Lintasan Sejarah 8 Mei 2016
Hari ini, Ahad tanggal 8 Mei 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 1 Sya'ban 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 19 Ordibehesht 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Ibnu Thawus Meninggal Dunia
744 tahun yang lalu, tanggal 1 Sya'ban 693 Hq, Ghiyatsuddin Abu Muzaffar Abdul Karim bin Ahmad yang dijuluki Ibnu Thawus, seorang ahli fiqih dan sastrawan terkenal abad ke-7 Hijriah meninggal dunia di kota Kazhimain Irak.
Ibnu Thawus dilahirkan pada tahun 648 dan pada usianya ke-12 tahun, dia telah menghapal al-Quran dan setelah itu dia mempelajari sastra. Dia belajar kepada ulama-ulama besar, di antaranya Nashiruddin Thusi. Ibnu Thawus banyak meninggalkan karya penulisan dalam bahasa Arab.
Ayatullah Muhammad Hasan Najafi Wafat
171 tahun yang lalu, tanggal 1 Sya’ban 1266 Hq, Ayatullah Muhammad Hasan Najafi meninggal dunia dalam usia 66 tahun dan dikebumikan kota Najaf al-Asyraf, Irak
Ayatullah Syeikh Muhammad Hasan anak dari Muhammad Baqir Najafi lahir pada 1200 Hq di kota Najaf al-Asyraf, Irak. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar agama, beliau yang masih remaja telah mengikuti kuliah fiqih dan ushul fiqih untuk tingkat mujtahid. Beliau hadir di kelas Syeikh Jakfar Kasyif al-Ghitha, Sayid Mahdi Bahr al-Ulum, Sayid Jawad Amili dan Syeikh Musa Kasyif al-Ghitha.
Pada usia 25 tahun, Ayatullah Muhammad Hasan Najafi mencapai derajat ijtihad dan sejak saat itu beliau mulai menulis buku monumentalnya. Buku Jawahir al-Kalam merupakan ensiklopedia fiqih Syiah yang ditulis selama 32 tahun dan menjadi referensi fiqih argumentatif Syiah.
Selain menulis buku Jawahir al-Kalam, beliau juga mendidik murid-murid hebat yang dikemudian hari menjadi ulama besar seperti Ayatullah Sayid Husein Kouhkamareh-i, Syeikh Jakfar Shoustari dan Mulla Ali Kani.
Ayatullah Muhammad Hasan Najafi tetap melanjutkan aktifitas menulis hingga meninggal dunia dan di akhirnya hidupnya beliau memutuskan untuk menulis buku selain Jawahir al-Kalam, tapi ternyata ajal lebih dahulu menjemputnya.
Gustave Flaubert Meninggal
136 tahun yang lalu, tanggal 8 Mei tahun 1880, Gustave Flaubert, seorang penulis terkenal Perancis, meninggal dunia.
Gustave Flaubert dilahirkan pada tahun 1812 di kota Rouen, Perancis dan bakat menulisnya mulai tampak sejak usia 18 tahun, ketika ia menulis naskah drama untuk ditampilkan di depan keluarganya. Bakat Flaubert semakin berkembang ketika masuk ke College Royal di kota kelahirannya. Setelah lulus, Flaubert melanjutkan studi di bidang hukum di kota Paris. Namun pada tahun 1894, ia keluar dari sekolah hukum dan Flaubert menghabiskan sisa hidupnya dengan melakukan perjalanan dan menulis.
Pada tahun 1857, Flaubert menerbitkan novelnya yang terkenal, berjudul Madame Bovary. Gara-gara novel itu pula, Flaubert dan editornya diadili atas tuduhan telah melecehkan moral, namun akhirnya mereka dibebaskan dari tuduhan. Flaubert dianggap sebagai pencipta novel modern dan salah satu master sastra Perancis abad ke-19. Karya-karya Flaubert lainnya antara lain berjudul Memories of a Madman dan November.
V-E Day Diperingati
71 tahun yang lalu, tanggal 8 Mei tahun 1945, Inggris dan AS merayakan Hari kemenangan Eropa atas Nazi Jerman yang diistilahkan dengan nama V-E Day.
Pada hari itu, tentara Jerman menurunkan bendera perangnya di Praha, Kopenhagen, Oslo, Latvia, dan berbagai tempat lainnya. Sekitar satu juta warga Jerman berusaha melarikan diri ke Barat ketika perang di Chekoslovakia berakhir, untuk menghindari tentara Rusia, namun dihentikan dan ditawan oleh tentara Rusia.
Tercatat, sekitar 2 juta warga Jerman ditawan oleh Rusia pada saat Jerman menyerah kalah dan lebih dari 13.000 tawanan perang Inggris dilepas serta dikembalikan ke Inggris. Sementara itu, pertarungan antara Soviet-Jerman masih terus berlanjut hingga keesokan harinya, tanggal 9 Mei, sampai akhirnya Jerman menyerah kalah di Silesia. Pada hari itu pula, pemimpin Soviet, Joseph Stalin melalui radio mengumumkan berakhirnya perang dengan kekalahan Nazi.
Pasukan Rusia Keluar dari Iran
70 tahun yang lalu, tanggal 19 Ordibehesht 1325 Hs, Rusia menarik seluruh pasukannya dari Iran.
Pasca berakhirnya Perang Dunia II, Iran mengadukan Rusia ke Dewan Keamanan PBB. Karena sesuai dengan kesepakatan sebelumnya, Rusia harus menarik tentaranya dari Iran dan tidak mencampuri urusan dalam negeri Iran.
Waktu itu, Rusia tidak pernah berpikir bahwa Iran akan melakukan pengaduan ini dan akhirnya Rusia meminta pengunduran tindak lanjut masalah ini. Tapi wakil Iran, Inggris dan Amerika menolak penundaan sidang di Dewan Keamanan PBB yang rencananya akan membahas masalah ini.
Dengan demikian, Duta Besar Rusia di Iran berusaha sekuat tenaga untuk mencapai kesepakatan dengan para pejabat Iran. Pada akhirnya, kedua pihak menandatangani nota kesepahaman soal penarikan mundur pasukan Rusia dari Iran dan minyak Utara dan Azerbaijan. Sesuai dengan kesepakatan itu, pada tanggal 19 Ordibehesht 1325 Hs, Rusia menarik seluruh pasukannya dari Iran.