Araghchi: Pengosongan Ain al-Assad Tanda Penguatan Stabilitas di Irak
https://parstoday.ir/id/news/iran-i184288-araghchi_pengosongan_ain_al_assad_tanda_penguatan_stabilitas_di_irak
Pars Today – Menteri Luar Negeri Iran mengatakan bahwa keluarnya Amerika Serikat dari pangkalan Ain al‑Asad dan penyerahannya kepada Baghdad merupakan tanda penguatan stabilitas dan kedaulatan Irak.
(last modified 2026-01-18T14:22:03+00:00 )
Jan 18, 2026 19:43 Asia/Jakarta
  • Menlu Iran, Sayid Abbas Araghchi
    Menlu Iran, Sayid Abbas Araghchi

Pars Today – Menteri Luar Negeri Iran mengatakan bahwa keluarnya Amerika Serikat dari pangkalan Ain al‑Asad dan penyerahannya kepada Baghdad merupakan tanda penguatan stabilitas dan kedaulatan Irak.

Pada hari Minggu, setelah pertemuan dan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Irak, Fuad Hussein, di Tehran, Sayid Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran, menyatakan bahwa pengosongan pangkalan Ain al‑Asad oleh pasukan Amerika di Irak dan penyerahannya kepada pemerintah negara tersebut menunjukkan semakin kuatnya stabilitas dan kedaulatan politik Irak.

 

Menurut laporan Pars Today, Araghchi menambahkan bahwa perbatasan Iran dan Irak telah berubah menjadi perbatasan persahabatan dan kerja sama di berbagai bidang ekonomi, perdagangan, dan lainnya. Ia juga berharap pemerintahan baru Irak segera terbentuk.

 

Ia menekankan bahwa peran regional Irak semakin meningkat dan menyatakan bahwa pemerintah Irak dapat memainkan peran positif dalam mendekatkan posisi dan pandangan negara‑negara di kawasan. Iran, katanya, siap bekerja sama dengan Irak dalam hal ini.

 

Menteri Luar Negeri Iran itu juga menegaskan bahwa terdapat “kepentingan dan tantangan keamanan bersama” antara Iran dan Irak. Ia menambahkan bahwa Iran menginginkan Irak yang stabil, independen, dan memiliki kedaulatan politik yang kuat, dan bahwa Irak memiliki semua kapasitas yang diperlukan untuk mencapai posisi tersebut.

 

Araghchi juga menyinggung hubungan antarmasyarakat antara kedua bangsa serta keberadaan sejumlah mahasiswa Irak yang menempuh pendidikan di Iran. Ia mengatakan bahwa Iran siap memfasilitasi dan mempercepat mobilitas warga kedua negara.

 

Kepala diplomasi Iran itu juga menyoroti kerja sama ekonomi antara Iran dan Irak serta perlunya meningkatkan level kerja sama tersebut. Ia menyatakan bahwa hubungan dagang kedua negara saat ini berada pada tingkat yang baik, namun masih terdapat banyak potensi untuk memperluas hubungan tersebut.

 

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Irak menyatakan kegembiraannya atas kunjungannya ke Tehran. Ia menegaskan bahwa keamanan Irak dan Iran merupakan bagian dari keamanan kawasan, dan keamanan rakyat Iran penting bagi Irak, sebagaimana keamanan kawasan juga penting.

 

Fuad Hussein menambahkan bahwa pertukaran pandangan antara Iran dan Irak sangat penting dalam situasi saat ini, karena Baghdad menekankan prinsip “ketak-terpisahan keamanan kawasan” dan meyakini bahwa stabilitas setiap negara menjamin keamanan negara‑negara tetangganya. Dalam kerangka ini, ia menegaskan pentingnya tidak campur tangan dalam urusan internal negara lain dan menyerukan kelanjutan konsultasi untuk menghadapi tantangan regional. (MF)