Iran Aktualita, 18 Desember 2021
Dinamika Iran sepekan terakhir diwarnai sejumlah isu penting di antaranya mengenai langkah pejabat Iran dalam perundingan Wina.
Selain itu tentang penandatanganan tiga nota kesepahaman kerja sama, Iran dan Oman menggelar manuver militer bersama, Drone Iran banyak pembelinya, Iran menegaskan dukungan kepada gerakan Hamas, Iran memamerkan tiga radiofarmaka baru.
Berunding di Wina, Iran dan Kelompok 4+1 Mencapai Draf Baru
Republik Islam Iran dan Kelompok 4+1 telah mencapai rancangan baru yang memuat pandangan Iran, dan jika draf ini disetujui, akan menjadi dasar untuk perundingan mendatang.
Dikutip Iranpress, Jumat (17/12/2021), sumber-sumber yang dekat dengan perundingan di Wina mengatakan bahwa negosiasi akan dilanjutkan setelah istirahat selama 10 hari.
Meskipun ada upaya yang tidak sejalan dengan jalannya perundingan dari beberapa pejabat Eropa dan media dalam beberapa minggu terakhir, namun kedua belah pihak telah berhasil mencapai titik temu yang signifikan.
Negosiator-negosiator senior dari negara-negara anggota Komisi Gabungan JCPOA akan berkumpul di Hotel Palais Coburg selama beberapa jam lagi untuk menyimpulkan pembicaraan minggu lalu yang bertujuan untuk mencabut sanksi yang menindas terhadap Iran.
Delegasi dari tiga negara Eropa sedang kembali ke negara mereka untuk konsultasi, sementara kemajuan signifikan telah dibuat dalam teks negosiasi.
Perundingan di Wina bertujuan untuk mencabut sanksi yang menindas dan ilegal terhadap Iran. Meskipun ada tekanan destruktif dari media anti-Iran dan sabotase rezim Zionis Israel, namun pembicaraan di Wina telah mengalami kemajuan nyata berkat upaya Tehran.
Dalam perundingan putaran ketujuh, tim perunding Iran, melalui inisiatif serius, mempresentasikan teks yang diusulkannya ke pihak-pihak lawan negosiasi dalam bentuk dua hal: "pencabutan sanksi yang menindas" dan "masalah nuklir".
Republik Islam Iran, sebagai negara yang bertanggung jawab, telah berulang kali menyatakan bahwa mengingat Amerika Serikat telah menjadi pihak yang melanggar kesepakatan nuklir JCPOA, maka Washington lah yang harus kembali ke perjanjian ini dengan mencabut sanksi, dan pelaksanaan komitmen AS juga harus diverifikasi.
Iran Jawab Klaim IAEA soal Memori Kamera yang Hilang
Seorang pejabat di Badan Energi Atom Iran (AEOI), menanggapi klaim baru Badan Energi Atom Internasional (IAEA) tentang hilangnya kartu memori dari salah satu kamera pengawas yang dipasang di instalasi nuklir Karaj.
"Kartu memori yang disebut oleh Dirjen IAEA Rafael Grossi telah hancur dalam aksi sabotase. IAEA seharunya menjawab mengapa tidak menggunakan kapasitasnya untuk mencegah aksi sabotase seperti itu, yang asal-usulnya juga diketahui," kata pejabat tersebut kepada laman Nour News, Jumat (17/12/2021) malam.
Dia menambahkan IAEA punya tanggung jawab untuk melindungi negara anggotanya, di samping bertugas mengawasi. Dalam hal ini, lembaga tersebut harus bertanggung jawab, mengapa tidak mencegah ancaman terhadap instalasi nuklir Iran dan tidak mengambil langkah yang efektif.
Rafael Grossi dalam konferensi pers pada Jumat sore, mengklaim bahwa setelah terjadinya aksi sabotase di instalasi nuklir Karaj, gambar-gambar dari salah satu kamera yang terpasang telah hilang.
Sementara itu, Kepala Badan Energi Atom Iran, Mohammad Eslami mengatakan IAEA akan membawa sebuah kamera baru, dan tim inspektur IAEA akan menjawab serangkaian pertanyaan seputar kamera itu di hadapan pejabat keamanan dan peradilan Iran.
"Ini untuk mengungkap faktor-faktor yang membuat insiden teroris itu berjalan efektif. Setelah itu, mereka dapat menginstal ulang kamera di instalasi tersebut," ujarnya.
Eslami menandaskan musuh-musuh bangsa Iran dan Zionis selalu mencoba untuk mempengaruhi IAEA melalui perang psikologis dan kebohongan.
Iran dan Hongaria Tandatangani Tiga Nota Kesepahaman Kerja Sama
Tiga nota kesepahaman kerja sama antara Iran dan Hongaria ditandatangani di hadapan para menteri luar negeri kedua negara di Tehran.
Ketiga nota kesepahaman kerja sama yang ditandatangani kedua negara meliputi kerja sama pendidikan antara Pusat Studi Politik dan Internasional Kementerian Luar Negeri Iran dengan Akademi Diplomasi Hongaria.
Selain itu, program beasiswa Hongaria untuk mahasiswa Iran dan kerja sama antara Kementerian Sains, Teknologi dan Riset Republik Islam Republik Islam Iran dengan mitranya dari Hongaria.
MoU ini juga menyangkut kerja sama Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Hongaria dengan institusi sejenis di Iran, serta kerja ama budaya antara Kementerian Kebudayaan dan Bimbingan Islam Iran dengan Kementerian Sumber Daya Manusia Hongaria.
Nota kesepahaman kerja sama ini ditandatangani bersamaan dengan kunjungan Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Hongaria yang tiba di Tehran hari Kamis (16/12/2021).
