Lintasan Sejarah 14 Mei 2016
Hari ini, Sabtu tanggal 14 Mei 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 7 Sya'ban 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 25 Ordibehesht 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Peringatan Kelahiran Ferdowsi
Tanggal 25 Ordibehesht, Republik Islam Iran memperingati kelahiran Ferdowsi, penyair besar Iran.
Ferdowsi terkenal di seluruh dunia atas karya legendarisnya Shahnameh atau "Kisah Raja-Raja". Penulisan buku itu dilakukan Ferdowsi sejak usia muda. Hingga akhir hayatnya, Ferdowsi melakukan penelitian atas buku itu, serta berkali-kali melakukan perubahan, penambahan, dan perbaikan.
Shahnameh adalah salah satu warisan budaya yang bernilai tinggi yang dimiliki bangsa Iran selama ribuan tahun. Di dalamnya tersimpan catatan mengenai budaya dan sejarah Iran sejak zaman kuno sampai masa menjelang tersebarnya Islam di Persia. Menurut Ferdowsi, masa penulisan buku ini memakan waktu 30 tahun. Shahnameh telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa di dunia, termasuk ke dalam bahasa Indonesia.
Kelegendarisan Ferdowsi membuat hari kelahirannya 25 Ordibehesht setiap tahun diperingati bangsa Iran sebagai "Hari Penghormatan Ferdowsi."
Angola Resmi Dijajah Portugis
441 tahun yang lalu, tanggal 14 Mei tahun 1575, Angola secara resmi dinyatakan sebagai koloni Portugis.
Setelah dijajah Portugis, Angola yang sebelumnya merupakan bagian dari kerajaan Afrika Ghana, berubah menjadi kawasan perbudakan yang sangat mengerikan selama lebih dari 400 tahun.
Selepas Perang Dunia II berakhir, muncul sejumlah bentrokan yang menginginkan diakhirinya kolonialisme di Angola. Akhirnya, pada tahun 1975 Angola berhasil memerdekakan diri.
Paraguay Merdeka
205 tahun yang lalu, tanggal 14 Mei tahun 1811, Paraguay memproklamasikan kemerdekaannya dari penjajahan Portugis.
Pada abad ke-16, para penjajah Spanyol datang ke kawasan Paraguay dan selama lebih dari dua abad, kawasan itu menjadi koloni Spanyol. Setelah merdeka, Paraguay terus dilanda konflik internal akibat terjadinya beberapa kali kudeta.Pemerintahan yang terbentuk hasil kudeta itu juga selalu memunculkan karakter diktatorisme.
Barulah pada tahun 1989, rakyat negara itu berhasil mengadakan pemilihan umum pertama dalam sejarah untuk memilih seorang presiden, dan sejak itu, kondisi dalam negeri Paraguay relatif menjadi semakin stabil.
Republik Paraguay terletak di kawasasan selatan Benua Amerika. Negera ini berbatasan dengan Bolivia, Brasil, dan Argentina.
Fatwa Ayatullah Shirazi Melawan Monopoli Tembakau
125 tahun yang lalu, tanggal 25 Ordibehesht 1270 Hs (14 Mei 1865), Ayatullah Mirza Hassan Shirazi, seorang ulama pejuang dan marji taklid kaum muslimin, mengeluarkan fatwa yang bertujuan untuk mencegah meluasnya imperialisme Inggris di Iran.
Sebelumnya, dalam perjalananya ketiga ke Eropa, Raja Iran saat itu, Shah Naseruddin menjalin kontrak dengan salah seorang penasehat perdana menteri Inggris bernama Jenderal Talbot.
Dalam perjanjian ini, raja Iran memberikan hak kepada sebuah perusahaan Inggris untuk melakukan produksi, penjualan, dan ekspor atas tembakau Iran dan hak ini berlaku selama 50 tahun. Perjanjian monopoli tembakau yang sangat merugikan rakyat itu menimbulkan penentangan dari rakyat dan ulama Iran.
Ayatullah Mirza Shirazi kemudian mengeluarkan fatwa haram untuk membeli dan menjual tembakau. Rakyat Iran yang sangat patuh dan hormat kepada ulama besar mereka itu, mematuhi fatwa tersebut sehingga perdagangan tembakau di Iran menjadi sangat terganggu. Akibatnya, Shah Naserudin terpaksa membatalkan perjanjian monopoli tembakau tersebut.
Ben Gurion Proklamasikan Berdirinya Israel
68 tahun yang lalu, tanggal 14 Mei tahun 1948, David Ben Gurion, salah seorang tokoh zionis internasional, secara resmi memproklamasikan berdirinya negara Zionis yang kawasannya meliputi setengah dari kawasan Palestina.
Proses pendirian negara ilegal ini dimulai sejak tahun 1917, setelah PD I berakhir, ketika Inggris menduduki Palestina. Pada masa itu, penduduk asli Palestina yang terdiri dari kaum muslim, Yahudi, dan Kristen hidup berdampingan dengan damai.
Lima tahun kemudian Liga Bangsa-Bangsa menyetujui didirikannya negara khusus untuk kaum Yahudi di atas tanah yang diduduki Inggris tersebut. Sejak saat itu, organisasi-organisasi Zionis melakukan pengiriman kaum Yahudi dari berbagai penjuru dunia ke Palestina. Organisasi-organisasi teror Zionis seperti Irgun dan Hagana, juga melakukan berbagai teror dan pembunuhan massal untuk menakut-nakuti bangsa Palestina agar pergi meninggalkan tanah air mereka.
Pada bulan November 1947, PBB mengeluarkan resolusi tentang pembentukan dua pemerintahan di Palestina, yaitu Arab dan Yahudi, dan Baitul Maqdis dijadikan zona internasional. Sementara itu, Inggris mengumumkan akan keluar dari Palestina pendudukan pada tanggal 15 Mei 1948, namun beberapa jam sebelumnya, Ben Gurion memproklamasikan berdirinya negara Israel di tanah bekas pendudukan Inggris itu.