PBB: Akses Pangan di Gaza Membaik Tetapi Kondisi Hidup Masih Buruk
https://parstoday.ir/id/news/daily_news-i182558-pbb_akses_pangan_di_gaza_membaik_tetapi_kondisi_hidup_masih_buruk
Pars Today - Program Pangan Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (WFP) mengumumkan bahwa akses pangan di Gaza membaik tetapi kondisi hidup tetap buruk.
(last modified 2025-12-19T09:41:17+00:00 )
Des 19, 2025 16:38 Asia/Jakarta
  • Warga Gaza
    Warga Gaza

Pars Today - Program Pangan Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (WFP) mengumumkan bahwa akses pangan di Gaza membaik tetapi kondisi hidup tetap buruk.

Menurut laporan IRNA dari Anadolu pada hari Jumat (19/12/2025), Antoine Renard, perwakilan WFP di Palestina mengatakan dalam konferensi pers daring bahwa akses pangan di Jalur Gaza telah meningkat secara signifikan sejak gencatan senjata pada 10 Oktober, tetapi warga sipil terus mengalami kondisi hidup yang sangat sulit di seluruh wilayah yang terkepung.

Menyatakan bahwa kegiatan WFP sekarang beroperasi penuh, Renard menambahkan, “Saat ini, semua jaringan distribusi WFP aktif dan berfungsi.”

Perwakilan WFP di Palestina menyatakan bahwa badan kemanusiaan ini “telah berhasil menjangkau lebih dari satu juta orang dengan paket makanan dan tepung terigu”.

Renard juga menunjuk pada peningkatan, mengatakan bahwa hal terbaru yang benar-benar membaik adalah peningkatan tingkat dukungan pangan dengan aliran bantuan pangan.

Menurut laporan ini, meskipun temuan terbaru dari Klasifikasi Fase Ketahanan Pangan Terpadu (IPC) diharapkan akan segera dirilis, Renard mengatakan bahwa situasinya telah berubah dan “Saya dapat memastikan bahwa orang-orang rata-rata menerima dua kali makan sehari, yang sangat berbeda”.

Namun, ia menekankan bahwa “akses terhadap makanan saja tidak cukup,” dan memperingatkan bahwa “kondisi kehidupan di Jalur Gaza tetap sangat buruk”.

Perwakilan WFP di Palestina menunjuk pada kurangnya infrastruktur memasak yang aman, dengan mengatakan bahwa “saat ini, praktis sekitar 90 persen fasilitas memasak hanyalah sampah dan kayu”.

Dr. Youssef Abu Al-Rish, Wakil Menteri Kesehatan di Jalur Gaza sebelumnya telah menunjukkan banyak tantangan yang dihadapi sistem kesehatan di Jalur Gaza dan mengatakan, "Pembunuhan tidak langsung terhadap penduduk wilayah ini terus berlanjut karena rezim pendudukan mencegah masuknya peralatan medis dan tim medis khusus ke Gaza."

Juru bicara Hamas baru-baru ini menyinggung kematian anak-anak di Jalur Gaza akibat cuaca dingin ekstrem dan menyatakan bahwa keberadaan pengungsi, terutama anak-anak, di tenda-tenda dan kurangnya fasilitas perumahan dan pemanas yang layak merupakan faktor utama dalam tragedi kemanusiaan ini.(sl)