Iran Aktualita, 29 April 2023
https://parstoday.ir/id/news/iran-i144458-iran_aktualita_29_april_2023
Perkembangan di Iran selama sepekan lalu diwarnai sejumlah isu penting seperti; Iran dan Arab Saudi Mulai Lanjutkan Hubungan Perdagangan.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Apr 29, 2023 12:55 Asia/Jakarta
  • Ekspor dan perdagangan
    Ekspor dan perdagangan

Perkembangan di Iran selama sepekan lalu diwarnai sejumlah isu penting seperti; Iran dan Arab Saudi Mulai Lanjutkan Hubungan Perdagangan.

Selain itu, masih ada isu lain seperti;

  • Menlu Iran: Perang Bukan Solusi Konflik Ukraina
  • Hadiri Pertemuan Segi Empat, Menhan Iran Kunjungi Moskow
  • Iran Meretas Dua Pesawat Mata-Mata Musuh di Perbatasan
  • Iran dan Suriah akan Hapus Dolar dari Transaksi Perdagangan
  • Abdollahian: Peran Oman dalam Pencabutan Sanksi Iran, Konstruktif
  • AL Iran Tangkap Sebuah Kapal Asing di Teluk Persia
  • Abdollahian: Iran Tak Inginkan Apa pun bagi Lebanon selain Kebaikan
  • ASPI: Iran akan Jadi Salah Satu 10 Superpower Iptek Dunia

Iran dan Arab Saudi Mulai Lanjutkan Hubungan Perdagangan

Menteri Perindustrian, Pertambangan dan Perdagangan Iran mengumumkan dimulainya perdagangan antara Iran dan Arab Saudi sesuai dengan kesepakatan yang dicapai kedua negara sebelumnya.

Iran dan Arab Saudi sepakat untuk melanjutkan hubungan diplomatik yang dicapai pada 10 Maret lalu di Beijing.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, kedutaan besar dan misi diplomatik kedua negara akan dibuka kembali dalam dua bulan ke depan.

Image Caption

Seyed Reza Fatemi Amin, Menteri Perindustrian, Pertambangan, dan Perdagangan Iran hari Selasa (25/4/2023) mengatakan, "Setelah Tehran dan Riyadh setuju untuk melanjutkan hubungan, masalah barang Iran yang masuk ke Arab Saudi menjadi agenda,".

"Dengan dimulainya perdagangan antara Iran dan Arab Saudi, Kementerian Perindustrian, Pertambangan dan Perdagangan Iran memulai proses ekspor barang," tegasnya.

Sejak pemerintah Iran ke-13 menjabat pada 3 Agustus 2021, pembentukan keseimbangan dalam kebijakan luar negeri dilakukan dengan perluasan kerja sama dengan tetangga dan negara di kawasan yang ditempatkan sebagai prioritas program luar negerinya.

Kebijakan regionalisme, melihat ke timur, partisipasi dalam organisasi dan lembaga regional dan ekstra-regional seperti SCO dan ECO adalah contoh kebijakan luar negeri penyeimbang Iran, yang dijalankan oleh pemerintahan ke-13 saat ini.

Menlu Iran: Perang Bukan Solusi Konflik Ukraina

Menteri Luar Negeri Iran menjelaskan posisi mendasar Republik Islam Iran terkait masalah Ukraina dan menekankan bahwa perang bukanlah solusi.

Menlu Iran, Hossein Amirabdollahian dalam pertemuan Martin Griffiths, Deputi Sekretaris Jenderal PBB Urusan Kemanusiaan dan Bantuan Darurat hari Selasa (25/4/2023) menyinggung sejumlah isu-isu yang menjadi kepentingan bersama, termasuk kondisi dan situasi kemanusiaan di negara-negara Suriah, Yaman, Afghanistan, dan Ukraina.

Hossein Amir-Abdollahian

Mengenai krisis Ukraina, Amir Abdollahian menekankan posisi fundamental Republik Islam Iran terkait konflik ini dengan mengatakan, "Iran tidak memberikan bantuan militer kepada pihak mana pun dalam perang dan tidak menganggap perang sebagai solusi,".

