Reshuffle Jilid III, Bertambahnya Jatah Golkar di Kabinet
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i49997-reshuffle_jilid_iii_bertambahnya_jatah_golkar_di_kabinet
Presiden Joko Widodo akan melantik Sekjen Partai Golkar Idrus Marham menjadi Menteri Sosial, Rabu pagi ini, 17 Januari 2018. Reshuffle jilid III ini terjadi setelah Khofifah Indar Parawansa mengundurkan diri karena mengikuti Pilkada 2018 di Jawa Timur.
(last modified 2026-04-05T23:44:38+00:00 )
Jan 17, 2018 13:00 Asia/Jakarta
  • Perombakan Kabinet Joko Widodo
    Perombakan Kabinet Joko Widodo

Presiden Joko Widodo akan melantik Sekjen Partai Golkar Idrus Marham menjadi Menteri Sosial, Rabu pagi ini, 17 Januari 2018. Reshuffle jilid III ini terjadi setelah Khofifah Indar Parawansa mengundurkan diri karena mengikuti Pilkada 2018 di Jawa Timur.

Kabar masuknya Idrus Marham ke kabinet dibenarkan kader Golkar asal Makassar ini. “Baru saja dikabari, terima kasih atas doanya,” kata Idrus Marham saat dihubungi Tempo pada Rabu pagi, 17 Januari 2018.

Dengan masuknya Idrus, jatah Golkar di Kabinet Jokowi menjadi tiga kursi. Dua jabatan menteri lainnya dipegang Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, yang kini Ketua Umum Partai Golkar, dan Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut B Pandjaitan.

Golkar, yang saat Pemilihan Presiden 2014 berada di kubu Prabowo Subiyanto, makin lengket dengan Jokowi setelah Kongres 2016. Bahkan begitu terpilih sebagai ketua umum, Airlangga langsung mengumumkan dukungan terhadap Jokowi di Pilpres 2019.

"Golkar sudah mendukung Presiden Jokowi untuk mencalonkan diri pada pilpres," kata Airlangga.

Presiden RI Joko Widodo dan Petinggi Golkar

Idrus Marham, 55 tahun, asal Sulawesi Selatan. Setelah mengundurkan diri sebagai anggota DPR periode 2009-2014 pada Juni 2011, hingga saat ini Idrus menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Golkar.

Menurut Idrus, dia tak tahu apakah akan dilantik bersama sejumlah pejabat baru, seperti Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Kepala Staf Kepresidenan, dan Dewan Pertimbangan Presiden. “Yang saya tahu hanya pelantikan (saya dan) KSAU, lainnya belum tahu.”

Nama Idrus Marham sebagai calon Menteri Sosial ramai beredar di hari terakhir Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Golkar pada Rabu, 20 Desember 2017. Dalam draft surat keputusan Golkar yang diperoleh Tempo, nama Idrus Marham disiapkan menggantikan Khofifah.

Kala itu, Idrus menyatakan kesiapannya menjadi Menteri Sosial. "Ini, walaupun jawaban klise, tapi semenjak 2009, ini jawaban saya," katanya di kantor Dewan Pimpinan Pusat Golkar pada Selasa, 26 Desember 2017.

Idrus Marham, Doktor Ilmu Politik lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM), terjun ke dunia politik sejak terpilih menjadi anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) hasil Pemilu 1997. Setelah itu melalui Partai Golkar, ia terpilih sebagai anggota DPR tiga periode berturut-turut, yakni 1999-2004, 2004-2009, serta 2009-2014 dari Daerah Pemilihan Sulawesi Selatan III.

Pada Juni 2011, Idrus Marham mengundurkan diri dari anggota DPR dengan alasan ingin fokus bekerja untuk partai menjelang Pemilu 2014.

Selain posisi Mensos, info lain yang diterima Tempo adalah penggantian untuk posisi Kepala Kantor Staf Kepresidenan. Teten Masduki, yang beberapa kali terseret isu reshuffle, diinfokan akan digantikan oleh mantan Panglima TNI (Purn) Jenderal Moeldoko.

Posisi terakhir yang akan diumumkan bersamaan dengan Reshuffle Jilid III adalah anggota Dewan Pertimbangan Presiden. Lagi-lagi nama militer yang kabarnya akan ditunjuk Presiden Joko Widodo, Agum Gumelar. Agum Gumelar diduga kuat menggantikan Hasyim Muzadi di Wantimpres.

Sementara itu, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Samsul Hidayat mengatakan adanya reshuffle kabinet yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo tidak mempengaruhi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Hal itu karena menteri-menteri yang baru dilantik, menurut dia, akan tetap menjalankan program kerja yang sebelumnya.

"Yang penting masterplan dari pemerintah bagaimana. Ini yang menjadi patokan bagi investor," kata dia di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu, 17 Januari 2018.

Ia menilai reshuffle kabinet akan berpengaruh pada IHSG jika menteri yang diganti memiliki pengaruh besar terhadap perekonomian. "Misalnya Kementerian Keuangan, cuma saya kira pengaruhnya pun tidak secara signifikan paling hanya sebentar," ucapnya.

Sebelumnya, Analis Binaartha Securitas, Reza Priyambada juga memperkirakan reshuffle kabinet yang dilakukan Presiden Joko Widodo hari ini tidak banyak berpengaruh pada indeks harga saham gabungan atau IHSG. "Saya lihat tidak terlalu banyak berpengaruh," kata Reza ketika dihubungi Tempo, Rabu, 17 Januari 2018.

Kalaupun IHSG melemah, Reza menyebutkan hal itu karena profit taking setelah kenaikan sebelumnya dan antisipasi rilis suku bunga acuan esok hari. Kalaupun IHSG melemah, Reza menyebutkan hal itu karena profit taking setelah kenaikan sebelumnya dan antisipasi rilis suku bunga acuan esok hari.

Hari ini, IHSG dibuka di level 6.429. Angka tertinggi pada pembukaan pagi ini 6.435 sedangkan terendah 6.421. Adapun 120 saham naik hingga pukul 9.30 atau 30 menit pembukaan pasar. Sementara 99 saham melemah dan 127 saham stabil. (tempo.co)