May 25, 2016 05:45 Asia/Jakarta

Hari ini, Selasa tanggal 24 Mei 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 17 Sya'ban 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 4 Khordad 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Misbach, Tokoh Sarekat Islam Wafat

90 tahun yang lalu, tanggal 24 Mei 1926 Misbach atau dikenal dengan Haji Merah mengakhiri perjuangan panjangnya karena terkena penyakit Malaria dalam pembuangannya. Ia dikuburkan di Penidi, Manokwari.

Lahir di Kauman, Surakarta, pada 1876. Misbach pernah masuk Sarekat Islam pada tahun 1912, namun baru aktif pada tahun 1914. Misbach pun sempat masuk ke anggotaan Muhammadiyah. Misbach dikenal gigih meluncurkan gagasan dengan menerbitkan surat kabar Islam, mendirikan sekolah-sekolah Islam, dan mendukung pemogokan-pemogokan petani dan buruh di Jawa Tengah seperti Kartosura, Banyudono, Ponggok, dan Tegalgondo. Karena keradikalannya inilah Misbach sering keluar masuk penjara.

Ayatullah Isfahani Wafat

76 tahun yang lalu, tanggal 17 Sya'ban 1361, ulama, ahli fiqih, dan sufi muslim asal Iran, Ayatullah Sheikh Hassanali Isfahani, meninggal dunia.

Ayatullah Sheikh Hassanali Isfahani dilahirkan pada tahun 1279 Hijriah di Isfahan, Iran tengah. Untuk menuntut ilmu, Sheikh Isfahani pergi ke Najaf, Irak. Kemudian beliau ke Mashad, Iran dan hingga akhir umurnya, beliau tinggal di kota itu.

Selain menguasai ilmu-ilmu agama, beliau juga ahli dalam ilmu matematika, perbintangan, dan kedokteran. Namun, Ayatullah Isfahani menjadi terkenal karena derajat sufisme dan kemuliaan akhlaknya yang merupakan hasil dari ibadah dan pembinaan jiwa. Sebagian di antara kemuliaan Ayatullah Isfahani ditulis dalam buku "Tanda-Tanda dari Ketiaadaan Tanda-Tanda" yang ditulis oleh putranya.

Ayatullah Mulla Ali Akhondi Hamedani Wafat

39 tahun yang lalu, tanggal 17 Sya’ban 1398 Hq, Ayatullah Mulla Ali Akhondi Hamedani meninggal dunia dalam usia 85 tahun dan dimakamkan di Hamedan.

Akhondi Mulla Ali Hamedani lahir pada 1313 Hq di salah satu desa Hamedan. Beliau menyelesaikan pendidikan dasarnya di kota kelahirannya dan setelah itu melanjutkan pendidikannya di Tehran. Pada 1340 Hq, beliau pergi ke kota Qom dan belajar kepada Mirza Javad Malaki Tabrizi dan Ayatullah Hairi.

Akhond Mulla Ali Hamedani pada 1350 Hq diperintahkan oleh Ayatullah Hairi Yazdi untuk bermukim di kota Hamedan dan kemudian beliau berhasil mendirikan Hauzah Ilmiah Hamedan. Beliau banyak meninggalkan karya tulis.

Zionis Mundur Dari Lebanon Selatan

 

16 tahun lalu, tanggal 24 Mei tahun 2000, setelah 22 tahun menduduki Lebanon selatan, tentara Zionis akhirnya angkat kaki dari wilayah tersebut.

Pada tahun 1978, tentara Zionis untuk keempat kalinya menyerang Lebanon. Zionis kemudian mendirikan jalur pengaman di wilayah Lebanon Selatan dan membentuk sebuah kelompok semi militer yang terdiri dari orang Lebanon bayaran.

 

Rezim Zionis pada tahun 1982, mengadakan serangan meluas lainnya terhadap Lebanon sehingga menduduki ibu kota Lebanon, Beirut. Pada masa yang hampir bersamaan, di Iran revolusi Islam mengalami kemenangan sehingga membangkitkan semangat keislaman rakyat muslim Lebanon dalam melawan Zionis.

 

Perlawanan ini mengakibatkan tentara Zionis terpaksa mundur hingga ke jalur pengaman di Lebanon selatan pada tahun 1985. Tentara Hizbullah Lebanon meneruskan perjuangan dengan gigih sampai akhirnya tentara Zionis secara menyeluruh keluar dari wilayah Lebanon.

Peresmian Museum Al-Quran di Masjid Saheb Al-Amr Tabriz

15 tahun yang lalu, tanggal 4 Khordad 1380 Hs, museum al-Quran dan kalifgrafi diresmikan di lokasi masjid Saheb al-Amr.

Masjid Saheb al-Amr merupakan masjid kuno kota Tabriz yang terletak di tengah-tengah kota ini. Bangunan ini didirikan oleh Shah Tahmasib I dan sejak awal memang menjadi miliknya. Namun setelah beberapa waktu ketika pasukan Dinasti Ottoman menyerang Iran, masjid Saheb al-Amr dihancurkan rata dengan tanah.

Dalam buku Chalabi tertulis, di bagian timur bundaran Saheb Abad tersambungkan dengan Jame Soltan Hassan, sebuah masjid berukir indah lainnya. Karena bangunan ini didirikan oleh Shah Tahmasib, pasukan Ottoman meratakannya dengan tanah.

Setelah pasukan Ottoman menarik pasukannya dari Tabriz, masjid ini kembali dibangun oleh Mirza Mohammad Ibrahim, Menteri Azerbaijan di masa pemerintahan Shah Soltan Hossein. Masjid Saheb al-Amr kembali mengalami kerusakan berat akibat gempa bumi tahun 1193 Hs dan pada tahun 1266 Hs masjid ini direnovasi oleh Mirza Ali Akbar Khan, penerjemah Konsuler Rusia di Tabriz, sekaligus membangun madrasah Akbarieh di salah satu halaman masjid.

Masjid Saheb al-Amr memiliki sebuah kubah dan dua menara yang bentuknya berbeda dari masjid-masjid lainnya. Sejak masa Shah Tahmasib I, hanya dua kamar yang dibangun dari marmer yang masih ada hingga kini dan memiliki nilai sejarah. Di atas kamar ini tertulis surat al-Jin.