"Iran mendukung kedaulatan dan integritas wilayah semua negara, termasuk Ukraina," ujar Amirabdollahian.

Sementara itu, Martin Griffiths dalam pertemuan ini menginformasikan kepada Amir Abdullahian tentang upayanya terkait isu kemanusiaan dan menjelaskan pandangannya tentang situasi kemanusiaan termasuk Ukraina dan negara lainnya.

Hadiri Pertemuan Segi Empat, Menhan Iran Kunjungi Moskow

Menteri Pertahanan Republik Islam Iran mengunjungi Moskow, ibu kota Rusia untuk menghadiri pertemuan segi empat.

Brigadir Jenderal Mohammadreza Ashtiani, Menteri Pertahanan Republik Islam Iran hari Senin (24/4/2023) tiba di Moskow untuk berpartisipasi dalam pertemuan segi empat tentang normalisasi hubungan antara Suriah dan Turki.

Krisis Suriah dimulai pada 2011, dan beberapa negara, termasuk Turki menjadi aktor pendukung oposisi Suriah. Sedangkan Iran serta Rusia menjadi dua negara yang mendukung pemerintah Suriah dalam perang melawan teroris.

Ashtiani

Bersamaan dengan intensifikasi krisis Suriah, pertemuan politik mengenai krisis ini diadakan oleh para penentang dan pendukung Damaskus.

Penentang rezim Suriah mengadakan pertemuan di berbagai negara, termasuk Qatar dan Turki, sedangkan pendukung Damaskus juga mengadakan pertemuan di Tehran dan Moskow.

Selain itu, pertemuan juga dilakukan dengan kehadiran serentak pemerintah Damaskus dan pihak oposisi, antara lain di Wina, Jenewa, dan Astana.

Upaya yang dilakukan ketiga negara, Republik Islam Iran, Rusia dan Turki berbeda dengan pertemuan lain tentang Suriah.

Pertemuan-pertemuan yang diadakan di Kazakstan, Turki, Rusia dan Iran mampu meredam krisis, khususnya krisis kemanusiaan di Suriah.

Iran Meretas Dua Pesawat Mata-Mata Musuh di Perbatasan

Direktur Eksekutif Perusahaan Industri Elektronik Iran, mengabarkan peretasan terhadap dua pesawat mata-mata musuh secara bersamaan, dengan menggunakan sistem perang elektronik buatan dalam negeri di dekat perbatasan udara Iran.

Laksamana Pertama Amir Rastegar, Senin (24/4/2023) mengatakan, "Kami memiliki sistem pelacak, dan sistem serangan balasan terhadap frekuensi radio yang digunakan dalam sistem-sistem perang elektronik tercanggih dunia, dan kami mampu memantau seluruh dimensi gelombang elektromagnetik musuh, lalu menghadapinya secara tepat."

Ia menambahkan, "Dengan maksud untuk melindungi wilayah negara, dan perbatasan udara Iran, selama bertahun-tahun kami terlibat dalam perang elektronik, dan kemampuan Republik Islam Iran, sampai hari ini sudah disadari oleh semua agresor."

Direktur Perusahaan Industri Elektronik Iran menegaskan, "Kemampuan ini sekarang terdapat di Angkatan Bersenjata Iran, dan kami bisa melumpuhkan ancaman dari jarak sekian ratus kilometer."

Iran dan Suriah akan Hapus Dolar dari Transaksi Perdagangan

Menteri Jalan dan Pembangunan Kota Iran, dalam pertemuan dengan Presiden Suriah, menekankan penghapusan dolar Amerika, dari transaksi perdagangan dua negara, dan mengabarkan bergabungya Suriah ke koridor rel kereta Iran dan Irak.

