Oman Dukung Respons Iran atas Agresi Amerika Serikat dan Rezim Zionis
https://parstoday.ir/id/news/daily_news-i187842-oman_dukung_respons_iran_atas_agresi_amerika_serikat_dan_rezim_zionis
Pars Today – Menteri Luar Negeri Oman menyatakan bahwa tindakan Iran yang menargetkan pangkalan-pangkalan Amerika di kawasan merupakan respons yang logis terhadap agresi Washington dan Tel Aviv.
(last modified 2026-03-28T06:52:14+00:00 )
Mar 28, 2026 13:49 Asia/Jakarta
  • Badr Al‑Busaidi, Menteri Luar Negeri Oman
    Badr Al‑Busaidi, Menteri Luar Negeri Oman

Pars Today – Menteri Luar Negeri Oman menyatakan bahwa tindakan Iran yang menargetkan pangkalan-pangkalan Amerika di kawasan merupakan respons yang logis terhadap agresi Washington dan Tel Aviv.

Menurut laporan Kantor Berita Mehr, surat kabar Amerika The Wall Street Journal dalam sebuah laporannya menulis bahwa Oman adalah satu-satunya negara di antara enam negara Teluk yang menolak menandatangani pernyataan bersama yang dikeluarkan minggu ini yang mengutuk serangan Iran dan sekutunya.

 

Berdasarkan laporan tersebut, Badr Al‑Busaidi, Menteri Luar Negeri Oman, menggambarkan serangan Iran terhadap kota-kota seperti Dubai, Manama, dan Doha sebagai “satu-satunya pilihan yang logis” sebagai respons terhadap pemboman oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis.

 

Amerika Serikat dan rezim Zionis pada 9 Esfand 1404 (28 Februari 2026) dengan melakukan agresi terhadap wilayah Iran, telah menggugurkan Ayatullah Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam, serta sejumlah pejabat tinggi militer dan warga sipil. Lebih dari 170 pelajar juga gugur dalam pemboman sekolah Minab oleh Amerika Serikat.

 

Iran, dalam kerangka hak hukumnya untuk melakukan pembelaan diri yang sah, menargetkan wilayah-wilayah pendudukan serta pangkalan-pangkalan Amerika di kawasan dan mencegah kapal-kapal yang berafiliasi dengan Tel Aviv dan Washington melewati Selat Hormuz.

 

Kelompok-kelompok perlawanan di Irak dan Lebanon, sebagai bentuk dukungan terhadap Iran, turut menghadapi serangan musuh Zionis dan Amerika yang dianggap melakukan tindakan kriminal. Sebelumnya, kelompok perlawanan Yaman telah mengumumkan bahwa mereka akan bergabung dalam operasi tersebut pada waktu yang tepat.

 

Perang di kawasan Asia Barat serta pembatasan lalu lintas kapal tanker minyak di Selat Hormuz telah memperburuk krisis energi global. (MF)