Lintasan Sejarah 15 Mei 2016
Hari ini, Ahad tanggal 15 Mei 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 8 Sya'ban 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 26 Ordibehesht 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Ibnu Rumiyah Lahir
876 tahun yang lalu, tanggal 8 Sya'ban 561 Hq, Ibnu Rumiyah, seorang ahli hadis, ahli tanaman obat, dan ahli obat-obatan muslim abad ke 6 Hijriah, terlahir ke dunia.
Bersamaan dengan menuntut ilmu-ilmu agama dari ulama-ulama besar pada zamannya, Ibnu Rumiyah juga melakukan penelitian di bidang tanaman obat.
Pada awalnya, Ibnu Rumiyah melakukan penelitian tanaman obat di Andalusia, kemudian pergi ke berbagai negara, seperti Mesir, Irak, dan Hijaz, untuk meneruskan penelitiannya itu. Ibnu Rumiyah meninggalkan banyak karya penulisan di bidang hadis, fiqih, dan ilmu flora.
Kapal Uap Pertama Dibangun
240 tahun yang lalu, tanggal 15 Mei tahun 1776, kapal uap pertama dibangun oleh seorang bangsawan Perancis, Marquis de Jouffroy d'Abbans.
Sebenarnya, ada banyak perselisihan pendapat mengenai siapa sesungguhnya yang membuat kapal uap pertama karena Inggris, Perancis, dan Amerika sama-sama mengklaim bahwa mekanik dari negara merekalah yang pertama kali membuat kapal uap. Namun, sebagain besarnya sepakat bahwa usaha serius pertama dalam pembuatan kapal uap dilakukan oleh Marquis de Jouffroy.
Awalnya Marquis de Jouffroy belajar di bidang filsafat dan sastra, namun kemudian bergabung dalam militer Perancis dan di sanalah ia banyak membelajari navigasi uap. Pada tahun1775 dia pergi ke Paris untuk mempelajari mesin uap yang diciptakan James Watt dan akhirnya membuat kapal eksperimen dengan menggunakan mesin uap yang berhasil berlayar di sungai Doubs di Perancis pada tahun 1776.
Jerman Menduduki Belanda
76 tahun yang lalu, tanggal 15 Mei tahun 1940, setelah melakukan serangan besar-besaran, tentara Nazi Jerman akhirnya berhasil menduduki Belanda.
Sebelum terjadinya serangan tersebut, Duta Besar Jerman untuk Belanda menyampaikan deklarasi bahwa tentara Jerman akan datang ke Belanda dan bila pemerintah Belanda tidak melakukan perlawanan, Jerman akan menjamin kemerdekaan kerajaan Belanda.
Namun, Ratu Wilhelmina dari Belanda menolak tawaran itu dan mengeluarkan pengumuman bahwa serangan Jerman merupakan pelanggaran hukum internasional dan meminta rakyat Belanda untuk berjuang membela tanah air. Ketika Jerman memulai serangannya, Belanda tidak mampu berbuat banyak dan hanya dalam lima hari, Belanda diduduki oleh Jerman. Hitler kemudian mendirikan pemerintahan baru di Belanda yang beraliran Nazi. Sementara itu, Ratu Wilhelmina beserta keluarganya melarikan diri ke Inggris pada tanggal 14 Mei dan tinggal di sana sampai Nazi berhasil dikalahkan pasukan Sekutu.
Ayatullah Haj Sheikh Ahmad Ahari Wafat
47 tahun yang lalu, tanggal 26 Ordibehesht 1348 Hs, Ayatullah Haj Sheikh Ahmad Ahari meninggal dunia dalam usia 81 tahun dan dimakamkan di kota Qom.
Ayatullah Haj Sheikh Ahmad Ahari lahir sekitar tahun 1267 Hs di kota Ahar, Azerbaijan Timur. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah hauzah, untuk beberapa lama beliau tinggal di kota Tabriz dan setelah itu melanjutkan pendidikannya ke Najaf al-Asyraf, Irak.
Selama 10 tahun beliau belajar kepada guru-guru besar seperti Sheikh as-Syariah Isfahani, Mirza Mohammad Hassan Naini, Mirza Ali Shirazi, Agha Dhiya ad-Din Iraqi, Mohammad Hassan Gharavi dan Sayid Abolhassan Isfahani. Sekitar 20 tahun dari usianya dihabiskan untuk mengajar dan menulis, selain belajar, sehingga beliau dikenal sebagai salah satu guru hauzah.
Pada 1330 Hs, beliau kembali ke kota kelahirannya dan setelah beberapa waktu menjadi pengelola Hauzah Ilmiah Tabriz. Beliau terlibat langsung dengan masalah yang dihadapi masyarakat, karena dinilai sebagai pemimpin agama di kota tersebut. Ketika rezim Shah Pahlevi menyerang madrasah Feiziyeh di Qom dan masalah ratifikasi UU Kapitulasi, Ayatullah Haj Sheikh Ahmad Ahari menentang sikap yang dilakukan pemerintah waktu itu.
Ayatullah Ahari meninggalkan banyak karya ilmiah seperti Catatan Pinggir Makasib, Catatan Pinggir Rasail, Risalah Ijtihad dan Risalah Kaidah La Dharar.
Mahdi Derakhshan, Dosen Sastra Persia Wafat
23 tahun yang lalu, tanggal 26 Ordibehesht 1372 Hs, Mahdi Derakhshan, penulis dan penyair modern Iran meninggal dunia dalam usia 75 tahun.
Doktor Mahdi Derakhshan, peneliti, penulis dan dosen sastra Persia Universitas Tehran lahir pada 1297 Hs dan menyelesaikan pendidikannya di jurusan sastra Persia. Beliau kemudian melakukan penelitian dan mengajar di Fakultas Sastra Universitas Tehran dan selama beberapa waktu di Universitas Ankara.
Doktor Derakhshan tetap melanjutkan penelitian dan studinya di bidang bahasa dan sastra Persia serta maarif Islam. Beliau meninggalkan sejumlah karya ilmiah seperti revisi kumpulan puisi Kasai Morouzi, tafsir al-Quran juz 30, Jawahir Quran, Ta'sir Quran va Hadis dar Adabiat Farsi (Pengaruh al-Quran dan Hadis terhadap sastra Persia) dan gaya penulisan roman Persia dari abad keempat hingga 14 Hs.