Baghaei: Pelaku dan yang Memerintah Kejahatan di Minab Harus Dihukum
https://parstoday.ir/id/news/iran-i187762-baghaei_pelaku_dan_yang_memerintah_kejahatan_di_minab_harus_dihukum
Pars Today - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran menegaskan bahwa para pelaku dan mereka yang memerintah kejahatan di Minab harus dihukum karena pelanggaran berat hak asasi manusia dan kejahatan perang yang setara dengan genosida.
(last modified 2026-04-12T10:02:39+00:00 )
Mar 27, 2026 17:18 Asia/Jakarta
  • Esmaeil Baghaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran
    Esmaeil Baghaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran

Pars Today - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran menegaskan bahwa para pelaku dan mereka yang memerintah kejahatan di Minab harus dihukum karena pelanggaran berat hak asasi manusia dan kejahatan perang yang setara dengan genosida.

Menurut laporan Pars Today mengutip IRNA, dalam sebuah pesan di platform X pada hari Jumat (27/03/2026), Esmaeil Baghaei menyoroti pertemuan darurat Dewan Hak Asasi Manusia PBB di Swis terkait kejahatan yang dilakukan Amerika Serikat dalam serangan terhadap Sekolah Dasar Shajare Tayyebe di Minab pada 28 Februari 2026.

Baghaei menulis, “Hari ini, Dewan Hak Asasi Manusia PBB mengadakan pertemuan darurat untuk membahas serangan kejam Amerika terhadap Sekolah Dasar Shajare Tayyebe di kota Minab. Serangan ini merupakan tindakan yang disengaja, dilakukan dalam dua tahap menggunakan dua rudal Tomahawk, dengan tujuan membunuh lebih banyak manusia tak bersalah.”

Ia menambahkan, “Anak-anak tak bersalah dan guru-guru mereka yang dibantai dengan dingin adalah simbol kebiadaban dan kekejaman para penyerang. Para pelaku dan pemerintah pendorong kejahatan ini harus dimintai pertanggungjawaban dan dihukum karena pelanggaran berat hak asasi manusia dan kejahatan perang, yang setara dengan genosida.”

Dunia harus berdiri tegak menentang pelanggaran berat hukum internasional, hak asasi manusia, dan hukum humaniter ini. Peristiwa ini hanyalah satu dari sekian banyak contoh kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang telah dilakukan selama 28 hari terakhir dalam perang ilegal Amerika Serikat-Israel terhadap bangsa Iran.

Anak-anak tak bersalah dan guru-guru mereka yang dibantai dengan dingin merupakan simbol kebiadaban dan ketidakberperikemanusiaan para penyerang. Pelaku dan pihak yang memerintahkan kejahatan ini harus dimintai pertanggungjawaban dan dihukum atas pelanggaran berat hak asasi manusia dan kejahatan perang, yang setara dengan genosida.

Sebagai catatan, sidang darurat Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa telah diselenggarakan pada hari Jumat, 27 Maret 2026, untuk membahas dan mengkaji dimensi kejahatan yang dilakukan Amerika Serikat dan rezim Zionis dalam serangan terhadap Sekolah Dasar Shajereh Tayyebeh di Minab.

Sayid Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, dalam pidato yang disampaikan secara daring, menjelaskan kejahatan Amerika Serikat dan rezim Zionis. Ia memperingatkan bahwa dunia tidak boleh berdiam diri menghadapi kejahatan mengerikan serta pelanggaran hak asasi manusia dan hukum humaniter yang tak terhitung jumlahnya oleh para agresor Amerika-Zionis. Dunia harus menjalankan tanggung jawab moral, hukum, dan kemanusiaannya dalam menghadapi kezaliman yang nyata ini.(sl)