May 07, 2016 07:22 Asia/Jakarta

Hari ini, Sabtu tanggal 7 Mei 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 29 Rajab 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 18 Ordibehesht 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Sayidah Khadijah Wafat (Sebuah Riwayat)

 

1440 tahun yang lalu, tanggal 29 Rajab tahun ke-3 sebelum Hijrah, Sayidah Khadijah meninggal dunia menurut sebagian riwayat.

Sayidah Khadijah as setelah hidup bersama Rasulullah Saw selama 25 tahun meninggal dunia di usia 65 tahun dan dikebumikan di daerah Jahun, Mekah.

 

Beliau menikah dengan Rasulullah Saw di usi 40 tahun dan dari perkawinan itu mereka dikaruniai dua anak laki-laki dan empat perempuan. Nama mereka berturut-turut adalah Qasim, Abdullah, Zainab, Ruqayyah, Ummu Kultsum dan Sayidah Fathimah as.

 

Sayidah Khadijah merupakan perempuan pertama yang memeluk Islam dan seluruh hartanya diserahkan kepada Rasulullah Saw untuk dipakai menyebarkan Islam.

 

Ibnu Qutaibah Meninggal Dunia

 

1161 tahun yang lalu, tanggal 29 Rajab 276 Hijriah, Abdullah bin Muslim Dinwari yang terkenal dengan nama Ibnu Qutaibah meninggal dunia dalam usia 63 tahun.

Ibnu Qutaibah dilahirkan di Kufah, Irak. Ketika menginjak usia dewasa ia diangkat sebagai hakim di kota Dinwar, sebuah kota yang terletak di barat Iran.

 

Semasa hidupnya, Ibnu Qutaibah dikenal sebagai orang yang menguasai Quran, hadits, dan sastra Arab. Sejumlah buku terkenal menjadi bukti kedalaman ilmunya. Di antara karya-karyanya itu adalah "Ta'wil Musykil al-Quran", Tafsir Gharib al-Quran", "'Uyun Al-Akhbar", "Ma'ani Asy-Syi'r", dan "Gharib Al-Hadits".

Dimulainya Perlawanan Spanyol Terhadap Perancis

 

208 tahun yang lalu, tanggal 7 Mei tahun 1808, penduduk Spanyol memulai perjuangan melawan tentara Perancis yang menduduki negeri mereka.

Spanyol pada masa itu merupakan salah satu imperialis besar dunia dan memiliki wilayah jajahan yang sangat luas di luar Eropa. Namun kali ini, rakyat Spanyol pun terpaksa merasakan kepahitan hidup di bawah penjajahan bangsa asing. Setelah lima tahun berjuang, akhirnya pada bulan Desember tahun 1813, rakyat Spanyol berhasil mengusir tentara Napoleon itu dari negeri mereka. Namun, dalam masa penjajahan itu pula Spanyol kehilangan sebagian besar kawasan jajahannya di Amerika Selatan yang berhasil memanfaatkan kelemahan Spanyol untuk memerdekakan diri.

 

Penjajahan Inggris atas Zambia Dimulai

 

128 tahun yang lalu, tanggal 7 Mei tahun 1888, penjajahan Inggris di Zimbabwe dimulai.

Arsitek dan pelaksana penjajahan atas Zimbabwe itu adalah seorang politikus dan pedagang Inggris bernama Cecil Rhodes yang mendirikan Perusahaan Afrika Selatan-Inggris. Perusahaan itu kemudian diperluas hingga ke Zimbabwe dan dengan bantuan tentara Inggris, ribuan penduduk pribumi dibunuh massal dan sebagian lainnya ditawan.

Ketika akhirnya seluruh wilayah Zimbabwe dikuasai, negeri itu diberi nama Rodhesia. Setelah puluhan tahun berjuang, rakyat Rhodesia berhasil memerdekakan diri dan mengubah nama negara mereka menjadi Zimbabwe.

Paku Alam IX Lahir

78 tahun yang lalu, tanggal 7 Mei 1938, KGPAA Paku Alam IX (dengan nama lahir BRMH Ambarkusumo) lahir di Yogyakarta.

Ia adalah pangeran pertama dari Pakualaman yang ditahtakan setelah Indonesia merdeka. Ibundanya bernama KBRAy Purnamaningrum. Pada 26 Mei 1999 KPH Ambarkusumo ditahtakan sebagai KGPAA Paku Alam IX menggantikan mendiang ayahnya Paku Alam VIII.

Banyak yang mengatakan bahwa KPH/Prince Ambarkusumo yang dinobatkan menjadi Paku Alam IX, bukanlah sosok yang tepat untuk mewarisi tahta Pakualam dan masyarakat Yogyakarta pada umumnya masih banyak yang belum mengenal sosoknya. Selain Sultan Hamengku Buwono, Pakualam juga memiliki peranan yang penting di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pembebasan Kota Hoveyzeh dari Pasukan Baath, Irak

34 tahun yang lalu, tanggal 18 Ordibehesht 1361 Hs, kota Hoveyzeh berhasil dibebaskan dari pendudukan rezim Baath, Irak.

Dalam operasi militer Baitul Moghaddas, para pejuang Islam Iran semakin mendekati perbatasan internasional dan merangsek ke depan hingga berada hanya 17 kilometer dari garis perbatasan. Kota Hoveyzeh yang diduduki pasukan Baath, Irak sejak bulan-bulan pertama perang mulai dikepung pasukan Iran. Sekalipun musuh berusaha matian-matian mempertahankan kota ini, tapi ketika kepungan semakin diperketat, pasukan Irak melihat mereka dalam kondisi terancam, akhirnya mereka memilih untuk meninggalkan kota ini dan mundur dari sana.

Tanggal 18 Ordibehesht 1361 Hs, para pejuang Islam Iran berhasil menduduki kota yang telah menjadi puing-puing akibat perang hebat. Tapi mereka tidak berhenti hanya membebaskan kota ini dan berusaha mengejar pasukan Baath Irak.

Menyusul publikasi pembebasan kota Hoveyzeh, para pemimpin Baath tetap menyatakan bahwa keluar dari Hoveyzeh masih termasuk kemenangan mereka dan menilai itu sebagai taktik perangnya.