May 19, 2016 05:52 Asia/Jakarta

Hari ini, Kamis tanggal 19 Mei 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 12 Sya'ban 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 30 Ordibehesht 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Hasan Andalusi Meninggal Dunia

939 tahun yang lalu, tanggal 12 Sya'ban 498 Hq, Hasan bin Hafidh Andalusi, seorang ahli hadis dan tabib terkenal Andalusia meninggal dunia.
Hasan bin Hafidh yang lebih dikenal dengan nama al-Ghassani, menulis berbagai kitab penting, di antaranya yang berjudul "Tamjid Al-Muhmal", berisikan biografi tokoh-tokoh penting yang hidup pada zaman itu.
Beograd Diduduki Ottoman
 
495 tahun yang lalu, tanggal 19 Mei tahun 1521, setelah melalui peperangan sengit, tentara imperium Ottoman berhasil menduduki kota Beograd di semenanjung Balkan.
Imperium Ottoman sejak akhir abad ke-14 memulai perluasan kekuasaannya di Balkan sampir akhirnya berhasil menguasai hampir seluruh wilayah Balkan.
 
Pada tahun 1541, Ottoman juga berhasil menguasai sebagian wilayah Hongaria. Namun, seiring dengan semakin besarnya infiltrasi negara-negara kuat Eropa, seperti Inggris dan Perancis, kekuatan Ottoman pun semakin melemah. Secara bertahap, hingga awal abad ke-20, wilayah-wilayah yang semula berada di bawah kekuasaan Ottoman satu persatu berhasil melepaskan diri dan menjadi negara merdeka.
Sayid Al-Atibba Tabrizi Wafat
121 tahun yang lalu, tanggal 12 Sya'ban tahun 1316 Hq, Sayidul Atibba Tabrizi, seorang ahli fiqih dan dokter terkenal Iran meninggal dunia.
Sayid al-Atibba dilahirkan di Kota Tabriz, sebuah kawasan di barat laut Iran. Sejak masa mudanya, ia menunjukkan minat yang sangat besar kepada sastra ilmu-ilmu agama. Setelah itu, ia belajar ilmu kedokteran kepada sejumlah ilmuwan pada zamannya.
Di antara kitab-kitab yang ditulisnya adalah "Sejarah Tabriz" dan "Aturan-Aturan Umum Ibnu Sina".
Lawrence Of Arabia Meninggal
 
81 tahun yang lalu, tanggal 19 Mei tahun 1935, Thomas Edward Lawrence, seorang arkeolog yang berperan besar dalam infiltrasi Inggris di negara-negara Arab, meninggal dunia.
Lawrence sejak muda amat meminati bidang arkeologi dan pada tahun 1910 hingga 1914 ia bekerja sebagai asisten dalam proyek arkelogi yang dilakukan museum Inggris di sungai Eufrat. Dalam proyek itu ia bertanggung jawab dalam mengkoordinasi para pekerja lokal.
 
Lawrence kemudian bekerja di badan intelijen militer Inggris di Kairo saat perang Dunia I meletus dan menjadi ahli di bidang gerakan nasionalis Arab di wilayah kekuasaan Turki Ottoman, yang meliputi Syria, Lebanon, Israel, Jordan, and the Hedjaz region of Saudi Arabia. Ia bertugas sebagai juru bicara tentara Inggris dengan para pemimpin gerakan kebebasan Arab yang ingin memisahkan diri dari Turki. Lawrence sangat berperan besar dalam memprovokasi bangsa Arab untuk melawan Turki yang meguntungkan Inggris dengan lemahnya Ottoman. Lawrence juga memiliki peran besar dalam pengangkatan Raja Faisal di Syria, Raja Abdullah di Yordan, dan Raja Abdul Aziz di Arab.
 
Pengalamannya malang-melintang di dunia Arab dituangkan Lawrence dalam buku berjudul "Tujuh Pillar Kebijaksanaan" dan ia pun dijuluki Lawrence of Arabia.
Pendirian Partai Zahmatkeshan Dukungan Amerika
65 tahun yang lalu, tanggal 30 Ordibehesht 1330 Hs, Partai Zahmatkeshan didirikan oleh Doktor Mozaffar Baghai dengan dukungan Amerika.
Setelah terbentuknya pemerintahan Doktor Mosaddegh dan hadirnya tokoh-tokoh yang memiliki rapor buruk di masa lalu dalam komposisi pemerintah membuat munculnya friksi di barisan Front Nasional. Hal ini membuat sebagian anggota pentingnya seperti Ayatullah Kashani dan Doktor Mozaffar Baghai memilih mundur dari partai ini. Pasca pengunduran dirinya dari Front Nasional, Doktor Baghai membentuk partai Zahmatkeshan pada 30 Ordibehesht 1330 Hs dan berhasil merekrut banyak tokoh. Partai Zahmatkeshan merupakan gabungan dari para preman dan sebagian cendekiawan yang didukung oleh Amerika.
Partai Zahmatkeshan didirikan dengan tujuan menghadapi partai Tudeh yang kekiri-kirian dan mencegah pengaruh komunis serta mempersiapkan kudeta Amerika pada 28 Mordad 1332 Hs. Partai ini tidak lain adalah boneka AS dan alat intervensif mereka menggulingkan pemerintahan Doktor Mosaddegh.
Perlu diketahui bahwa seklipun Ayatullah Kashani dari sisi akidah dan mazhab punya sedikit kesamaan dengan Front Nasional dan Doktor Baghai, tapi demi maslahat yang lebih besar bagi rakyat dan negara, beliau bergabung dengan tokoh-tokoh nasionalis dan membentuk partai Front Nasional (Jebheh Melli). Dengan demikian, kehadiran Ayatullah Kashani di partai Front Nasional bukan berarti beliau mengakui kinerja mereka, tapi yang menjadi konsen beliau adalah maslahat lebih besar terkait umat Islam.