Iran dan Oman Gelar Manuver Militer Bersama
Angkatan Laut Republik Islam Iran dan Oman menggelar manuver militer bersama di Selat Hormuz dan Laut Oman.
Berdasarkan kesepakatan yang dicapai dalam Komisi Persahabatan Militer Gabungan Republik Islam Iran dan Oman, kedua negara melakukan manuver militer gabungan kesembilan pada hari Kamis (16/12/2021).
Latihan militer ini diikuti oleh sejumlah unit Angkatan Laut Angkatan Bersenjata Iran dan IRGC, bersama Angkatan luat Oman dan Lembaga Pelabuhan dan Maritim Oman yang melibatkan dukungan helikopter dan drone dari kedua belah pihak.
Dalam manuver militer ini berbagai skenario dirancang dan diimplementasikan antara unit kapal laut dan udara kedua negara, yang menunjukkan perkembangan program latihan militer ini dibandingkan periode sebelumnya.
Brigjen Khajeh Fard: Drone Iran Banyak Pembelinya
Direktur Organisasi Industri Penerbangan Iran mengatakan bahwa pihaknya tidak pernah berpikir bahwa drone Iran menarik minat banyak pembeli di dunia.
Brigadir Jenderal Afshin Khajeh Fard, Rabu (15/12/2021) menuturkan, "Kami juga bisa memproduksi rem udara (speed brake) dan sekarang banyak negara yang ingin bekerja sama dengan kami untuk memproduksi alat ini."
Di sela kunjungannya ke pameran permintaan pembuatan dan produksi Iran, Khajeh Fard menjelaskan, "Kami di industri penerbangan Kementerian Pertahanan Iran memiliki infrastruktur yang cukup, dan dengan kerja sama sektor swasta serta perusahaan berbasis pengetahuan, efisiensi infrastruktur ini bisa ditingkatkan."
Ia menegaskan, "Kami tidak pernah berpikir drone Iran akan memiliki pembeli sebanyak ini, di sisi lain kami juga mampu memproduksi rem udara, dan sejumlah negara sudah menawarkan kerja sama untuk memproduksi alat tersebut. Hal ini menunjukkan sambutan dunia atas produk industri udara Iran."
Iran Tegaskan Dukungan kepada Gerakan Hamas
Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian dalam percakapan telepon dengan Ismail Haniyeh, Kepala Biro Politik Hamas, menekankan rezim palsu Zionis adalah sumber utama masalah di kawasan.
Menlu Iran mengucapkan selamat atas hari ulang tahun Gerakan Hamas ke-34 yang jatuh pada 14 Desember, demikian dilansir IRNA, Selasa (14/12/2021) sore.
"Beberapa negara regional, yang menempuh jalur normalisasi hubungan mereka dengan rezim Zionis, sedang bergerak bertentangan dengan keamanan dan kepentingan kawasan dan umat Islam," tambahnya.
Amir-Abdollahian menyebut Hamas sebagai salah satu pelopor perlawanan Islam dalam pembebasan al-Quds al-Sharif. "Hari ini, perlawanan memainkan peran penting dalam mewujudkan hak-hak historis rakyat Palestina," sambungnya.
Mengacu pada tindakan pemerintah Inggris yang menetapkan Hamas sebagai organisasi teroris, Menlu Iran menganggap keputusan politik ini bertujuan untuk melawan rakyat Palestina.
Pada kesempatan itu, Amir-Abdollahian menegaskan kelanjutan dukungan Republik Islam Iran terhadap perlawanan rakyat Palestina.
Di pihak lain, Haniyeh mengecam keputusan beberapa negara di kawasan yang memulihkan hubungannya dengan Israel dan menilai tindakan itu sejalan dengan pendekatan Amerika-Zionis.
Petinggi Hamas ini mengatakan infiltrasi rezim Zionis di kawasan telah menyebabkan ketidakamanan dan ketidakstabilan serta menjadi ancaman bagi perjuangan Palestina dan seluruh umat Islam.
"Strategi itu pasti akan gagal," pungkasnya.
Iran Pamerkan Tiga Radiofarmaka Baru
Kepala Badan Energi Atom Iran, AEOI mengatakan, Iran sudah memamerkan tiga radiofarmaka baru yang urgen bagi masyarakat.
Mohammad Eslami, Selasa (14/12/2021) menuturkan, "Kami memiliki agenda kerja yang luas di bidang ketahanan pangan dan perluasan kapasitas, mulai dari lahan pertanian hingga meja makan warga. Hal ini dapat diwujudkan dengan pemanfaatan teknologi nuklir di bidang aplikasi sinar. Volume limbah makanan dan produk pertanian sangat tinggi, dan jika kita ingin mencegah terjadinya pemborosan, maka langkah ini dapat membantu meningkatkan efisiensi, dan mengurangi biaya."
Ia menambahkan, "Sungguh disesalkan kita lalai dengan nilai ekonomi teknologi nuklir, dan sekarang kita dikenal di dunia hanya di bidang pengayaan uranium, dan kita bahkan harus menerima banyak tuduhan tak berdasar di bidang ini, setiap hari kita membela diri dan menegaskan bahwa kita tidak mengejar senjata nuklir. Oleh karena itu jika kita tidak menjelaskan dan mengoperasikan aplikasi nuklir, maka kita akan terus menjadi sasaran tuduhan."
Menurut Eslami, hari Senin, tiga radiofarmaka baru Iran dipamerkan, dan itu sangat urgen untuk bidang kesehatan masyarakat, dan radiofarmaka tersebut akan diserahkan ke perusahaan Pars Isotope Co. untuk disempurnakan, dan mendapatkan izin pemasaran, sehingga bisa digunakan di bidang kesehatan Iran.(PH)