Presiden Raisi: Tugas Negara Islam Tegakkan Keadilan !
https://parstoday.ir/id/news/iran-i103030-presiden_raisi_tugas_negara_islam_tegakkan_keadilan_!
Presiden Republik Islam Iran, Sayid Ebrahim Raisi mengatakan bahwa negara Islam bertugas untuk menegakkan keadilan.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Aug 15, 2021 15:47 Asia/Jakarta
  • Presiden Iran
    Presiden Iran

Presiden Republik Islam Iran, Sayid Ebrahim Raisi mengatakan bahwa negara Islam bertugas untuk menegakkan keadilan.

Presiden Iran, Sayid Ebrahim Raisi dalam pertemuan Pusat Koordinasi Ekonomi Nasional hari Minggu (15/8/2021) mengatakan bahwa negara Islam berkewajiban untuk menegakkan keadilan bagi semua lapisan masyarakat. 

"Penyesuaian gaji dengan inflasi sebuah masalah sangat penting dan tidak hanya untuk satu lapisan masyarakat saja, tapi mencakup semua pihak di berbagai lapangan kerja," ujar Raisi.

Presiden Iran memandang pengetahuan yang akurat tentang situasi ekonomi nasional diperlukan untuk keputusan ekonomi negara, dengan menegaskan, "Angka yang terkait dengan situasi ekonomi negara harus didasarkan pada indikator yang akurat dan stabil, sehingga Badan Perencanaan dan Anggaran Nasional serta Bank Sentral harus memberikan laporan mengenai situasi ekonomi terkini, dan mengambil keputusan berdasarkan laporan tersebut,".

"Reformasi struktur anggaran merupakan salah satu prioritas dan program penting pemerintah dan diperlukan untuk merumuskan anggaran yang nyata dan operasional," tegasnya.

Mengenai disiplin anggaran, Presiden Iran menekankan rencana untuk mengefektifkan pengeluaran dan meningkatkan pendapatan.

"Penataan anggaran adalah salah satu fitur dari pekerjaan revolusioner dan perlu bagi semua institusi yang harus dimasukan ke dalam agenda mereka," papar Raisi.

Mengenai upaya komprehensif untuk mencabut sanksi, Presiden Iran menjelaskan, "Secara bersamaan dengan upaya ini, pemerintah akan menggunakan perencanaan dan tindakan yang diperlukan dalam penggunaan sumber daya dan kapasitas internal demi memecahkan masalah ekonomi nasional,".(PH)