Dampak Regional Kebuntuan Perundingan Dagang AS-Cina
-
Dolar dan Rupiah
Kebuntuan perundingan dagang antara AS dan Cina memicu gejolak global, termasuk penurunan indeks saham Asia dan nilai tukar Rupiah yang tertekan.
Situs Antara melaporkan, di tingkat regional pasar saham Asia jatuh dan saham berjangka AS tergelincir pada perdagangan Senin pagi, di tengah meningkatnya ketidakpastian mengenai apakah Amerika Serikat dan Cina akan dapat mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang dagang mereka yang meningkat.
Indeks MSCI untuk saham Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,4 persen, mendekati level terendah dua bulan pada Kamis (9/5/2019).
Saham-saham Cina jatuh, dengan indeks acuan Komposit Shanghai Composite dan saham-saham unggulan atau blue-chips CSI 300 masing-masing turun 1,4 persen dan 1,6 persen, sementara pasar keuangan Hong Kong ditutup untuk hari liburan.
Indeks Nikkei 225 Jepang merosot sebanyak 1,0 persen hingga mencapai level terendah sejak 28 Maret. Terakhir diperdagangkan turun 0,5 persen.
Imbal hasil obligasi 10-tahun AS yang dijadikan acuan turun ke 2,441 persen, sebagian sebagai tempat yang aman tetapi juga pada spekulasi bahwa perang dagang yang meningkat akan memberikan lebih banyak tekanan pada pertumbuhan global dan dengan demikian menjaga bank sentral utama tetap akomodatif.
Yuan Cina di pasar luar negeri jatuh ke level terendah dalam lebih dari empat bulan di 6,88 terhadap dolar. Terakhir turun 0,4 persen pada 6,872 per dolar.
Mata uang utama lainnya relatif tenang, dengan safe-haven yen masih didukung tetapi tidak agresif. Dolar bertahan di 109,74 yen, turun 0,2 persen sejauh hari ini dan sedikit di atas palung 14-minggu di 109,46.
Euro stabil di 1,1233 dolar, sementara dolar sedikit berubah terhadap sekeranjang mata uang di 97,296.
Di pasar komoditas, harga minyak lebih lemah sejalan dengan sentimen umum dari penghindaran risiko. Minyak mentah AS terakhir turun 0,1 persen pada 61,54 dolar AS per barel, sedangkan minyak mentah Brent berjangka datar di 70,65 dolar AS.
Nilai tukar rupiah berada di level Rp14.346 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (13/5) pagi. Posisi tersebut melemah dibanding perdagangan pasar spot pada Jumat (10/5) sore yang berada di level 14.330 per dolar AS.
Rupiah tidak sendirian. Di kawasan Asia sejumlah mata uang juga melemah terhadap dolar AS.
Ambil contoh, baht Thailand, won Korea Selatan, dolar Singapura dan peso Filipina. Keempat mata uang tersebut masing-masing melemah 0,13 persen, 0,25 persen dan 0,10 persen.
Penguatan hanya dialami rupee India yang naik 0,05 persen dan yen Jepang yang menguat 0,20 persen.(PH)