May 25, 2016 05:39 Asia/Jakarta

Hari ini, Senin tanggal 23 Mei 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 16 Sya'ban 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 3 Khordad 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Ibnu Syahr Asyub Wafat

849 tahun yang lalu, tanggal 16 Sya'ban 588 Hq, Ibnu Syahr Asyub, seorang ahli fiqih, tafsir, dan ahli hadis muslim, meninggal dunia.

Ibnu Syahr Asyub sejak kanak-kanak telah memulai pendidikannya dan pada usia delapan tahun, dia sudah menghapal al-Quranal-Karim. Dia menimba ilmu pada ulama-ulama besar saat itu, seperti Zamakhsyari, Muhammad Ghazali, dan Khatib Kharazmi.

Selain menguasai bidang agama, Ibnu Syahr Asyub juga dikenal sebagai penyair. Dia banyak menciptakan syair-syair yang memuji keutamaan Ahlul Bait rasulullah Saw. Syair-syair tersebut dibukukan dalam kitab "Manaqib Ali Abi Thalib".

Ibnu Syahr Asyub juga menulis buku-buku agama, di antaranya berjudul "Mutasyabihul Quran wa Mukhtalifuhu" dan "Ma'alimul Ulama".

Amir Ahmad Minaiy Lahir

193 tahun yang lalu, tanggal 16 Sya'ban 1244 Hq, Amir Ahmad Mina'iy, penyair dan penulis India, terlahir ke dunia.

Amir Ahmad Minaiy mulai mulai menulis syair sejak usia 15 tahun. Syair-syairnya dikenal memiliki gaya yang menyentuh hati, kuat, dan lancar. Selain itu, Amir Ahmad Mina'iy juga menulis karya-karya prosa. Dia banyak menulis qasidah yang memuji-muji keutamaan Rasululah dan Ahlul Baitnya.

Karya-karya Amir Ahmad Mina'iy terdiri dari 22 jilid buku, di antaranya berjudul "Matsnawi Nur Tajalli" yang isinya mengenai kelahiran Rasulullah Saw dan "Syam Abad" yang isinya mengenai wafatnya Rasul.

Syeikh Yusuf Tajul Khalwati Wafat

317 tahun yang lalu, tanggal 23 Mei 1699 pada umur 72 tahun di Cape Town, Afrika Selatan Syeikh Yusuf Tajul Khalwati wafat.

Ia adalah salah seorang pahlawan nasional Indonesia. Pendidikan agama diperolehnya sejak berusia 15 tahun di Cikoang dari Daeng Ri Tassamang, guru kerajaan Gowa. Syeikh Yusuf juga berguru pada Sayid Ba-lawi bin Abdul al-Allamah Attahir dan Jalaludin al-Aydit.

Kembali dari Cikoang Syeikh Yusuf menikah dengan putri Sultan Gowa, lalu pada usia 18 tahun, Syeikh Yusuf pergi ke Banten dan Aceh. Di Banten ia bersahabat dengan Pangeran Surya (Sultan Ageng Tirtayasa), yang kelak menjadikannya mufti Kesultanan Banten. Di Aceh, Syeikh Yusuf berguru pada Syeikh Nuruddin ar-Raniri dan mendalami tarekat Qodiriyah. Syeikh Yusuf juga sempat mencari ilmu ke Yaman, berguru pada Syeikh Abdullah Muhammad bin Abd Al-Baqi, dan ke Damaskus untuk berguru pada Syeikh Abu al-Barakat Ayyub bin Ahmad bin Ayyub al-Khalwati al-Quraisyi. Ia lahir di Gowa, Sulawesi Selatan, 3 Juli 1626.

 

Friedrich Ruckert lahir di Hamburg

 

228 tahun yang lalu, tanggal 23 may 1788, Friedrich Ruckert, penyair dan orientalis Jerman lahir di kota Hamburg.

Friedrich Ruckert adalah seorang peneliti bahasa-bahasa timur dan mengajar di Universitas Jerman. Ruckert banyak sekali menterjemahkan syair-syair dari bahasa Persia, Arab dan Cina ke dalam bahasa Jerman. Dia turut mengunakan metode kesusasteraan timur untuk membaca syair dan dia merupakan salah seorang penyair Jerman yang mengalih bahasakan Diwan Hafez ke dalam bahasa Jerman dan terjemahannya berkali-kali dicetak ulang.

 

Di antara karya terkenalnya ialah Cinta Musim Semi.

Hari Pembebasan Kota Khorramshahr

34 tahun yang lalu, tanggal 3 Khordad 1361 Hs, para pejuang Iran berhasil membebaskan kota Khorramshahr dari tangan pasukan rezim Baath, Irak.

Empat tahap operasi gemilang Baitul Maqdis dimulai pada 1 Khordad 1361 Hs dengan tujuan membebaskan Khorramshahr. Operasi ini dilakukan dengan sandi Ya Muhammad Rasulullah dan pada tahap awal berhasil menguasai pos perbatasan Koushk dan juga berhasil memukul satuan penjaga perbatasan Irak dan berhasil menangkap banyak tentara Irak, termasuk para perwira tinggi mereka.

Menyusul kemenangan besar ini, pertahanan musuh satu persatu akhirnya berhasil dihancurkan oleh para pejuang Iran dan mereka mulai meninggalkan tanah Khorramshar. Pada pukul 6.15 pagi hari Ahad 2 Khordad 1361 Hs, pasukan Iran mengepung Khorramshar yang membuat musuh tidak punya piliha lain, kecuali melarikan diri. Hingga pukul 9 pagi, lebih dari 5 ribu tentara Irak yang ditawan para pejuang Iran.

Keesokan harinya 3 Khordad 1361 Hs, anasir Baath berusaha kembali menguasai daerah-daerah yang telah dibebaskan para pejuang Iran, tapi berkat kejelian para pejuang Iran, maksud itu tidak berhasil, bahkan banyak yang tewas dan lebih dari 3 ribu lainnya yang tertawan. Akhirnya setelah diduduki selama lebih dari 578 hari, kota Khorramshar berhasil dibebaskan dari tentara Irak.

Imam Khomeini ra ketika mendengar berita pembebasan kota Khorramshar langsung mengatakan, "Allah yang membebaskan kota Khorramshar."