May 16, 2016 09:55 Asia/Jakarta

Hari ini, Senin tanggal 16 Mei 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 9 Sya'ban 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 27 Ordibehesht 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Ibnu Barraj Tharablusi Meninggal Dunia

956 tahun yang lalu, tanggal 9 Sya'ban 481 Hijriah, Ibnu Barraj Tharablusi, seorang ulama besar Mesir meninggal dunia.

Ibnu Barraj sebenarnya dilahirkan di Mesir. Akan tetapi, dikarenakan selama beberapa tahun menjadi hakim di Kota Tharablus (Tripoli), sebuah kawasan di utara Lebanon, ia lantas dikenal dengan nama Tharablusi.

Semasa hidupnya, ia belajar kepada ulama-ulama besar zaman itu, di antaranya Syaikh Thusi. Dia kemudian banyak menulis buku-buku agama, yang paling terpenting adalah kitab "al-Jawamiul Fiqih " yang berisi sekitar 820 tanya-jawab di bidang fiqih. Kitab ini dianggap sebagai salah satu rujukan utama dalam ilmu agama Islam.

Ibnu Anbari, Ahli Bahasa Wafat

860 tahun yang lalu, tanggal 9 Sya’ban 577 Hq, Abu al-Barakat, Kamaluddin Abdurrahman bin Muhammad yang lebih dikenal dengan Ibnu Anbari meninggal dunia.

Ibnu Anbari menyelesaikan pendidikannya di Nezhamiyah, Baghdad dan dikarenakan kecerdasannya, beliau mampu meraih derajat keilmuwan yang tinggi di bidang fiqih dan sastra, sekaligus mengajar di sana. Setelah menyelesaikan pendidikan lebih tinggi, beliau akhirnya menjadi guru besar di masanya.

Sejak saat itu, karya-karya tulisnya semakin populer dan para pelajar ilmu agama dari pelbagai penjuru dunia Islam mulai berguru kepadanya. Ibnu Anbari punya kelebihan dalam mendidik murid. Karena setiap orang yang belajar kepadanya di kemudian hari menjadi terkenal. Semua itu berkat kepribadiannya yang senantiasa bertakwa, zuhud dan ikhlas dalam segala perbuatannya.

Ibnu Anbari memenuhi waktunya dengan menulis buku-buku nahwu. Beliau berusaha untuk mendekatkan kaidah ushul fiqih dan nahwu. Itulah mengapa dalam memahami nahwu, beliau lebih menggunakan metode para ahli fiqih. Ia meninggalkan banyak buku dan risalah. Yang paling terkenal dari karyanya adalah buku Asrar al-Arabiah.

Honduras Dijajah Spanyol

 

514 tahun yang lalu, tanggal 16 Mei tahun 1502, Columbus pertama kali menginjakkan kaki di benua Amerika untuk pertama kalinya di Trujillo di utara Honduras.

Kawasan itu oleh Columbus diberi nama Honduras yang berarti "kedalaman" karena letaknya di tepi laut Karibia yang sangat dalam. Bangsa Spanyol mendirikan pemukiman di Trujillo pada tahun 1525, namun kemudian mencari daerah jajahan lain yang lebih tinggi.

 

Pada tahun 1537, Spanyol mendirikan pemukiman di Comayagua di Honduras tengah dan kota ini menjadi pusat politik dan agama Honduras hingga 350 tahun kemudian. Sejak tahun 1880, Tegucigalpa dijadikan ibu kota Honduras. Penduduk pribumi Honduras awalnya melakukan perlawanan terhadap kolonial spanyol, namun pada tahun 1538, perlawanan tersebut lenyap setelah terbunuhnya pemimpin perjuangan itu.

 

Pada tahun 1821, bersama dengan negara-negara Amerika Latin lainnya, Honduras berhasil merdeka dari kekuasaan Spanyol.

 

Perjanjian Sykes-Picot Ditandatangani

 

100 tahun yang lalu, tanggal 16 Mei tahun 1916, perjanjian bersejarah Sykes-Pycot ditandatangani oleh wakil negara Perancis, Inggris, dan Rusia. Namun kemudian, karena pecahnya Revolusi Bolshevik, Rusia mengundurkan diri dari perjanjian ini.

Atas dasar perjanjian Sykes-Picot, negara-negara Arab yang semula menjadi bagian dari Imperium Ottoman, dibagi-bagi oleh Perancis dan Inggris. Dengan demikian, Irak dan Yordania, termasuk juga kawasan Palestina, dikuasai oleh Inggris, sedangkan Syria dan Libanon dikuasai Perancis.

 

Perjanjian Sykes –Picot memiliki dampak jangka panjang, yaitu persiapan pembentukan negara Zionis tahun 1948 di atas tanah Palestina yang semula dijajah Inggris.

Imam Khomeini ra Tinggal di Jamaran, Tehran

36 tahun yang lalu, tanggal 27 Ordibehesht 1359 Hs, Imam Khomeini tinggal di Jamaran, Tehran.

Imam Khomeini ra setelah kemenangan Revolusi Islam Iran dan dimulainya akfititas kerja pemerintahan sementara, pada 10 Isfand 1357 Hs beliau pindah dari Tehran ke Qom. Beliau tinggal di sana hingga diketahui menderita penyakit jantung pada 2 Bahman 1358 HS.

Setelah dirawat selama 39 hari di Rumah Sakit Jantung Tehran, untuk beberapa waktu beliau tinggal di kawasan Darban, Tehran. Setelah itu pada tanggal 27 Ordibehesht 1359 Hs beliau pindah ke sebuah rumah sederhana di kawasan Jamaran. Beliau tinggal di rumah itu sampai ajal menjemputnya.