Jokowi dan Demokrat
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i53095-jokowi_dan_demokrat
Presiden Joko Widodo menyebut dan mengaku dirinya sebagai seorang demokrat yakni seorang pemimpin yang tidak otoriter, selalu mendengarkan pendapat orang lain, dan menghargai perbedaan tanpa menjadikannya sebagai sumber permusuhan.
(last modified 2026-03-03T12:22:08+00:00 )
Mar 10, 2018 15:32 Asia/Jakarta
  • Joko Widodo
    Joko Widodo

Presiden Joko Widodo menyebut dan mengaku dirinya sebagai seorang demokrat yakni seorang pemimpin yang tidak otoriter, selalu mendengarkan pendapat orang lain, dan menghargai perbedaan tanpa menjadikannya sebagai sumber permusuhan.

"Saya berani bilang saya itu bukan seorang pemimpin otoriter, saya ini seorang demokrat," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan sambutan dalam acara Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Tahun 2018 Partai Demokrat di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Sabtu. Demikian dilaporkan Antara News

 

Pernyataan Jokowi sontak disambut tepuk tangan meriah dari hampir 11.000 kader Partai Demokrat yang hadir dari seluruh Indonesia. Awalnya Presiden Jokowi berkisah pada Agustus 2017, di sosial media berkembang secara viral isu soal dirinya sebagai pemimpin otoriter.

 

"Di sosial media pada bulan Agustus 2017 lalu disampaikan bahwa saya adalah pemimpin yang otoriter. Saya heran saja, kenapa dibilang pemimpin otoriter," katanya. Padahal Jokowi selalu merasa tidak memiliki potongan sama sekali menjadi pemimpin otoriter.

 

"Menurut saya tidak ada potongan sama sekali, penampilan saya juga tidak sangar. Kemana-mana saya juga tersenyum," kata Mantan Gubernur DKI itu. Ia berpendapat dirinya memenuhi syarat seorang demokrat yakni bisa menjadi pendengar yang baik, menghargai pendapat orang lain, dan menghargai perbedaan-perbedaan tanpa menjadikannya sebagai sumber permusuhan.

 

"Kurang lebih saya dan Pak SBY bedanya tipis, kalau saya seorang demokrat, Pak SBY demokrat tambah satu, Ketua Umum Partai Demokrat. Jadi bedanya tipis sekali," katanya.

Presiden RI Joko Widodo

 

Jokowi Ajak Demokrat Jalankan Agenda Bersama Pemerintah

 

Presiden Joko Widodo mengajak keluarga besar Partai Demokrat untuk menjalankan agenda reformasi politik dalam kehidupan berdemokrasi bersama-sama dengan pemerintah.

 

"Saya ingin mengajak keluarga besar Partai Demokrat bersama-sama kami menjalankan agenda bersama," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan sambutan dalam acara Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Tahun 2018 Partai Demokrat di Sentul International Convention Center (SICC), Babakan Madang, Bogor, Sabtu.

 

Ia menyebut proses pemilu yang jujur dan adil belum cukup untuk mewujudkan reformasi politik dengan dimensi sistem ketatanegaraan yang baik. "Reformasi politik tidak cukup hanya pada sampai dimensi sistem ketatanegaraan, tidak pula hanya sebatas proses pemilu yang jurdil. Selain di legal formal dan prosedural dalam berpolitik ada dua hal yang saya tekankan di sini," kata Presiden.

 

Hal pertama dalam agenda bersama tersebut yang ditekankannya, yakni harus terus membangun kedewasaan berpolitik. Menurut dia, etika, tata krama, dan juga keadaban dalam berpolitik wajib untuk dibangun dengan matang.

 

"Kedua, kita harus membuat demokrasi lebih dirasakan oleh rakyat. Yaitu demokrasi yang lebih menyejahterakan rakyat, yang lebih memakmurkan rakyat," katanya. Dua hal tersebut, kata Presiden, merupakan agenda penting dalam pembangunan politik di Indonesia, termasuk kontestasi dalam pilkada, pemilu legislatif, dan pemilu presiden, yang harus menjunjung tinggi etika dan beradab.

 

Ia berpendapat, kontestasi harus saling menghargai, menghormati, serta tidak saling mencela dan mencemooh. "Saling adu ide, program, dan gagasan dan berbeda pendapat itu biasa. Tapi harus saling menjunjung tinggi adab ketimuran kita serta sopan santun," katanya.

 

Menurut dia, persatuan dan persaudaraan harus selalu diutamakan dan para politikus harus bisa memberikan teladan pada masyarakat luas dan generasi muda di Tanah Air. Lebih dari itu, Presiden menekankan bahwa demokrasi harus melahirkan watak keberpihakan pada rakyat. Demokrasi, menurut dia, harus diikuti dengan tata kelola pemerintahan yang baik dan peningkatan efisiensi.

 

Selain itu demokrasi harus mendukung inovasi dan kebijakan untuk lompatan-lompatan pembangunan nasional, memenangkan kompetisi global, memenangkan persaingan global, mengentaskan kemiskinan, serta meningkatkan pemerataan kesejahteraan dan keadilan sosial. Presiden Jokowi diundang hadir dalam kapasitasnya sebagai Kepala Negara untuk membuka acara Rapimnas 2018 Partai Demokrat. Pada kesempatan itu hadir hampir 11.000 kader partai berlambang bintang mercy itu dari berbagai provinsi di Indonesia.(MZ/AntaraNews)