Lintasan Sejarah 22 Mei 2016
Hari ini, Ahad tanggal 22 Mei 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 15 Sya'ban 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 2 Khordad 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Imam Mahdi Lahir
1182 tahun yang lalu, tanggal 15 Sya'ban 255 Hq, Imam Mahdi, sang juru selamat di akhir zaman terlahir ke dunia di Kota Samarra, Irak.
Imam Mahdi adalah putera dari Imam Hasan al-Askari as, dan merupakan generasi keturunan Rasulullah Saw. Imam Mahdi memiliki nama dan panggilan yang sama dengan Rasulullah, yaitu Muhamad dan Abul Qasim.
Sampai berusia lima tahun, Imam Mahdi berada di samping ayahnya. Pada usia itulah ayahandanya, yaitu Imam Hasan al-Askari, mengapai kesyahidan, dan beliau menerima tampuk imamah atau kepimimpinan atas umat Islam. Dengan kehendak Ilahi, beliau kemudian menghilang untuk jangka waktu tertentu. Selama 69 tahun, Imam Mahdi memimpin umatnya melalui perantaraan para utusan khususnya yang berjumlah empat orang.
Di usianya yang ke 74 tahun, Imam Mahdi kemudian menghilang atau ghaib untuk jangka waktu yang sangat lama. Berdasarkan berbagai keterangan hadis yang kuat, beliau kelak akan muncul kembali di akhir zaman untuk memimpin dunia ini dengan penuh keadilan dan ketentraman. Saat itu, berbagai kezaliman, kefakiran, dan diskriminasi akan dilenyapkan dari muka bumi. Karena itulah, kemunculam kembali Imam Mahdi menjadi harapan terbesar para pencari keadilan, dan mereka selalu berupaya untuk menciptakan kondisi yang bisa mempercepat kemunculan beliau.
Dalam al-Quran surat al-Qashash ayat 5 disebutkan bahwa Allah Swt berkehendak untuk menjadikan orang-orang yang tertindas sebagai penguasa dan pewaris di muka bumi. Untuk itulah, di Iran, tanggal 15 Sya'ban ini dijadikan sebagai Hari Mustadh’afin (Orang-Orang Tertindas).
Victor Hugo Meninggal
131 tahun yang lalu, tanggal 22 Mei 1885, Victor Hugo, seorang sastrawan besar Perancis, meninggal dunia. Hugo merupakan penyair, penulis novel, dan drama aliran romantik Perancis terpenting abad ke-19.
Pada usia 25 tahun, Hugo telah diterima dalam Akademi Perancis dan diangkat sebagai anggota parlemen. Namun, karena penentangannya atas despotisme pemerintahan Napoleon III, Hugo diasingkan selama 20 tahun.
Selama periode itulah Hugo melahirkan karya-karyanya yang kemudian menjadi sangat terkenal. Karya Hugo yang paling terkenal berjudul The Hunchback of Notredame dan Les Miserables. Karya puisi dan novel Hugo menggabungkan pertanyaan politis dan filosofis dengan kisah-kisah pada zaman itu. Karya-karya Hugo sangat disukai oleh masyarakat Perancis, sehingga ketika ia meninggal dunia, upacara pemakamannya dilaksanakan oleh pemerintah dan diikuti oleh tiga juta orang.
Vladimir Mayakovsky lahir
123 tahun yang lalu, tanggal 22 Mei 1893, Vladimir Mayakovsky, seorang penyair Rusia terkenal, terlahir ke dunia.
Sejak usia 14 tahun Mayakovsky telah terjun dalam dunia politik dengan bergabung dalam Partai Bolshevik dan berjuang untuk menumbangkan kekaisaran Rusia yang despotik. Akibat aktivitasnya itu, Mayakovsky berkali-kali dipenjarakan dan di dalam penjara itulah ia menulis puisi pertamanya. Mayakovsky lalu menghentikan aktivitas politiknya dan masuk ke Institut Senirupa dan Arsitektur Moskow.
Pada tahun 1912, untuk pertama kalinya Mayakovsky menerbitkan karya puisinya berjudul Noch dan Utro. Selain menulis puisi, Mayakovsky juga menulis naskah-naskah teater dan sekaligus menjadi pemainnya. Karya-karya Mayakovsky umumnya sarat dengan paham revolusioner komunis. Ia berpendapat bahwa sastra haruslah menggunakan bahasa masyarakat awam dan menjelaskan kehidupan masyarakat dan impian-impian mereka. Salah satu karya drama Mayakovsky berjudul Mysteri Bouffe yang mengisahkan kemenangan kaum proletar melawan kaum borjuis.
Pemilu Presiden Iran Periode Ketujuh
19 tahun yang lalu, tanggal 2 Khordad 1376 Hs, diselenggarakan periode ketujuh pemilu presiden Republik Islam Iran.
Pemilu pilpres ini tidak hanya penting bagi rakyat Iran, tapi juga menjadi perhatian serius di tingkat internasional sebagai peristiwa politik dan sosial penting yang terjadi di Iran setiap empat tahun sekali. Alasan utama perhatian masyarakat internasional terkait pemilu ini berpulang pada kenyataan bahwa mereka tidak menyangka rakyat Iran akan berpartisipasi secara luas dalam pemilu ini.
Dalam periode pilpres ini, Hujjatul Islam Sayid Mohammad Khatami meraih suara terbanyak dengan 20 juta suara dari hampir 30 juta suara sah dan terpilih sebagai Presiden Republik Islam Iran ke-5 Iran.
Banyak pendapat terkait partisipasi luas rakyat Iran dalam pemilu presiden ketujuh ini, tapi menurut bangsa Iran, kehadiran rakyat Iran adalah menyambut seruan Wali Faqih, Sayid Ali Khamenei. Sejatinya, rakyat Iran sebelum memilih calon presidennya, mereka telah terlebih dahulu menyatakan kesetiaannya kepada Republik Islam Iran.