Lintasan Sejarah 13 Mei 2016
Hari ini, Jumat tanggal 13 Mei 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 6 Sya'ban 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 24 Ordibehesht 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Martin Luther Lahir
533 tahun yang lalu, tanggal 13 Mei tahun 1483, Martin Luther, seorang reformis dalam agama Kristen, terlahir ke dunia di Eisleben, Jerman.
Luther menuntut ilmu di Universitas Erfurt dan kemudian bekerja sebagai pengajar teologi. Martin Luther kemudian melakukan penelitian dan dia mengemukakan banyak pendapat yang berbeda dengan pandangan umum gereja Katolik saat itu.
Sejak tahun 1517, Martin Luther menyampaikan kritikannya secara terang-terangan sehingga akhirnya terpaksa bersembunyi karena dikejar-kejar pihak gereja untuk dibunuh. Selama dalam persembunyian itu, Martin Luther menulis terjemahan Injil ke dalam bahasa Jerman, sesuatu yang dilarang keras oleh gereja Katolik.
Ide-Ide Martin Luther kemudian berkembang menjadi aliran Protestan yang menjadi sumber dari berbagai perang dan pertarungan politik di Eropa.
Ekuador Lepas dari Colombia
186 tahun yang lalu, tanggal 13 Mei tahun 1830, Ekuador melepaskan diri dari Kolombia dan menjadi negara yang independen.
Kawasan pantai dan pegunungan Andes yang kini disebut sebagai Ekuador itu, pada awalnya merupakan kawasan milik bangsa Indian.
Pada tahun 1534, Spanyol mendirikan daerah pemukiman pertama di Ekuador. Ekspedisi ke Ekuador dimulai oleh Francisco Pizarro yang datang menjajah Peru dan kemudian memperluas wilayah jajahannya hingga ke Ekuador. Ekuador menjadi bagian dari Peru hingga tahun 1740 dan kemudian disatukan dengan New Granada, bersama dengan Colombia dan Venezuela.
Sejak tahun 1809, penduduk negara-negara Amerika Latin memulai penentangan mereka terhadap pemerintahan kolonial Spanyol. Pada tahun 1822, Ekuador meraih kemerdekaannya sebagai bagian dari Federasi Gran Kolombia. Delapan tahun kemudian, yaitu tahun 1830, barulah Ekuador memisahkan diri dari Kolombia.
Allamah Khui Gugur
117 tahun yang lalu, tanggal 6 Sya'ban 1320 Hijriah, Alamah Khui, seorang ilmuwan besar Islam asal Iran, gugur syahid dalam perjuangan melawan kezaliman.
Setelah bertahun-tahun menimba ilmu dari ulama-ulama besar pada zamannya, di antaranya Syaikh Murtadha Anshari, beliau mencapai derajat ijtihad.
Allamah Khui berjuang untuk menerapkan pemerintah yang konstitusional serta bebas dari kezaliman dan despotisme di Iran. Akibat perjuangannya itu, Allamah Khui dibunuh oleh antek-antek Syah Muhammad Ali yang merupakan raja dari Dinasti Qajar.
Lotfali Nasiri Wafat
87 tahun yang lalu, tanggal 6 Sya’ban 1350 Hq, Mirza Lotfali Nasiri meninggal dunia di usia 82 tahun dan dikebumikan di samping makam Syeikh Shaduq di kota Rey, Iran.
Mirza Lotfali bin Mohammad Kazem Tabrizi Nasiri yang dikenal dengan Sadr al-Afadhil lahir di kota Shiraz pada bulan Ramadhan 1268 Hq.
Mirza Lotfali Nasiri seorang alim dan keutamaan abad ke-4 Hq. Sejak kecil beliau pindah ke Tehran bersama ayahnya. Pada awalnya Lotfali Nasiri mempelajari prinsip-prinsip kalifgrafi dan sastra, setelah itu belajar ushul fiqih, fiqih, hadis, tafsir, logika, matematika dan akidah.
Sadr al-Afadhil banyak meninggalkan karya tulis seperti Asatir, Dastur al-Balaghah dan beragam puisi.
Hujjatul Islam Kazem Modir Shanehchi Wafat
15 tahun yang lalu, tanggal 24 Ordibehesht 1381 Hs, Hujjatul Islam Modir Shanehchi meninggal dunia di usia 75 tahun dan dikebumikan di komplek makam suci Imam Ridha as di Mashad.
Hujjatul Islam Sheikh Kazem Modir Shanehchi adalah seorang ulama besar di bidang hadis. Beliau lahir dari keluarga agamis tahun 1306 Hs di kota Mashad. Setelah menyelesaikan pendidikan SD hingga SMU, beliau kemudian mempelajari ilmu-ilmu agama. Tingkat dasar dan menengah ilmu-ilmu agama dilaluinya dengan cepat dan setelah itu beliau belajar fiqih dan ushul fiqih untuk menjadi mujtahid bersama Ayatullah Sheikh Hashem Qazvini, Sheikh Mojtaba Qazvini, Sayid Yunes Ardebili, Mirza ahmad Kafai dan Sayid Mohammad Hadi Milani.
Hujjatul Islam Modir Shanehchi juga menguasai ilmu-ilmu rasional dan sejak tahun 1337 Hs beliau memberikan kuliah di Universitas Ilahiyat Mashad. Selain mengajar sejarah Islam, sejarah agama, Ayatul Ahkam (ayat-ayat al-Quran yang berhubungan dengan hukum fiqih), periode fiqih dan banyak menulis makalah ilmiah. Beliau menerbitkan sejumlah daftar terkait kumpulan tulisan tangan. Untuk mendapatkan naskah-naskah manuskrip, beliau banyak melakukan perjalanan ke pelbagai negara seperti ke Rusia, Azerbaijan, Uzbekistan, Mesir, Turki, Suriah, Lebanon, Maroko dan Spanyol.
Hujjatul Islam Shanehchi tidak lupa mendidik murid di bidang ilmu-ilmu aqli dan naqli. Pada tahun 1380 Hs, beliau terpilih sebagai tokoh di bidang ilmu dan budaya di Iran.
Tarikh Hadits, Dirayah al-Hadits, Metode Penyimpulan Hukum dan Sunan Nabi dalam 9 jilid termasuk sebagian dari karya-karya beliau.