May 10, 2016 08:44 Asia/Jakarta

Hari ini, Selasa tanggal 10 Mei 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 3 Sya'ban 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 21 Ordibehesht 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Imam Husein Lahir

1433 tahun yang lalu, tanggal 3 Sya'ban 4 Hq, Imam Husein as terlahir ke dunia.

Masa-masa indah kehidupan Imam Husein dirasakan saat ia hidup bersama kakeknya, Muhamad Saw. Imam Husein tumbuh besar dalam sebuah keluarga yang dipenuhi dengan kesempurnaan dan keutamaan akhlak. Keberadaan kedua orang tuanya, yaitu Imam Ali as dan Sayidah Fathimah sa yang merupakan dua manusia utama hasil didikan Rasulullah, telah membuat Imam Husein juga menjadi manusia yang dipenuhi dengan keutamaan dan makrifat akan hakikat ilahiah. Selama hidupnya, saat Islam dihadapkan kepada bahaya, Imam Husein selalu tampil sebagai pembela.

Setelah saudaranya, Imam Hasan as, gugur syahid pada tahun 50 Hijriah, Imam Husein memegang tampuk imamah atau kepemimpinan atas umat Islam. Pada tahun 61 Hijriah, Imam Husein pun mengikuti jejak kakaknya dalam memperjuangkan agama Islam. Pada tahun itu, beliau bersama 72 anggota keluarga dan sahabatnya, bertempur melawan ribuan pasukan Yazid bin Muawiyah di Padang Karbala.

Imam Husein menolak untuk berbaiat atau menyerah kepada penguasa zalim itu. Beliau dan anggota kafilahnya menemui kesyahidan. Kisah tragis gugurnya Imam Husein di Karbala menjadi drama tragedi paling pahit dalam sejarah umat manusia. Akan tetapi, kisah ini justru menjadi sebab tetap tegaknya ajaran Islam di muka bumi ini dan selalu menjadi sumber semangat bagi perjuangan melawan kezaliman. Hari kelahiran Imam Husein di Iran diperingati pula di Iran sebagai hari Pasukan Garda Revolusi.

Jerman dan Perancis Menandatangani Perjanjian Damai

 

145 tahun yang lalu, tanggal 10 Mei tahun 1871, menyusul kekalahan tentara Perancis dari Jerman pada perang yang berlangsung sebelumnya, kedua negara menandatangani perjanjian damai di kota Frankfurt, Jerman.

Berdasarkan perjanjian itu, Perancis diwajibkan membayar ganti rugi perang sebesar satu juta frank kepada Jerman. Selain itu, Perancis juga diharuskan menyerahkan sejumlah kawasan koloninya seperti Strasburg dan Alsas kepada Jerman. Perjanjian tersebut semakin mengukuhkan Kanselir Jerman Bismark sebagai orang kuat Jerman, dan negara bangsa Aria itu juga semakin memperlihatkan diri sebagai imperium sangat besar di Benua Eropa.

 

Perjanjian damai antara kedua negara itu ternyata tidak mengakhiri konflik antara Paris dan Berlin. 69 tahun kemudian, Jerman dan Perancis juga terlibat perang secara langsung sebagai dua pihak yang bersengketa dalam Perang Dunia II. Saat itu, pasukan Jerman di bawah komando Hitler membombardir kota Paris dari udara. Akibatnya, untuk beberapa waktu, Paris diduduki oleh pasukan Nazi Jerman.

Eropa Barat Resmi Gabung AS Embargo Iran

36 tahun yang lalu, tanggal 21 Ordibehesht 1359 Hs, Eropa Barat secara resmi bergabung dengan Amerika untuk mengembargo Iran.

Menyusul peristiwa penaklukan markas spionase Amerika (Kedubes AS) oleh para mahasiswa pengikut garis Imam pada 13 Aban 1358 Hs dan setelah gagalnya proyek embargo ekonomi Iran oleh PBB akibat veto satu dari anggota Dewan Keamanan PBB, sebagian negara Eropa memutuskan untuk membatalkan penandatanganan kontrak baru dengan Republik Islam dan dengan sikapnya ini mereka secara resmi mengikuti politik Amerika mengembargo Iran. Keputusan ini dilakukan dalam kondisi dimana pasar bersama Eropa melakukan hal ini secara simbolik dan telah dipolitisasi hanya ingin mendukung Amerika dan mengecam masalah penyanderaan di Kedubes AS. Selain itu, pasar bersama Eropa juga tidak mendominasi ekonomi dunia dan Iran.

Dengan demikian, setelah berakhirnya ultimatum pembebasan para sandera dan tidak terselesaikannya masalah ini, masyarakat ekonomi Eropa secara resmi pada 21 Ordibehesht 1359 Hs mengumumkan embargo ekonomi terhadap Iran. Tujuan keputusan ini seperti yang disebutkan dalam pernyataan bersama konferensi 9 negara Eropa hanya ingin mempercepat pembebasan para sandera. Tapi dengan semakin meluasnya aksi embargo ini oleh negara-negara Barat, kondisi ekonomi negara-negara Eropa ini juga memburuk.

Selama delapan tahun Perang Pertahanan Suci, Amerika dan negara-negara pasar bersama Eropa semakin mempersempit tekanannya terhadap Iran dan menolak untuk melakukan transaksi langsung dengan Iran. Bahkan dalam beberapa kasus, mereka menolak untuk menjual dan mengirimkan obat-obatan yang dibutuhkan Iran. Sementara pada saat yang sama, mereka memberikan senjata paling modern dan senjata kimia kepada rezim Baath Irak guna memprovokasi rezim ini melanjutkan perang.

Akan tetapi secara bertahap negara-negara Eropa memahami bahwa tekanan Amerika terhadap Iran bukan hanya tidak bermanfaat bagi mereka, tapi kepentingan nasional mereka sudah dikorbankan arogansi Amerika.

90 Anggota keluarga Al-Hakim Ditangkap

 

33 tahun yang lalu, tanggal 10 Mei tahun 1983, Rezim Ba'ath Irak pimpinan diktator Saddam Husein menangkap 90 orang keluarga Ayatullah al-Hakim, ulama paling berpengaruh di Irak pada zamannya.

10 orang di antara mereka kemudian dijatuhi hukuman mati. Ayatullah al-Hakim sendiri wafat pada tahun 1969. Akan tetapi, keluarga Al-Hakim yang sejak beberapa dekade dikenal sebagai keluarga ulama sekaligus pejuang selalu saja melahirkan pemimpin-pemimpin kharismatik yagn sangat dihormati rakyat Irak.

 

Posisi Kharismatik keluarga tersebut di tengah masyarakat Irak menimbulkan kekhawatiran Rezim Ba'ath yang merasa terancam kekuasaannya. Untuk itu, Saddam tidak pernah berhenti melakukan represi terhadap keluarga besar al-Hakim dengan cara menteror, menangkapi, bahkan membunuhnya.