanto Mendoer Meninggal

45 tahun yang lalu, tanggal 24 April 1971, Frans Soemanto Mendoer, akhirnya menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit Sumber Waras Jakarta.

Meskipun begitu banyak jasanya dia dianggap tidak memenuhi syarat untuk dimakamkan di Kalibata. Frans Mendoer dan Adiknya Alex Mendoer adalah orang yang berjasa untuk Republik Indonesia.

Kedua Mendoer bersaudara ini adalah sosok yang berhasil mendokumentasikan foto Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945. Tanpa mereka Indonesia tak akan memiliki dokumen bersejarah. Dari tangan keluarga Mendoer inilah pusparagam berhasil diabadikan, semisal pejuangan republik pada masa Agresi Militer Belanda II 1949 atau rekaman-rekaman menegangkan ketika Indonesia memperjuangkan Irian Barat pada 1962.

Kegagalan Invasi AS ke Tabas, Iran

36 tahun yang lalu, tanggal 5 Ordibehesht 1359 Hs, invasi militer Amerika ke Iran lewat tabas gagal akibat badai pasir.

Amerika Serikat dengan menggunakan beberapa helikopter dan pesawat terbang, berusaha melakukan invasi ke Iran. Tujuan utama misi pasukan AS tersebut adalah menyelamatkan mata-mata mereka yang disandera di gedung kedutaan AS di Teheran. Setelah tergulingnya rezim Shah Pahlevi dukungan AS, negara ini selalu berusaha menghancurkan Republik Islam Iran yang baru berdiri.

AS menggunakan kedutaannya di Iran sebagai pusat informasi dan kegiatan mata-mata. Para mahasiswa pembela Revolusi Islam kemudian menduduki kedubes dan menyandera para pegawainya. Dalam penyanderaan itu, mereka menemukan berbagai dokumen yang membuktikan bahwa kedutaan AS tersebut memang dijadikan pusat kegiatan mata-mata.

Pemerintah AS dengan berbagai perencanaan militer dan intelijen yang matang, serta menggunakan peralatan militer yang tercanggih, merancang strategi pembebasan sandera itu. Namun, tanpa diduga-duga, menjelang dimulainya operasi militer tersebut, angin topan melanda padang pasir di sekitar kota Tabas yang dijadikan pangkalan pasukan AS. Sejumlah pesawat saling bertabrakan lalu hancur terbakar dan beberapa tentara AS pun tewas. Sisanya segera melarikan diri dari wilayah Iran. Kejadian alam yang sama sekali tidak diprediksi ini merupakan bukti perlindungan Allah Swt terhadap Revolusi Islam Iran.