Rusia: Blokade Pantai Venezuela adalah Tindakan yang Sepenuhnya Agresif
-
Vasily Nebenzya, Duta Besar Rusia untuk PBB
Pars Today - Perwakilan Rusia dalam pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB tentang Venezuela menggambarkan blokade pantai negara itu sebagai tindakan yang sepenuhnya agresif dan menganggap Amerika Serikat bertanggung jawab atas konsekuensi bencana yang ditimbulkannya.
Menurut laporan Mehr mengutip Al Jazeera, Vasily Nebenzya, perwakilan Rusia dalam pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB tentang Venezuela, mengatakan bahwa blokade pantai Venezuela adalah tindakan agresi yang jelas dan lengkap dan menganggap Amerika Serikat bertanggung jawab atas konsekuensi bencana yang ditimbulkannya.
Nebenzya mengkritik keras peran Washington dalam perkembangan ini, menambahkan, "Amerika Serikat bertanggung jawab langsung atas konsekuensi bencana dari perilaku ini terhadap Venezuela, dan pendekatan ini adalah contoh "perilaku sepihak dan melanggar hukum" di bidang politik internasional."
Perwakilan Rusia di Dewan Keamanan melanjutkan pidatonya dengan mengatakan, "Kami menyesalkan bahwa pemerintah AS yang baru masih terperangkap dalam kebijakan masa lalu terhadap Venezuela."
"Washington membenarkan agresinya dan campur tangan terang-terangannya dalam urusan negara Amerika Latin dengan alasan memerangi terorisme," imbuhnya.
Nebenzya menekankan, Pemerintah Venezuela sah, meskipun Amerika Serikat mencoba menyiratkan bahwa keputusan Washington sudah cukup untuk dianggap sebagai tindakan kriminal.
Samuel Moncada, Duta Besar Venezuela untuk PBB mengatakan dalam pidatonya, Venezuela hanyalah target pertama dari rencana yang lebih luas, dan pemerintah AS mencoba menyerang kami selangkah demi selangkah dengan menciptakan perpecahan.
"Sungguh menggelikan bahwa pemerintah AS mencoba membenarkan tindakannya dengan mengutip aturan hukum perang," tambahnya.
Dubes Venezuela untuk PBB menekankan, Kami tidak akan kehilangan ketenangan dan ketekunan kami dalam membela perdamaian bangsa kami.
Moncada menambahkan, "Amerika Serikat bertindak tidak bertanggung jawab dan mencoba memaksakan gagasan bahwa hukum harus diterapkan kepada semua orang, kecuali Amerika Serikat."
Sementara itu, Duta Besar Tiongkok untuk PBB juga mengatakan dalam pidatonya pada pertemuan itu, "Kami menentang campur tangan apa pun dalam urusan internal Venezuela dengan dalih apa pun dan menolak sanksi ilegal."
Ia menambahkan, "Kami menyerukan kepada Amerika Serikat untuk menghormati keamanan pelayaran negara-negara Karibia dan kebebasan serta hak-hak negara-negara tersebut."
Dubes Tiongkok untuk PBB menekankan, "Tiongkok menentang semua tindakan sepihak dan semua negara harus membela martabat dan kedaulatan nasional mereka."(sl)