Lintasan Sejarah 25 Mei 2016
Hari ini, Rabu tanggal 25 Mei 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 18 Sya'ban 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 5 Khordad 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Ibnu Duraid, Sastrawan Arab Wafat
1116 tahun yang lalu, tanggal 18 Sya’ban 321 Hq, Ibnu Duraid meninggal dunia dalam usia 98 tahun dan dikebumikan di komplek pekuburan Abbasiah di Baghdad, Irak.
Abu Bakar Muhammad bin Hasan Azdi yang lebih dikenal dengan sebutan Ibnu Duraid lahir di kota Basrah, Irak pada 223 Hq. Ia belajar sastra Arab kepada guru-guru besar seperti Abu Hatim al-Sijstani. Setelah itu ia pergi ke Oman dan tinggal selama 12 tahun di sana.
Ibnu Duraid seorang yang cerdas dengan kekuatan hapalan yang luar biasa. Ia juga dikenal sebagai seorang dermawan. Ia lebih banyak memanfaatkan waktunya untuk meneliti, mengajar dan menulis. Ibnu Duraid banyak menghasilkan murid-murid berkualitas seperti Abu al-Faraj Isfahani, Marzbani dan Seirafi.
Popularitas Ibu Duraid lebih dikarenakan perannya dalam sejarah penulisan bahasa Arab. Ia dikenal sebagai guru besar di bidang ilmu bahasa, puisi dan bahkan kritikus sastra. Ia diberi julukan A'lam al-Syu'ara dan Asy'ar al-Ulama.
Meninggalnya Husein Naubakhti, Wakil Ketiga Imam Mahdi af
1111 tahun yang lalu, tanggal 18 Sya'ban 326 Hq, Abu al-Qasim Husein bin Ruh al-Naubakhti, Wakil Ketiga Imam Mahdi af di masa kegaiban Shugra (kecil) meninggal dunia.
Beliau menjadi wakil kedua setelah meninggalnya Muhammad bin Utsman. Husein Naubakhti menjadi wakil Imam Mahdi af selama 21 tahun dan menjadi penghubung antara masyarakat Syiah waktu itu dengan Imam Mahdi af.
Husein Naubakhti dikebumikan di pasar Attharan (parfum), di Baghdad, Irak.
Pelaut Perancis Tiba di Teluk Guinea
656 tahun yang lalu, tanggal 25 Mei tahun 1360, sekelompok pelaut Perancis tiba di Teluk Guinea Afrika.
Sebelumnya, perairan Guinea di Afrika sejak tahun 1460 telah didatangi oleh pedagang Portugis. Sejak tahun 1849, penguasa Perancis mendeklarasikan kawasan di tepi Teluk Guinea yang saat itu diberi nama oleh Perancis dengan nama Rivieres Du Sud, menjadi kawasan koloninya yang disatukan dengan Senegal.
Penduduk pribumi Guinea berusaha melawan kolonialisme ini, namun akhirnya kalah. Pada tahun 1891, Rivieres Du Sud dipisahkan dari Senegal dan menjadi koloni terpisah yang diberi nama Guinea. Guinea akhirnya merdeka dari penjajahan Perancis pada tahun 1958.
Igor Sikorsky Lahir
127 tahun yang lalu, tanggal 25 Mei 1889, Igor Sikorsky, pencipta helikopter pertama, terlahir ke dunia.
Sikorsky dilahirkan di Kiev, Rusia dan sejak kecil telah mengenal sains kontemporer dari ibunya, seorang dokter dan ayahnya, seorang profesor di bidang psikologi. Setelah Revolusi Rusia, Sikorsky hijrah ke AS dan merintis karir sebagai desainer pesawat udara.
Sejak tahun 1925 hingga 1940, Sikorsky berhasil mendesain berbagai jenis pesawat yang mencatat rekor di bidang kecepatan dan jarak tempuh. Di samping mendesain pesawat, Sikorsky terus mempelajari pembuatan helikopter sampai akhirnya ia berhasil membuat helikopter yang sukses terbang pertama kali pada tanggal 14 September 1939.
Doktor Ali Akbar Siyasi Meninggal Dunia
26 tahun yang lalu, tanggal 5 Khordad 1369 Hs, Dr. Ali Akbar Siyasi, seorang penulis, peneliti dan psikolog moderen Iran meninggal dunia di usianya yang ke-96 tahun.
Ali Akbar Siyasi dilahirkan di Tehran pada tahun 1894. Setelah menamatkan sekolah di Iran, ia kemudian melanjutkan studinya ke Perancis. Dr. Siyasi kembali ke Iran, setelah berhasil meraih gelar doktoralnya dari Universitas Sorbone, Perancis. Ia beberapa kali menjabat sebagai Menteri Kebudayaan Iran dan rektor Universitas Tehran.Pada masa-masa kepemimpinannya itu, ia berhasil mewujudkan sejumlah langkah penting.
Karya pertama Dr. Siyasi adalah Psikologi Moderen yang diterbitkan tahun 1938. Karya lain beliau adalah buku berjudul Psikologi Pendidikan, Prinsip Filsafat, Etika, dan Logika Psikologi.
Rahim Moazzen Zadeh Wafat
11 tahun yang lalu, tanggal 5 Khordad 1384, Rahim Moazzen Zadeh, muazzin terkenal Iran meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya di Tehran
Ustad Rahim Moazzen Zadeh lahir dari keluarga yang mempunyai kemampuan suara bagus dan rata-rata adalah muazzin. Moazzen Zadeh merupakan anak tertua Abdolkareem dan ia menekuni jalan yang dilalui oleh ayahnya secara serius. Sepeninggal ayahnya, praktis Moazzen Zadeh melanjutkan kebiasaan ayahnya melantunkan azan di masjid.
Lantutan azan Moazzen Zadeh menjadi terkenal di Iran dibaca dengan gaya Turki "Zand". Azan gaya Moazzen Zadeh menjadi terkenal setelah azannya direkam pada 15 Khordad 1334 Hs di studio 6.