May 21, 2016 05:09 Asia/Jakarta

Hari ini, Sabtu tanggal 21 Mei 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 14 Sya'ban 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 1 Khordad 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Iran Peringati Hari Mulla Sadra

Tanggal 1 Khordad Iran memperingati Hari Mulla Sadra, Filsuf Muslim Iran.

Sadr ad-Din Mohammad Shirazi yang dikenal dengan sebutan Sadr al-Mutaallihin dan Mulla Sadra lahir pada 9 Jumadil Awal 980 Hq di kota Shiraz. Fondasi keilmuan dan akhlaknya dibangun dengan menghadiri kuliah yang disampaikan gurunya Sheikh Bahai, ulama besar di masa kekuasaan Dinasti Safavi, Persia. Setelah itu beliau belajar filsafat, teologi dan irfan kepada Mirdamad dan ilmu-ilmu alam, matematika, perbintangan dan arsitektur pada Hakim Abul Qasem Mir Fandaraski.

Dengan penguasaannya akan filsafat Paripatetik, Iluminasi, Mulla Sadra kemudian sistem pemikiran filsafatnya dan menamakan aliran pemikirannya dengan Hikmah Muta’aliyah. Beliau menggabungkan empat aliran pemikiran penting seperti irfan, filsafat yang mencakup Paripatetik dan Iluminasi serta ajaran agama Islam dan membangun basis filsafat Hikmah Muta’aliyah. Mulla Sadra dalam bangunan filsafatnya berhasil menggabungkan irfan, filsafat dan agama atau penyucian jiwa, rasionalitas dan wahyu dalam sebuah sistem pemikiran yang harmonis. Mulla Sadra berusaha menafsirkan agama dengan pendekatan irfan dan filsafat. Beliau meninggalkan banyak karya tulis dan yang terpenting adalah buku monumentalnya al-Asfar al-Arba’ah.

Akhirnya alim dan filsuf ini meninggal dunia pada 1050 Hq di usia 70 tahun di kota Basrah dan dikebumikan di kota itu juga.

Ibnu Yunus Meninggal Dunia

798 tahun yang lalu, tanggal 14 Sya'ban 639 Hq, Ibnu Yunus, ahli fiqih, kedokteran, dan matematika muslim abad ke-7, meninggal dunia.

Ibnu Yunus menimba ilmu-ilmu dasar dari ayahnya dan kemudian melanjutkan dengan belajar kepada ulama-ulama terkemuka pada zaman itu. Pada masa itu, Islam sedang berada dalam kegemilangan keilmuan dan peradabannya.

Setelah menyelesaikan pendidikannya, Ibnu Yunus mengajar pada sekolah-sekolah di Kairo dan menulis berbagai buku. Di antara karya-karya adalah buku berjudul "Asrarus-Salathiniyah".

Henry Poincare Lahir

 

162 tahun yang lalu, tanggal 21 Mei 1854, Henry Poincare seorang matematikawan terkenal Perancis, terlahir ke dunia.

Awalnya Poincare menuntut ilmu di politeknik dengan cita-cita menjadi insinyur. Namun di sela-sela waktunya, ia selalu mempelajari matematika dan akhirnya mengajukan tesis doktoral di bidang matematika. Pada tahun 1879, Poincare diangkat sebagai profesor matematika di Caen University dan dua tahun kemudian dipromosikan ke Sorbonne tempat dia mengajar sampai akhir hayatnya.

 

Poincare berjasa dalam membangun konsep fungsi automorfi yang digunakannya untuk menyelesaikan masalah diferensial. Poincare juga mempelajari dan mengembangkan bidang topologi, probabilitas, teori cahaya, dan gelombang elektromagnetik. Pemikiran Poincare mengenai ruang angkasa dan waktu yang diterbitkan tahun 1895 telah memainkan peran kunci dalam penemuan teori relativitas Albert Einstein and Hendrik Lorentz.

 

Sepanjang hidupnya, Poincare menulis lebih dari 30 buku dan 500 makalah teknik. Ia meninggal dunia tahun 1912.

Penyair Farhang Lahir

136 tahun yang lalu, tanggal 14 Sya'ban 1301 Hq, Mirza Muhammad Khan, yang lebih dikenal dengan nama "Farhang", seorang penulis dan penyair Iran, terlahir ke dunia di kota Tehran.

Pada usianya ke-7 tahun, ayahnya meninggal dunia dan karenanya, dia harus bekerja keras untuk bisa menyelesaikan pendidikannya.

Dalam periode Revolusi Konstitusional di Iran, Farhang merupakan salah satu pejuang yang aktif. Selain beraktivitas politik, Farhang bekerja sebagai wartawan surat kabar. Dia menerbitkan suratkabar "Farhang", "Khavarestan", dan "Payetakht". Farhang juga pernah menjalani pendidikan di Wina, Istanbul, Paris, dan Swiss.

Karya-karya syair Farhang dikenal memiliki gaya yang alami dan lancar. Umumnya, karya-karya syair Farhang dimuat di koran-koran Iran, Perancis, dan Turki.

Embargo AS Terhadap Iran Dimulai

36 tahun yang lalu, tanggal 1 Khordad 1359 Hs, dimulailah embargo ekonomi yang dilancarkan AS terhadap Republik Islam Iran.

Kemenangan Revolusi Islam yang membuat tergulingnya pemerintahan Shah Pahlevi dukungan AS, membuat AS tidak bisa lagi meneruskan imperialismenya di Iran. Oleh karena itulah AS melancarkan embargo ini sekaligus juga memprovokasi Irak untuk menginvasi Iran.

Selama perang Irak-Iran, AS merupakan penyuplai utama senjata dan dana bagi Irak, termasuk memberikan bantuan dalam proyek produksi senjata massal yang digunakan rezim Saddam dalam menyerang Iran. Dalam menanggapi embargo ini, Imam Khomeini menyatakan, “Kita jangan pernah takut atas embargo ini. Jika mereka mengembargo kita, kita akan lebih giat bekerja dan hal ini bermanfaat bagi kita. Orang-orang yang takut terhadap embargo hanyalah orang-orang yang menjadikan ekonomi dan duniawiah sebagai tujuan hidupnya semata.”