Lintasan Sejarah 3 Juni 2021
Jun 03, 2021 09:42 Asia/Jakarta
-
Lintasan Sejarah 3 Juni 2021
Abu Ishaq Kisai Marwazi Lahir
1101 tahun yang lalu, tanggal 22 Syawal 341 HQ, Abu Ishaq Kisai Marwazi, seorang penyair terkenal Iran, terlahir ke dunia.
Masa hidup Abu Ishaq Kisai Marwazi bersamaan dengan akhir masa pemerintahan Samai dan awal periode Ghaznawi di Iran. Awalnya, Kisai adalah seorang penyair yang memuji-muji penguasa, namun kemudian seiring dengan pergulatan batinnya, ia menjalani hidup sebagai zuhud dan taat beribadah. Kisai pun menyusun syair-syair yang memuji-muji Rasulullah dan Ahlul Baitnya.
Dalam syair-syairnya, Kisai sangat pandai dalam menggunakan kata-kata dan peribahasa. Dia dianggap sebagai penyair yang membawa syair-syair nasehat dan hikmah bahasa Persia ke tahap kesempurnaan dan menyebakan lahirnya penyair-penyair besar Persia seperi Naser Khosrow. Penyair besar Persia ini meninggal dunia tahun 394 Hijriah.
Teknik Pemisahan Plasma Darah Ditemukan
117 tahun yang lalu, tanggal 3 Juni 1904, Charles Richard Drew, seorang dokter penemu teknik pemisahan dan pengawetan plasma darah, terlahir ke dunia di kota Washington D.C.
Charles Richard Drew menuntut ilmu kedokteran di McGill University di Montreal, Kanada. Pada tahun 1938, Drew mendapat beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di Columbia Univesity, New York dan di sana ia melakukan penelitian terhadap berbagai problem yang ditemukan dalam transfusi darah.
Selama penelitian itu, dia menemukan bahwa plasma darah atau cairan darah yang tidak mengandung sel, dapat dikeringkan dan disimpan dalam waktu lama tanpa mengalami kerusakan. Penemuan besar Charles Drew ini mendapat sambutan dari dunia internasional dan pada tahun 1939, Drew menerima bantuan dana dari Asosiasi Transfusi Darah dan ia membuka bank penyimpanan darah di Columbia Presbyterian Hospital.
Pada tahun 1940, Charles Drew menerima gelar doktor dan menjadi warga AS kulit hitam pertama yang menerima gelar ini. Charles Drew meninggal dunia tahun 1950 akibat kecelakaan mobil.
Pidato Imam Khomeini Sore Hari Asyura di Qom
58 tahun yang lalu, tanggal 13 Khordad 1342 HS yang bertepatan dengan sore hari Asyura, Imam Khomeini ra menyampaikan pidato penting mengritik keras rezim Pahlevi.
Pada awal bulan Muharram 1383 HQ yang bertepatan dengan bulan Khordad 1342 HS, Qom telah berubah menjadi pusat gerakan anti rezim Shah Pahlevi. Pada sore hari Asyura tahun itu yang bertepatan dengan tanggal 13 Khordad 1342 HS, Imam Khomeini ra hadir di Madrasah Feizieh, Qom untuk menyampaikan pidato penting mengritik keras rezim Pahlevi dan mengungkap kejahatan rezim taghut dan tuannya Amerika dan Israel.
Rakyat yang hadir untuk mendengar pidato Imam sedemikian banyaknya, sehingga memenuhi seluruh halaman Madrasah Feizieh, komplek makam suci Hazrate Fatimah Maksumah as dan jalan-jalan di sekitarnya.
Menyusul pidato tersebut, pagi dini hari tanggal 15 Khordad 142 HS, pasukan Shah mendatangi rumah Imam Khomeini ra di Qom secara diam-diam dan menahan beliau lalu dibawa ke penjara Tehran. Namun beberapa jam setelahnya rakyat Qom yang mengetahui peristiwa itu mulai turun ke jalan-jalan melakukan demonstrasi menuntut pembebasan segera Imam Khomeini ra, menentang kediktatoran Shah dan menuntut dibentuknya pemerintahan Islam.
Rezim Shah mereaksi demonstrasi itu dengan penembakan brutal ke arah rakyat yang menyebabkan banyak rakyat yang gugur syahid, tapi kebangkitan ini justru abadi dan tercatat dalam sejarah sebagai Kebangkitan 15 Khordad 1342 HS.[]
Tags