Penasihat Raisi: Pelaku Kejahatan Teroris Menarget Persatuan Iran
-
Mamosta Abdul Salam Karimi, Penasihat Presiden Iran untuk Urusan Etnis dan Minoritas Agama dan Mazhab
Penasihat Presiden Iran untuk Urusan Etnis dan Minoritas agama dan mazhab menyatakan, Kejahatan teroris Shiraz menunjukkan ketidakberdayaan para pelaku utamanya yang selalu berusaha menarget dan memisahkan persatuan dalam keragaman Iran dengan semua agama, mazhab dan etnis.
Aksi teroris Daesh (ISIS) pada hari Rabu (26/10/2022) dalam serangan bersenjata di Shah Ceragh, Makam Suci Makam Ahmad bin Musa Al Kadzim as, di kota Shiraz, ibukota provinsi Fars di Iran selatan, mengakibatkan kesyahidan 15 orang, termasuk 2 anak-anak, dan melukai 27 peziarah.
Daesh (ISIS) mengaku bertanggung jawab atas aksi teroris yang dikecam oleh PBB dan berbagai negara di dunia.
Menurut laporan IRNA, Mamosta Abdul Salam Karimi, Penasihat Presiden Iran untuk Urusan Etnis dan Minoritas Agama dan Mazhab dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis (27/10/2022) setelah serangan teroris di Makam suci Shah Ceragh di Shiraz mengatakan, Ksyahidan sejumlah dari warga kita tercinta di tangan teroris sewaan, Sekali lagi, itu mengungkapkan kekejaman dan kedengkian musuh-musuh Iran.
Penasihat Presiden Republik Islam Iran untuk Urusan Etnis dan Minoritas Agama dan Mazhab menambahkan, Para teroris yang menembaki warga, wanita dan anak-anak yang tidak bersalah ini selalu berusaha untuk menciptakan hasutan dan perpecahan dalam barisan persatuan Islam Iran, dan pada kenyataannya , mereka mencoba mengadu domba orang satu sama lain. dan hari ini mereka mendengarkan perintah pembohong dan munafik yang sama, yang mengklaim mendukung hak asasi manusia di ratusan media melawan bangsa Iran dan berbicara palsu tentang kebebasan, tetapi dalam praktiknya mereka membantai orang yang tidak bersalah.
"Kejahatan teroris Shiraz menunjukkan ketidakberdayaan pelaku utamanya yang selalu berusaha untuk menarget persatuan dalam keragaman Iran dengan semua agama, mazhab dan etnis, dan untuk memisahkan pelangi indah Iran, tetapi karena kebutaan mata musuh justru darah para syahid kejahatan ini memperkuat persatuan rakyat Iran lebih dari sebelumnya dan teroris dan pendukungnya akan dihinakan," pungkas Mamosta Karimi.(sl)