Otoritas Palestina Mereaksi Keputusan Rezim Zionis Soal Makam Ibrahimi
https://parstoday.ir/id/news/daily_news-i183424-otoritas_palestina_mereaksi_keputusan_rezim_zionis_soal_makam_ibrahimi
Pars Today - Otoritas Palestina menggambarkan keputusan rezim Zionis untuk mencabut wewenang pengelolaan Makam Ibrahimi dari pemerintah kota Al-Khalil (Hebron) dan menyerahkannya kepada pemerintahan rezim pendudukan sebagai langkah berbahaya.
(last modified 2026-01-02T06:20:57+00:00 )
Jan 02, 2026 13:13 Asia/Jakarta
  • Makam Ibrahimi
    Makam Ibrahimi

Pars Today - Otoritas Palestina menggambarkan keputusan rezim Zionis untuk mencabut wewenang pengelolaan Makam Ibrahimi dari pemerintah kota Al-Khalil (Hebron) dan menyerahkannya kepada pemerintahan rezim pendudukan sebagai langkah berbahaya.

Menurut laporan Mehr mengutip Sputnik, Kementerian Luar Negeri Otoritas Palestina mengeluarkan pernyataan pada hari Kamis 901/01/2026), menyebut keputusan rezim Zionis untuk mencabut wewenang pengelolaan Makam Ibrahimi dari pemerintah kota Al-Khalil dan menyerahkannya kepada rezim pendudukan Zionis sebagai "eskalasi ketegangan yang berbahaya" dan "pelanggaran nyata terhadap status hukum dan sejarah situs suci ini".

Menyatakan bahwa langkah-langkah ini bertujuan untuk mengubah identitas historis dan hukum Makam Ibrahimi, Kementerian Luar Negeri Otoritas Palestina menyatakan, "Makam Ibrahimi dan struktur sejarah kota Al-Khalil telah terdaftar atas nama Palestina dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO yang Terancam Punah sejak tahun 2017.

Kemenlu Otoritas Palestina menyebut keputusan ini tidak sah dari perspektif historis dan hukum, dan mengumumkan bahwa mereka akan melanjutkan upaya diplomatik dan hukumnya di forum internasional untuk melindungi Makam Ibrahimi dan mencegah yahudisasinya.

Perlu dicatat bahwa Dewan Tinggi Perencanaan yang berafiliasi dengan Administrasi Sipil rezim Zionis telah mengambil alih semua wewenang perencanaan untuk Makam Ibrahimi dari kotamadya Arab Al-Khalil dan mentransfernya ke dirinya sendiri.

Dalam beberapa tahun terakhir, Tel Aviv telah berupaya mengubah status historis dan hukum Makam Ibrahimi melalui rencana pembangunan dan keputusan sepihak. Tindakan yang selalu disertai dengan penentangan Palestina dan kecaman internasional.(sl)