Lintasan Sejarah 26 April 2016
Hari ini, Selasa tanggal 26 April 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 18 Rajab 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 7 Ordibehesht 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Ibnu Samah Wafat
1011 tahun yang lalu, tanggal 18 Rajab tahun 426 Hq, Ibnu Samah, seorang matematikawan, ahli perbintangan, dan dokter Andalusia, meninggal dunia.
Ibnu Samah dilahirkan pada tahun 370 Hq di Cordoba. Ilmuwan muslim ini banyak melakukan penelitian dan penulisan di bidang matematika dan astronomi dan menulis banyak karya berharga, di antaranya berjudul "Al-Madkhal ilal Handasah", "Al-Muamalat" dan "Kitab az-Ziij".
Hujjatul Islam Asyrafi Lahir
217 tahun yang lalu, tanggal 18 Rajab tahun 1220 Hijriah, Haji Mula Muhammad yang terkenal dengan nama Hujatul Islam Asyrafi, seorang ulama besar Islam terlahir ke dunia di utara Iran.
Untuk meneruskan pendidikannya, Haji Mulla Muhammad pergi ke kota Najaf dan belajar kepada ulama-ulama terkemuka di kota itu. Beliau pun kemudian menjadi seorang ulama besar di bidang hadis, tafsir Quran, dan teologi.
Di antara karya-karya beliau adalah buku berjudul "Asrarus Syahadah". Beliau meninggal tahun 1315 Hijriah.
Sultan Thaha Syaifuddin Wafat
112 tahun yang lalu, tanggal 26 April 1904, Sultan Thaha Syaifuddin wafat.
Sultan Thaha Syaifuddin adalah seorang sultan terakhir dari Kesultanan Jambi. Dilahirkan di Keraton Tanah pilih Jambi pada pertengahan tahun 1816. Ketika kecil ia biasa dipanggil Raden Thaha Ningrat dan bersikap sebagai seorang bangsawan yang rendah hati dan suka bergaul dengan rakyat biasa.
Pada pertempuran di Sungai Aro itu jejak Sultan Thaha tidak diketahui lagi oleh rakyat umum, kecuali oleh pembantunya yang sangat dekat. Sultan Thaha Syaifuddin meninggal pada tanggal 26 April 1904 dan dimakamkan di Muara Tebo, Jambi.
Sayid Ali Kazerun, Filsuf dan Arif Wafat
94 tahun yang lalu, tanggal 18 Rajab 1343 Hq, Sayid Ali Mujtahid Kazeruni Shirazi, filsuf dan arif billah meninggal dunia dalam usia 65 tahun.
Sayid Ali Kazerun merupakan anak dari Haj Sayid Abbas Mujtahid Kazeruni lahir pada 1278 Hq. Beliau pindah ke Shiraz pada 1291 Hq untuk mempelajari ilmu-ilmu agama. Beliau belajar ilmu-ilmu tekstual kepada Syeikh Ahmad Shirazi Najafi yang merupakan murid dari Hakim Abbas Darabi dan Syeikh Muhammad Husein Syanehsaz.
Beliau kemudian pergi ke Najaf al-Asyraf, Irak dan tinggal di sana dari tahun 1304-1315 Hq. Selama di sana, Sayid Ali Kazerun belajar kepada Akhond Mulla Kazhim Khorasani, sehingga mencapai derajat keilmuwan yang tinggi.
Sementara sejak tahun 1319 Hq hingga akhir hayatnya beliau memilih tinggal di Shiraz dan aktif mengajar, khususnya filsafat dan irfan. Banyak ulama besar yang belajar ilmu-ilmu agama kepadanya.
Gestapo Didirikan
83 tahun yang lalu, tanggal 26 April tahun 1933, polisi rahasia pemerintah atau Gestapo didirikan oleh rezim Nazi Jerman.
Pendiri Gestapo adalah Herman Goering, seorang perwira tinggi Jerman yang merupakan orang dekat Hitler. Tujuan didirikannya Gestapo adalah untuk menangkap dan menghukum orang-orang yang dianggap penentang Nazi dan Hitler.
Hujjatul Islam Sayid Bourque Wafat
20 tahun yang lalu, tanggal 7 Ordibehesht 1375 Hs, Hujjatul Islam Sayid Reza Bourque meninggal dunia di usia 69 tahun.
Hujjatul Islam Sayid Reza Bourque lahir di kota Qom pada tahun 1306 Hs dari keluarga yang masih ada keturunan dari Imam Jawad as. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar agamanya, pada 1320 Hs, ia melanjutkan pendidikan agamanya di Madrasah Feizieh, Qom dan berguru kepada Ayatullah Sayid Hossein Boroujerdi dan Imam Khomeini ra. Setelah itu beliau pergi ke Najaf, Irak untuk menuntut ilmu.
Beliau kemudian diterima di kementerian pendidikan. Tujuannya adalah mengarahkan para remaja dan pemuda Iran kepada agama Islam, setelah rezim Pahlevi berusaha memisahkan mereka dari agama. Beliau bekerjasama dengan Doktor Syahid Beheshti dan Mohammad Javad Bahonar menyusun buku-buku pelajaran, terutama agama di tingkat SD dan SMU sesuai dengan metode modern disertai kandungan Islam.
Selain itu, Sayid Bourque bersama sejumlah pemikir yang seide dengannya mendirikan penerbitan Publikasi Budaya Islam yang berusaha mencetak buku-buku keagamaan dengan bahasa yang sederhana agar dapat diakses oleh masyarakat luas pada tahun 1352 HS. Hujjatul Islam Bourque juga mencetak sejumlah buku yang mengajar bagaimana membaca al-Quran dengan metode yang diciptakannya. Buku-buku ini hingga kini telah dicetak mencapai sekitar 5 juta naskah.