Mehrdad Bazrpash, Rabu (26/4/2023) dalam pertemuan dengan Presiden Suriah Bashar Al Assad, menyampaikan masalah tentang bergabungnya Suriah, ke koridor rel kereta api Iran dan Irak, untuk digunakan oleh para penumpang yang ingin berkunjung ke Suriah.

Selain itu pembukaan rute pelayaran rutin Iran dan Suriah, dengan memperhatikan keberadaan pelabuhan di dua negara untuk meningkatkan ekspor-impor, termasuk masalah lain yang menjadi penekanan Menteri Jalan dan Pembangunan Kota Iran.

Di sisi lain, Presiden Suriah, menekankan pentingnya sektor transit di berbagai bidang jalur kereta api dan jalan raya, serta mengabarkan kesiapan Damaskus, untuk meningkatkan kapasitas dua negara di bidang transit.

Pada saat yang sama, Presiden Bashar Al Assad menekankan pentingnya penggunaan mata uang nasional dalam transaksi perdagangan Suriah dan Iran.

Assad juga mengumumkan kesiapan Suriah menerima investasi Iran di industri hulu minyak. Menurutnya, pemerintah Suriah sudah mengeluarkan instruksi terkait untuk mengenali lokasi-lokasi yang akan dikelola oleh para ahli Iran.

Abdollahian: Peran Oman dalam Pencabutan Sanksi Iran, Konstruktif

Menteri Luar Negeri Iran mengatakan, Oman selalu memainkan peran konstruktif dan positif dalam dialog serta perundingan pencabutan sanksi Tehran, dan kedua negara melakukan sejumlah konsultasi dalam hal ini.

Hossein Amir Abdollahian, Rabu (26/4/2023) dalam lawatannya ke Muscat, melakukan pertemuan dengan timpalannya dari Oman, Sayyid Badr Albusaidi untuk membicarakan hubungan bilateral, dan sejumlah masalah regional serta internasional.

Abdollahian

Ia menambahkan, "Kami sepakat untuk mempercepat proyek-proyek perdagangan dan ekonomi bersama, dua negara. Sejak kunjungan Presiden Iran ke Muscat tahun lalu, dan berdasarkan kesepakatan pejabat tinggi dua negara, kami menyaksikan kemajuan cepat dalam hubungan dua negara, serta kerja sama regional dan internasional."

"Tema-tema dialog dan negosiasi dengan Menlu Oman, memusatkan perhatian pada perkembangan di Palestina, Sudan, Afghanistan dan Ukraina," kata Abdollahian.

Sehubungan dengan perundingan pencabutan sanksi Iran, ia menjelaskan, "Tentu saja Oman selalu memainkan peran konstruktif dan positif dalam dialog-dialog serta perundingan pencabutan sanksi terhadap Iran. Kami dalam hal ini melakukan berbagai konsultasi satu sama lain."

AL Iran Tangkap Sebuah Kapal Asing di Teluk Persia

Sebuah kapal asing yang diduga berbendera Marshall Islands ditangkap oleh Angkatan Laut Militer Iran di Laut Oman, setelah bertabrakan dengan kapal Iran, dan menyebabkan beberapa awak kapal Iran hilang serta terluka.

Humas Militer Iran, Kamis (27/4/2023) mengumumkan, sebuah kapal asing yang pada Rabu malam bertabrakan dengan kapal Iran, di perairan Teluk Persia, sehingga menyebabkan dua awak kapal hilang, dan sejumlah lainnya terluka, ditangkap AL Militer Iran.

Kapal asing yang ditangkap ini melanggar hukum internasional karena tidak memberi bantuan kepada kapal yang ditabrak, dan menolong awak kapal yang terluka, sebaliknya malah melarikan diri dari Teluk Persia.

Akan tetapi AL Militer Iran, setelah mendapat permintaan bantuan dari Pusat Koordinasi Bantuan Laut, MRCC, segera melacak, mengidentifikasi dan menangkap kapal asing tersebut.

Dalam operasi ini, AL Militer Iran mengerahkan kapal perusak Bayandor, yang mengejar kapal asing diduga berbendera Marshall Islands, dan menangkapnya di Laut Oman, lalu mengarahkannya ke perairan Iran.

