Lintasan Sejarah 18 Mei 2016
Hari ini, Rabu tanggal 18 Mei 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 11 Sya'ban 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 29 Ordibehesht 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Ali bin Husein Terlahir ke Dunia
1404 tahun yang lalu, tanggal 11 Sya'ban tahun 33 Hq, Ali bi Husein, putra tertua Imam Husein as, cucu Nabi Muhammad Saw, terlahir ke dunia di kota Madinah.
Ali bin Husain memiliki banyak kemiripan dengan Rasulullah. Dia dibesarkan serta dididik oleh kakeknya, Imam Ali as dan ayahnya, Imam Husain as.Oleh karena itulah, beliau mencapai derajat keilmuan dan makrifat yang tinggi.
Karena namanya sama dengan nama putra Imam Husein yang lain, maka Ali bin Husein dijuluki sebagai Ali Akbar. Pada peristiwa kebangkitan Imam Husein di Karbala, Ali Akbar adalah salah satu pejuang pembela Imam Husein yang utama dan beliau gugur syahid pada tanggal 10 Muharam.
Sinai Ghaznawi Wafat
908 tahun yang lalu, tanggal 11 Sya'ban 529 Hq, Sina'iy Ghaznawi, penyair, ahli hikmah dan sufistik terkemuka Iran, meninggal dunia di kota Ghaznin.
Sinai Ghaznawi dilahirkan pada tahun 467 Hq dan pada masa mudanya, ia banyak menciptakan syair yang memuja para raja. Kemudian, ia meninggalkan kegiatannya itu dan hidup sebagai seorang sufi.
Dalam syair-syairnya, ia banyak mengkritik kezaliman pemerintah. Sina'iy merupakan pengubah aliran syair Persia dan menciptakan variasi baru di dalamnya. Dalam bangunan syair tradisional Persia, khususnya dalam qasidah dan ghazal, Sina'iy memberikan hawa dan suasana baru.
Di antara karya Sina'iy yang terpenting adalah buku "Taman Kebenaran" yang berisi syair-syair dalam pola Matsnawi. Di dalamnya, Sina'iy mengungkapkan pemikiran dan akhlak sufi.
Napoleon Diangkat Sebagai Kaisar
212 tahun yang lalu, tanggal 18 Mei tahun 1804, atas pengesahan senat Perancis, Napoleon Bonaparte resmi diangkat sebagai kaisar negara itu.
Dengan demikian, 15 tahun setelah kemenangan revolusi Perancis, Perancis kembali dikuasai oleh sistem kerajaan. Selama masa kekuasaannya, Napoleon amat berambisi untuk memperluas wilayah kekuasaan dan untuk itu dia mengobarkan perang terhadap berbagai negara di Eropa.
Sepuluh tahun kemudian, menyusul kekalahan demi kekalahan yang dialami Napoleon dalam berbagai peperangan, dia pun digulingkan dari kekuasaannya dan akhirnya meninggal di pengasingan.
Perancis Mulai Menginvasi Aljazair
186 tahun yang lalu, tanggal 18 Mei tahun 1830, tentara Perancis memulai invasinya ke Aljazair atas perintah Raja Charol Kesepuluh.
Alasan yang diungkapkan oleh raja Perancis atas invasinya ini adalah karena dalam usahanya menagih piutang dari Perancis yang jumlahnya mencapai 7 juta Frank, pemerintah Aljazair telah memberikan ancaman terhadap Perancis.
Berlawanan dengan perkiraan pemerintah Perancis, rakyat Aljazair melakukan perlawanan gigih terhadap invasi tersebut. Namun akhirnya Perancis berhasil menduduki negeri itu dan menjajahnya hingga tahun 1962.
Allamah Mohammad Taqi Shoshtari Wafat
21 tahun yang lalu, tanggal 29 Ordibehesht 1374 Hs, Allamah Mohammad Taqi Shoshtari meninggal dunia di usia 93 tahun dan dikuburkan di kota Shostar.
Allamah Sheikh Mohammad Taqi Shoshtari, anak Sheikh Mohammad Kazem lahir keluarga ulama pada 1281 Hs di kota Najaf, Irak. Pada usia 7 tahun beliau pergi ke kota Shoshtar dan setelah menyelesaikan pendidikan dasar agamanya, Allamah Taqi Shostari belajar kepada Sayid Ali Asghar Hakim, Sayid Mahdi Al Tayyib dan Sayid Mohammad Taqi Sheikh al-Islam, sehingga mencapai derajat ijtihad.
Allamah Shoshtari tidak mampu menghadapi kezaliman pemerintahan Reza Khan Pahlevi dan pada tahun 1314 Hs beliau kembali ke Najaf, hingga lengsernya Reza Khan Pahlevi.
Kehidupan Allamah Shoshtari sangat sederhana dan lebih banyak diisi dengan mengkaji, mengajar dan menulis, di samping beribadah. Beliau sangat dikenal dengan akhlaknya yang mulia.
Beliau banyak meninggalkan karya tulis yang menunjukkan kedalaman ilmunya seperti Qamus ar-Rijal fi Tahqiq Ruwat al-Syiah wa Muhadditsihim dalam 14 jilid, Bahj al-Shibaghah fi Syarh Nahjul Balaghah dalam 14 jilid yang ditulis beliau selama 50 tahun, an-Naj'ah fi Syarh al-Lum'ah dalam 11 jilid, al-Arba'una Haditsan, Qadhau Amiril Mukminin Ali bin Abi Thalib as dan lain-lain.