Dampak Perang Dagang AS vs Cina bagi Indonesia
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i70001-dampak_perang_dagang_as_vs_cina_bagi_indonesia
Perang dagang antara Amerika Serikat dan Cina masih terus berlanjut, terutama setelah Kantor Perwakilan Dagang AS mengumumkan tarif barang-barang China senilai 200 miliar dolar akan meningkat menjadi 25 persen dari 10 persen. Masalah tersebut akan berdampak terhadap perdagangan Indonesia dengan Cina.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
May 11, 2019 10:10 Asia/Jakarta
  • Dampak Perang Dagang AS vs Cina bagi Indonesia

Perang dagang antara Amerika Serikat dan Cina masih terus berlanjut, terutama setelah Kantor Perwakilan Dagang AS mengumumkan tarif barang-barang China senilai 200 miliar dolar akan meningkat menjadi 25 persen dari 10 persen. Masalah tersebut akan berdampak terhadap perdagangan Indonesia dengan Cina.

Situs kontan melaporkan, Menteri Koordinator (Menko) Ekonomi Darmin Nasution mengatakan, performa transaksi perdagangan Indonesia-Cina bisa terpengaruh. Sebab pertumbuhan ekonomi Cina pasti akan melambat sehingga kegiatan ekspor-impor negara ini jugaa ikut melambat.

Kalangan ekonom menilai sengketa dagang kedua negara masih akan berlanjut. Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah mengungkapkan kemungkinan eskalasi perang dagang meningkat. Hal ini menyebabkan dolar AS menguat dan pasar keuangan tertekan, khususnya di negara-negara berkembang.

 

Perang dagang Cina dan AS

Situs Katadata melaporkan, di tengah ketidakpastian ini investor memilih menanamkan modalnya di AS. Mereka melihat kondisi ekonomi negara itu pada triwulan I-2019 tumbuh positif. Pertumbuhannya sebesar 3,2 persen, jauh di atas perkiraan sebelumnya di 2,5 persen

Bank sentral AS, The Fed, kemungkinan akan menahan suku bunga sepanjang tahun ini. Dengan semua kondisi itu, Presiden AS Donald Trump pun menjadi punya amunisi untuk mengancam menaikkan tarif impor produk dari Cina.

Para ekonomi menilai berlanjutnya sengketa dagang antara AS dan Cina akan mempengaruhi ekspor bahan baku dari Indonesia kedua negara ini. SEjumlah komoditas seperti kelapa sawit mengalami penurunan harga.

Pada perdagangan hari Kamis (9/5/2019) pukul 12:30 WIB, harga CPO kontrak pengiriman Juni di bursa Malaysia Derivatives Exchange melemah hingga 0,79 persen ke level MYR 2.021/ton, setelah juga terkoreksi 0,15 persen sehari sebelumnya.(PH)