May 01, 2016 06:10 Asia/Jakarta

Hari ini, Ahad tanggal 1 Mei 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 23 Rajab 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 12 Ordibehesht 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Duke Of Wellington Lahir

 

247 tahun yang lalu, tanggal 1 Mei tahun 1769, Arthur Wellesley yang bergelar Duke of Wellington, Perdana Menteri Inggris tahun 1828, terlahir ke dunia. Arthur Wellesley menempuh pendidikan di Eton College Inggris dan akademi militer Perancis. Ia kemudian bergabung dengan angkatan bersenjata Inggris dan terlibat dalam berbagai pertempuran.

 

Wellesley menjadi terkenal atas kemenangannya dalam pertempuran melawan Napoleon di Perang Waterloo tahun 1815. Setelah kemenangan atas Napoleon itu, Jenderal Wellesley pun tinggal di Perancis selama tiga tahun sebagai pemimpin tentara pendudukan koalisi. Tahun 1818, Jenderal Wllesley kembali ke Inggris dan diangkat menjadi menteri. Pada tahun 1827, ia diangkat sebagai Panglima Angkatan bersenjata Inggris. Atas desakan dari Raja George IV, pada tahun 1828 ia dipilih sebagai Perdana Menteri. Namun dua tahun kemudian ia mengundurkan diri karena banyak mendapat penentangan.

Ayatullah Kouhkarameh-i Meninggal Dunia

 

138 tahun yang lalu, tanggal 23 Rajab 1299 Hq, Ayatullah Sayid Husain Kouhkamareh-i, seorang ulama dan ahli fiqih terkemuka Iran meninggal dunia dan dikebumikan di kota Najaf al-Asyraf, Irak.

Ayatullah Sayid Husain Kouhkamareh-i merupakan ulama besar Syiah dan nasabnya sampai kepada Imam Husein as. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar agamanya, beliau kemudian pergi ke kota Najaf al-Asyraf untuk melanjutkan pendidikannya. Selama bertahun-tahun beliau menimba ilmu dari Syeikh Kasyif al-Ghitha, Syeikh Muhammad Hasan, penulis ensiklopedia fiqih Jawahir al-Kalam dan Syeikh Anshari.

Ayatullah Kouhkamareh-i sangat menguasai bidang fiqih dan ushul fiqih dan pasca meninggalnya Syeikh Anshari, beliau menjadi pemimpin Hauzah Ilmiah Irak dan banyak pengikut Syiah di pelbagai belahan dunia yang bertaklid kepadanya.

Beliau mendidik lebih dari 800 orang ulama yang kemudian hari menjadi ulama besar, seperti Ayatullah Mirza Musa Tabrizi dan Syeikh Hasan Mameqani. Selain mendidik ulama, beliau juga banyak menulis buku seperti Risalah di Bidang Ibadah, Furu ad-Din dan Ahkam Halal wa Haram.besar pernah menimba ilmu kepada Ayatullah Kuhkamarei. Beliau juga meninggalkan banyak karya penulisan di bidang ibadah dan Furu ad-Din.

Peringatan Hari Buruh Sedunia

 

130 tahun yang lalu, tanggal 1 Mei tahun 1886, sekitar 400.000 buruh di AS mengadakan demonstrasi besar-besaran untuk menuntut pengurangan jam kerja mereka. Polisi Amerika kemudian menembaki para demonstran tersebut sehingga ratusan orang tewas dan para pemimpinnnya dihukum mati. Sebelum peristiwa 1 Mei itu, di berbagai negara, juga terjadi pemogokan-pemogokan buruh untuk menuntut perlakukan yang lebih adil dari para pemilik modal.

 

Pada bulan Juli 1889, Kongres Sosialis Dunia yang diselenggarakan di Paris menetapkan peristiwa di AS tanggal 1 Mei itu sebagai hari buruh sedunia dan mengeluarkan resolusi bahwa "Sebuah aksi internasional besar harus diorganisir pada satu hari tertentu dimana semua negara dan kota-kota pada waktu yang bersamaan, pada satu hari yang disepakati bersama, semua buruh menuntut agar pemerintah secara legal mengurangi jam kerja menjadi 8 jam per hari, dan melaksanakan semua hasil Kongres Buruh Internasional Perancis."

 

Resolusi ini mendapat sambutan yang hangat dari berbagai negara dan sejak tahun 1890, tanggal 1 Mei, yang diistilahkan dengan May Day, diperingati oleh kaum buruh di berbagai negara, meskipun mendapat tekanan keras dari pemerintah mereka. Indonesia pada tahun 1920 juga mulai memperingati hari Buruh tanggal 1 Mei ini, namun sejak Orde Baru berkuasa, peringatan seperti itu dilarang pemerintah.

Murtadha Muthahhari Gugur Syahid

37 tahun yang lalu, tanggal 12 Ordibehesht 1358 Hs (2 Mei 1979), Ayatullah Murtadha Muthahhari, seorang cendekiawan besar muslim, gugur syahid akibat serangan kelompok teroris Furqan.

Ayatullah Muthahhari lahir pada tahun 1299 Hijriah Syamsiah (1921 Masehi) di kota Fariman, timur laut Iran dalam sebuah keluarga yang relijius. Pada usia 12 tahun beliau masuk ke hauzah ilmiah Mashad dan beberapa tahun kemudian melanjutkan pendidikannya ke hauzah ilmiah di kota Qom. Di sana beliau menuntut ilmu dari berbagai ulama terkemuka, di antaranya Ayatullah Boroujerdi, Ayatulah Khomeini, dan Allamah Thabathabai.

Selama menuntut ilmu di hauzah ilmiah Qom, Muthahhari bersama ulama-ulama pejuang lainnya aktif dalam gerakan perlawanan terhadap rezim despotik Shah Pahlevi. Revolusi Islam Iran yang dipimpin oleh para ulama itu akhirnya meraih kemenangan di bulan Februari tahun 1979, namun tiga bulan kemudian, Ayatullah Muthahhari gugur syahid.

Karena aktifitasnya dalam mengajar ilmu-ilmu agama baik di hauzah ilmiah maupun universitas Iran membuat pemerintah mencanangkan hari syahadahnya sebagai Hari Guru.