Apr 30, 2016 07:12 Asia/Jakarta

Hari ini, Rabu tanggal 27 April 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 19 Rajab 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 8 Ordibehesht 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Perang Tabuk Antara Muslimin dan Romawi

1428 tahun yang lalu, tanggal 19 Rajab 9 Hq, terjadi Perang Tabuk antara umat Islam dengan imperium Romawi.

Perang Tabuk merupakan perang terakhir yang terjadi di masa Rasulullah Saw. Penyebab terjadinya perang Tabuk bermula dari para pedagang Syam yang mengabarkan kepada Rasulullah Saw bahwa Romawi mempersiapkan pasukan untuk menyerang Madinah. Rasulullah langsung memerintahkan umat Islam baik yang tinggal jauh dari Madinah atau di dalam kota untuk bersiap-siap berperang.

 

Sekalipun jarak yang harus ditempuh jauh, udara yang begitu panas dan tepat di masa panen, kebanyakan umat Islam tetap mempersiapkan dirinya untuk berperang. Tapi ada sekelompok orang munafik di Madinah menyampaikan kepada Rasulullah Saw pelbagai alasan agar tidak ikut dalam perang ini. Tidak itu saja, mereka juga berusaha mencegah orang lain untuk ikut perang. Nabi Muhammad Saw tahu hakikat yang sebenarnya. Oleh karenanya, beliau memerintahkan Imam Ali as untuk tetap berada di Madinah dan beliau ikut dalam perang ini.

 

Akhirnya pasukan Muslimin yang berjumlah 30 ribu pada 19 Rajab 9 Hijriah tiba di medan perang, tapi mereka tidak menemukan tanda-tanda keberadaan pasukan Romawi. Dalam peristiwa ini, sekalipun tidak terjadi perang, yang terjadi adalah kehormatan Islam tetap terjaga dan umat Islam terbukti siap berkorban untuk menghadapi pasukan kufur. Perang Tabuk ini juga disebut perang Fadhihah yang berarti terungkap. Karena sebagian orang yang menunjukkan dirinya muslim ternyata mereka adalah orang munafik.

Pemberontakan Melawan Shah Khusrou Parvis

 

1388 tahun yang lalu, tanggal 27 April tahun 628, para panglima Iran melakukan pemberontakan terhadap Khusrou Parvis, raja Iran dari Dinasti Sasania.

Sebelumnya, terjadi peperangan antara bangsa Iran melawan pasukan Raja Heraclius dari Romawi yang berakhir dengan kemenangan Iran. Untuk membalas kekalahan ini, Heraclius melewati selat Dardanela dan tiba di Turki kemudian menguasai semua kawasan di sana.

 

Setelah itu, Heraclius pun menyerang Iran yang berbatasan dengan Turki dan meraih kemenangan. Menghadapi serangan ini, Shah Khusrou Parvis melarikan diri dan di saat itulah para panglima Iran melakukan pemberontakan yang berakhir dengan kematian Khusrou Parvis dan pemerintahannyapun terguling.

Abu Alwalid Sulaiman bin Khalf Maliki

 

963 tahun yang lalu, tanggal 19 Rajab 474 Hijriah, Abu Alwalid Sulaiman bin Khalf Maliki, seorang ahli fiqih Andalusia, meninggal dunia.

Selain menguasai bidang fiqih, Abu Alwalid adalah seorang penghafal dan penafsir Quran, sastrawan, dan penyair. Abu Alwalid pada awalnya mengajar agama dan menyebarkan hadis Nabi Muhammad Saw di Andalusia, kemudian di Mekah dan di Baghdad. Karya-karya yang ditinggalkan oleh Abu Alwalid di antaranya buku berjudul "Tafsir Quran", "An-Nasikh wal Mansukh", dan "Al-Isyarah".

 

Jenderal Abdul Qadir Lakukan Kudeta di Afganistan

 

38 tahun yang lalu, tanggal 27 April 1978, Jenderal Abdul Qadir melakukan kudeta di Afganistan.

Dengan membunuh Presiden Daud Khan, Sang Jenderal mengantarkan Nur Muhammad Taraki, pemimpin Partai Demokratik Rakyat Afganistan, ke tampuk kekuasaan. Tak lama setelah itu kudeta terjadi kembali dan Taraki digulingkan oleh Hafizullah Amin yang lantas menobatkan diri sebagai pemimpin negara itu. Kekacauan demi kekacauan terus melanda Afganistan hingga Amin pun harus lengser lewat kudeta yang dipimpin oleh Babrak Karmal, pemimpin Partai Demokratik rakyat Afganistan yang berhaluan Marxis, atau yang dikenal dengan nama Parcham. Amin tewas dalam kudeta tersebut.

 

Berbekal dukungan Uni Soviet sebagai super power kala itu, Babrak Karmal bertengger di pucuk kekuasaan dari tahun 1979 sampai 1989. Tahun 1989 ia disingkirkan dari kepemimpinan partai dan kekuasaannya pun beralih ke tangan Afganistan 15 Februari 1989, gerilyawan Mujahidin meningkatkan perlawanan bersenjatanya melawan kekuasaan Najibullah. Maret 1992, rezim Najibullah tumbang dan kekuasaan jatuh ke tangah Mujahidin.

Amerika Perintah Saudi Putuskan Hubungan dengan Iran

28 tahun yang lalu, tanggal 8 Ordibehesht 1367 Hs, Arab Saudi memutuskan hubungan diplomatik dengan Republik Islam Iran atas perintah Amerika Serikat.

Pasca pembantaian para jamaah haji Iran oleh rezim Al Saud pada 9 Mordad 1366 dan terjadinya peristiwa Jumat Berdarah Mekah, hubungan Iran dan Arab Saudi berada pada tingkat paling rendah. Jumlah diplomat Iran yang berada di Arab Saudi sangat sedikit, sementara anggota kedutaan besar Saudi di Iran sudah sejak lama meninggalkan Tehran. Akhirnya, hubungan politik kedua negara benar-benar terputus pada 8 Ordibehesht 1367 Hs, bahkan pengiriman jamaah haji ke Mekah dan Madinah terputus untuk beberapa tahun.

Langkah Arab Saudi memutuskan hubungannya dengan Iran dalam rangka menyelaraskan kebijakan rezim ini dengan Amerika dan untuk menyimpangkan opini Muslimin di dunia. Amerika berharap umat Islam sedunia memahami bahwa Iran menolak untuk mengirimkan jamaah hajinya melakukan ibadah di musim haji tahun 1367.