Lintasan Sejarah 4 Mei 2016
Hari ini, Rabu tanggal 4 Mei 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 26 Rajab 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 15 Ordibehesht 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Wafatnya Abu Thalib
1440 tahun yang lalu, tanggal 26 Rajab tahun ke-3 Sebelum Hijrah, Abu Thalib, paman Rasulullah Saw dan ayah Imam Ali as, meninggal dunia.
Pada saat itu, Abu Thalib dan kaum Muslimin lainnya terkepung di tengah Lembah Abu Thalib akibat pemboikotan kaum Musyrikin. Setelah meninggalnya Abdul Muthalib, kakek Nabi Muhammad Saw, beliau mulai diasuh oleh pamannya Abu Thalib. Saat itu, usia Muhammad baru delapan tahun.
Setelah diangkatnya Muhammad sebagai Rasul Allah, Abu Thalib masuk Islam dan menjadi pelindung terbesar Nabi Muhammad di hadapan kaum Musyrikin. Sebelum wafatnya, Abu Thalib memberi wasiat kepada keluarga dan temannya agar membela Islam dan Rasulullah.
Pada tahun yang sama, istri Rasullah, Khadijah, yang merupakan perempuan pertama yang memeluk Islam, juga meninggal dunia. Karena kesedihan Rasulullah yang amat mendalam, tahun tersebut dinamakan sebagai "Tahun Kesedihan".
Ibnu Khalikan, Sejarawan Muslim Wafat
756 tahun yang lalu, tanggal 26 Rajab 681 Hq, Ibnu Khalikan, sejarawan muslim meninggal dunia dalam usia 73 tahun di Damaskus dan dimakamkan di sana.
Abu al-Abbas Syams ad-Din bin Ibrahim bin Abi Bakar bin Khalikan yang lebih dikenal dengan sebutan Ibnu Khalikan lahir di pinggiran kota Mosul, Irak dari keluarga ulama. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar agama di kota kelahirannya, beliau pergi ke Syam dan Mesir dan memulai aktifitas belajar, mengajar dan menulis.
Ibnu Khalikan selama bertahun-tahun menjabat Qadhi al-Qudhat Mesir dan Damaskus dan di waktu senggangnya menyusun bait-bait syair. Sebagai Hakim, beliau dikenal sebagai ahli fiqih hebat dan adil. Namun tidak boleh dilupakan bahwa beliau juga menguasai dengan baik sejarah dan sastra Arab. Kebanyakan penulis muslim memuji akhlak Ibnu Khalikan.
Beliau menulis buku Rijal terkenal Wafayat al-A’yan wa Abna az-Zaman yang pertama kali dicetak di Kairo pada 654 Hq dan ditulisnya selama 18 tahun. Buku ini juga dikenal dengan sebutan Tarikh Ibnu Khalikan yang menuliskan biografi 860 ulama Islam dalam pelbagai disiplin ilmu.
Costa Rica Ditemukan
514 tahun yang lalu, tanggal 4 Mei tahun 1502, Christopher Columbus dalam perjalanan ekspedisinya yang keempat, menemukan kawasan Costa Rica dan selama tiga abad kemudian, kawasan ini dijajah oleh Spanyol.
Pada tahun 1821, seiring dengan kemerdekaan Amerika Tengah dari penjajahan Spanyol, Costa Rica pun menjadi negara merdeka yang bergabung dengan Meksiko. Dua tahun kemudian, setelah terjadi perang saudara, Costa Rica melepaskan diri dari Meksiko dan bergabung dengan Federasi Amerika Tengah.
Pada tahun 1824, Juan Mora Fernandez terpilih sebagai pemimpin negara Costa Rica pertama dan selama masa pemerintahannya ia banyak melakukan reformasi seperti pendirian sistem pengadilan modern, penerbitan surat kabar nasional pertama, dan perluasan pendidikan. Namun, Costa Rica masih dipenuhi dengan persaingan poltik dan pada September 1835 meletuslah perang saudara.
Braulio Carrillo kemudian merebut kekuasaan di Costa Rica dan pada tahun 1838, ia menarik Costa Rica dari Federasi Amerika Tengah serta memproklamasikan kemerdekaan penuh Costa Rica.
Pernyataan Politik Pertama Imam Khomeini
72 tahun yang lalu, tanggal 15 Ordibehesht 1323 Hs, Imam Khomeini ra menyampaikan pernyataan politik pertamanya menyikapi rezim Shah Pahlevi.
Ketika semakin gencar upaya propaganda anti Islam, ulama dan hauzah ilmiah, rezim Shah Pahlevi juga berusaha agar rakyat semakin jauh dari ajaran Islam. Menyaksikan kondisi yang demikian, Imam Khomeini ra pada 15 Ordibehesht 1323 Hs mengeluarkan pernyataan politiknya yang pertama. Pada waktu itu Imam Khomeini ra baru berusia 42 tahun.
Dalam pernyataan yang dikeluarkan Imam, selain menjelaskan kondisi sebelum, saat itu dan masa depan rakyat, beliau menyebut kebangkitan untuk Allah sebagai satu-satunya jalan untuk mengubah dunia. Kebangkitan itu adalah falsafah pengutusan seluruh nabi ilahi.
Imam Khomeini ra juga menjelaskan mengapa umat Islam berada dalam kondisi terkebelakang, tanpa lupa menjelaskan kondisi rakyat Iran yang juga muslim.
Di bagian lain dari pernyataannya, Imam secara transparan menyeru ulama Islam dan masyarakat Islam untuk bangkit bersama-sama dan memperingatkan siapa saja yang diam menyaksikan konspirasi anti Islam.
Tujuan dari pernyataan yang dikeluarkan Imam Khomeini ra itu adalah membunyikan lonceng tanda bahaya dan pelajar agama harus senantiasa sadar.
Langkah Imam Khomeini ra itu membuat masyarakat dan rezim Shah semakin mengenal pribadi dan sikap politik beliau dan secara perlahan-lahan beliau berhasil mengumpulkan para pemikir menjadi murid-muridnya. Mereka inilah yang menjadi inti dari langkah-langkah revolusioner yang dilakukan Imam Khomeini ra di tahun-tahun berikutnya.