Gempa Lombok Mirip Gempa Doublet
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i60622-gempa_lombok_mirip_gempa_doublet
Ahli gempa dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Sri Widiantoro mengatakan gempa Lombok Minggu sore, 5 Agustus 2018, memiliki ciri seperti gempa doublet. Cirinya antara lain rentang waktu dan jarak sumber gempa tidak jauh. Kekuatan magnitudo lindunya pun hampir sama.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Aug 06, 2018 05:57 Asia/Jakarta
  • Gempa Lombok
    Gempa Lombok

Ahli gempa dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Sri Widiantoro mengatakan gempa Lombok Minggu sore, 5 Agustus 2018, memiliki ciri seperti gempa doublet. Cirinya antara lain rentang waktu dan jarak sumber gempa tidak jauh. Kekuatan magnitudo lindunya pun hampir sama.

"Penelitian lanjut diperlukan untuk memastikan apakah kedua gempa tersebut doublet," ujarnya Senin, 6 Agustus 2018.

Berdasarkan literatur, kata seismolog itu, gempa doublet berkarakter memiliki magnitudo yang hampir sama dengan selisih atau perbedaan tidak lebih dari 0,2 satuan. Selain itu rentang waktu gempanya tidak lebih dari tiga tahun dengan kejadian sebelumnya.

Ciri lain yaitu jarak antara kedua sumber gempa juga tidak lebih dari 100 kilometer. Adapun mekanisme yang menimbulkan gempa doublet, yaitu heterogenitas bidang sesar yang terdiri dari beberapa zona asperity atau zona yang terkunci.

"Karena gesekan sepanjang sesar tidak seragam, ini memungkinkan adanya asperity sehingga energi besar tidak terlepas sekaligus," kata Sri Widiantoro.

Faktor pemicu lainnya, yaitu kecepatan aftershock dan densitas gempa yang tinggi pada suatu daerah. Kemudian bisa juga kondisi gap seismik. "Lama tidak terjadi gempa kuat di daerah itu," katanya.

Gempa bumi di Lombok, Indonesia

Berdasarkan data dari BMKG, gempa Ahad 5 Agustus 2018 pukul

18:46:35 WIB pada koordinat lintang -8.37 dan bujur 116.48 bermagnitudo 7.0 dengan kedalaman 15 kilometer. Lokasinya berjarak 18 kilometer arah barat laut Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Sumber gempa Lombok itu dekat dengan sumber gempa bermagnitudo 6,4 tepat sepekan sebelumnya, Ahad, 29 Juli 2018, pukul 05:47:39 WIB di garis lintang -8.26 dan bujur 116.55 berkedalaman 10 kilometer. Lokasinya berjarak 28 kilometer arah barat laut Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Kendala dan penanganan mendesak

Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyatakan pencarian korban gempa Lombok 7 Skala Richter yang terjadi Ahad malam, 5 Agustus 2018, terkendala putusnya saluran komunikasi dan kondisi malam hari. “Jumlah korban diperkirakan terus bertambah, jumlah kerusakan bangunan terus didata. Sutopo menyampaikannya dalam keterangan tertulis, Senin, 6 Agustus 2018.

Fokus saat ini adalah pencarian, penyelamatan, dan pertolongan terhadap masyarakat terdampak serta pemenuhan kebutuhan dasar. Kebutuhan mendesak saat ini ialah tenaga medis, air bersih, makanan, selimut, tikar, tenda, makanan siap saji, layanan pemulihan trauma, dan kebutuhan dasar lainnya.

Hingga Senin, 6 Agustus 2018 pukul 02.30 WIB, tercatat 82 orang meninggal dunia akibat gempa Lombok 7 skala Richter pada Ahad kemarin, 5 Agustus 2018. "Ratusan orang luka-luka dan ribuan rumah mengalami kerusakan."

Dari 82 orang meninggal, sebanyak 65 orang berasal dari Lombok Utara, 9 orang dari Lombok Barat, 2 orang dari Lombok Tengah, 4 orang dari Kota Mataram, dan 2 orang dari Lombok Timur. Sebagian besar korban meninggal akibat tertimpa bangunan yang roboh.

Gempa Lombok terjadi pada saat penanganan darurat dampak gempa 6,4 SR pekan lalu masih berlangsung, terutama di Lombok Utara dan Lombok Timur. Guncangan gempa 7 SR ini mengakibatkan masyarakat panik dan berhamburan di jalanan, bangunan, dan rumah yang sudah rusak. "Apalagi ada peringatan dini tsunami menyebabkan masyarakat makin panik dan trauma."

Daerah yang paling parah terdampak ialah Lombok Utara, Lombok Timur, dan Kota Mataram. Gempa susulan juga masih terjadi. Hingga Ahad pukul 22.00 WIB tadi malam, tercatat telah terjadi 47 gempa susulan dengan intensitas lebih kecil.

Pagi ini, sejumlah tim telah tiba di Lombok Utara dengan membawa bantuan logistik dan peralatan. Beberapa yang telah turun ke lokasi gempa Lombok di antaranya adalah Badan SAR Nasional, BPBD, dan Tentara Nasional Indonesia. (Tempo)