Lintasan Sejarah 20 Mei 2016
Hari ini, Jumat tanggal 20 Mei 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 13 Sya'ban 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 31 Ordibehesht 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Muhamad Khalidi Wafat
237 tahun yang lalu, tanggal 13 Sya'ban 1200 Hq, Husein bin Muhammad Shaleh Khalidi, seorang ulama terkemuka abad ke-13 Hijriah, meninggal dunia.
Muhammad Khalidi dilahirkan di Baitul Maqdis dan di kota itulah ia menuntut ilmu-ilmu yang berkembang pada zaman itu.
Selain dikenal sebagai ulama, Khalidi juga terkenal karena keahliannya dalam menulis indah dan menyusun syair dalam bahasa Arab.
Honore de Balzac Lahir
217 tahun yang lalu, tanggal 20 Mei tahun 1799, Honore de Balzac, seorang penulis Perancis terkenal, terlahir ke dunia.
Awalnya Balzac menuntut ilmu di bidang hukum di Universitas Sorbonne Perancis dan selama beberapa waktu bekerja di biro hukum, sampai akhirnya memutuskan untuk menjadi penulis. Hingga tahun 1822, Balzac menulis beberapa novel dengan menggunakan nama samaran, namun tidak mendapatkan sambutan dari masyarakat. Balzac juga mendirikan perusahaan percetakan dan penerbitan, namun gagal dan diapun terlilit hutang besar.
Sejak tahun 1829, Balzac menulis dengan nama aslinya dan akhirnya secara bertahap dia menjadi terkenal dan bahkan dianggap sebagai salah satu pencipta aliran realisme dalam sastra. Novel dan cerpen karya Balzac dalam jumlah yang sangat banyak dikumpulkan menjadi satu di bawah judul The Human Comedy. Honore de Balzac meninggal dunia tahun 1850.
John Stuart Mill Lahir
210 tahun yang lalu, tanggal 20 Mei tahun 1806, John Stuart Mill, seorang filsuf Inggris, terlahir ke dunia.
John Stuart Mill adalah anak dari seorang filsuf terkenal, James Mill. Atas didikan ayahnya pula, pada usia 12 tahun John Mill telah mempelajari karya-karya Aristoteles, Hobbes, Plato, dan Adam Smith. John Mill kemudian menjadi penganut paham utilitarian, yaitu sebuah paham yang menyatakan bahwa adanya manfaat merupakan asas dari kebenaran.
Pada usia 17 tahun, Mill telah mendirikan kelompok diskusi bernama Utilitarian Society. Mill kemudian aktif menulis di bidang filsafat dan ekonomi di berbagai jurnal dan koran. Ia juga menulis banyak buku di bidang filsafat dan ekonomi, di antaranya berjudul Principles of Political Economy. John Stuart Mill meninggal dunia tahun 1873.
Andi Sultan Daeng Radja Lahir
122 tahun yang lalu, tanggal 20 Mei 1894, Haji Andi Sultan Daeng Radja lahir di Matekko, Gantarang.
Andi Sultan Daeng Radja adalah seorang tokoh kemerdekaan Indonesia dan pahlawan nasional dari Sulawesi Selatan. Tahun 1930, Andi Sultan Daeng Radja mendapat kehormatan menjadi Jaksa pada Landraad Bulukumba.
Tanggal 8 Januari 1950, setelah Konferensi Meja Bundar (KMB) dan pengakuan kedaulatan RI oleh Pemeritah Belanda, Sultan Daeng Radja kemudian dibebaskan oleh Belanda dan kembali ke Bulukumba. Andi Sultan Daeng Radja wafat pada 17 Mei 1963 di Rumah Sakit Pelamonia Makassar dalam usia 70 tahun. Semasa hidupnya, Andi Sultan Daeng Radja memiliki empat istri dan 13 anak.
Abul Hasan Forughi meninggal dunia
58 tahun yang lalu, tanggal 13 Sya'ban tahun 1379 Hq, Abul Hasan Forughi, tokoh intelektual dan sastrawan besar Iran meninggal dunia.
Foroughi lahir di Tehran dan mengenyam pendidikan ilmu klasik dan modern di kota ini. Usai merampungkan jenjang pendidikan, ia mengajar ilmu geografi dan sejarah. Beberapa tahun kemudian, Foroughi diangkat sebagai dosen di Universitas Tehran dan menjadi anggota Pusat Kebudayaan Iran.
Foroughi wafat dan meninggalkan sejumlah karya tulis diantaranya adalah "Tarikh-e Adabiyaat-e Iran" atau sejarah sastera Iran, "Sarmaye'ye Saadat" atau bekal kebahagiaan, dan buku akidah sosial dan filosofis yang ditulisnya dalam bahasa Perancis.
Imam Khomeini ra Kembali Masuk Rumah Sakit
Tanggal 31 Ordibehesht 1368 Hs, Imam Khomeini ra kembali masuk rumah sakit untuk dioperasi.
Begitu semakin jelas tanda-tanda pendarahan di alat pencernaan Imam Khomeini ra pada 28 Ordibehesht 1368 Hs, beliau kembali sakit dan bahkan semakin parah. Para dokter siang malam melakukan pengecekan kesehatan beliau dan pada 31 Ordibehesht 1368 beliau dipindahkan ke rumah sakit untuk dilakukan operasi.
Pasca operasi atas alat pencernaannya, rakyat Iran melakukan doa bersama di masjid-masjid di seluruh penjuru negeri mendoakan kesembuhan beliau. Akhirnya, setelah tim dokter mengerahkan segala kemampuannya agar kondisi fisik Imam Khomeini ra membaik, namun pada malam tanggal 14 Khordad 1368, beliau meninggal dunia.