Abdollahian: Iran Tak Inginkan Apa pun bagi Lebanon selain Kebaikan

Menteri Luar Negeri Iran dalam jumpa pers bersama dengan sejawatnya dari Lebanon, mengatakan, Iran mendorong seluruh elemen nasional Lebanon, untuk mempercepat pemilihan presiden, dan menyempurnakan proses politik di negara ini.

Hossein Amir Abdollahian, Kamis (27/4/2023) menggelar jumpa pers dengan Menlu Lebanon, Abdullah Bou Habib, di Beirut, setelah sebelumnya melakukan pembicaraan.

Menlu Iran pada kesempatan itu menjelaskan, "Kami menyambut baik segala bentuk kesepakatan yang dicapai seluruh elemen nasional Lebanon, terkait pemilihan presiden negara ini."

Ia menambahkan, "Kami juga mengajak pihak-pihak luar negeri tanpa campur tangan dalam urusan internal Lebanon, untuk mendukung pemilihan presiden oleh rakyat negara ini."

Pada saat yang sama, Abdollahian menerangkan, "Terkait kerja sama Iran dan Lebanon di semua bidang, kami sudah bicara, dan kami menegaskan kesiapan Republik Islam Iran untuk memperkuat kerja sama ekonomi, perdagangan, pariwisata, ilmu pengetahuan, teknologi, dan bidang lainnya."

Di sisi lain Menlu Lebanon Abdullah Bou Habib, menilai kesepakatan yang dicapai Republik Islam Iran, dengan Arab Saudi, menguntungkan Lebanon.

 "Kami berharap setelah kesepakatan Iran dan Saudi, kebaikan akan datang bagi negara kami. Selain itu tidak adanya konflik dan peperangan di kawasan menguntungkan Lebanon," pungkasnya.

ASPI: Iran akan Jadi Salah Satu 10 Superpower Iptek Dunia

Laporan terbaru Institut Kebijakan Strategis Australia, ASPI, memprediksi Iran, akan menjadi salah satu dari 10 negara superpower ilmu pengetahuan dan teknologi dunia di masa depan.

PressTV, Selasa (25/4/2023) melaporkan, Lembaga Pelacak Teknologi Kritis (Critical Technolgy Tracker) milik ASPI, menilai Iran sebagai salah satu dari lima negara teratas dalam enam dari 44 teknologi yang dilacak, dan peringkat ke-9 dari keseluruhan yang memprediksi 10 kekuatan global teratas di masa depan.

Jumlah publikasi dan kutipan bersama dengan Indeks Hirsch, terkait pengujian pada mesin-mesin pesawat canggih termasuk hipersonik, menunjukkan Iran berada di peringkat ke-4, berdampingan dengan Cina dan Amerika Serikat, melampaui posisi Jepang, Italia dan Inggris.

Menurut ASPI, Iran juga termasuk empat negara unggul di bidang biogas, serta ilmu material cerdas dan sains-sains baru yang muncul di pasar, dan ini dapat mengubah masa depan industri.

Iran telah mempublikasikan dua persen dari seluruh total makalah dunia di bidang biologi sintetis yang membawa negara ini ke peringat 8 negara terunggul dunia di bidang ini.

Di atas kompetisi biasa antara Cina dan AS, kinerja Iran sangat kuat di bidang teknologi Artificial Intelligence atau Kecerdasan Buatan. Iran juga menjadi sebuah kekuatan tak terduga dalam penelitian-penelitian akselator perangkat keras.

Selama bertahun-tahun Iran telah masuk ke jajaran negara-negara unggul produsen sains dunia. Meskipun demikian Critical Technolgy Tracker telah melangkah lebih jauh dari penelitian-peneitian sederhana, dan memusatkan perhatian pada standar kinerja kunci kemampuan sains dan teknologi, dan negara-negara yang memiliki keunggulan kompetitif sesuai standar ini diukur dalam 44 jenis teknologi.