Qasemi: Tuduhan Repetitif Menlu Saudi, Berlebihan dan Tak Adil
-
Bahram Qasemi, Jubir Kemenlu Iran
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran menilai tuduhan-tuduhan reptitif Menlu Arab Saudi terkait dukungan Tehran atas terorisme, tidak adil dan berlebihan.
Bahram Qasemi, Jubir Kemenlu Iran (8/9) mengatakan, Saudi selama bertahun-tahun telah merusak ketenangnan, keamanan dan kehidupan rakyat tertindas Yaman, dan menyulut perang brutal terhadap rakyat tidak berdosa negara itu. Saudi menjadikan mereka sasaran langsung roket-roket dan jet-jet tempurnya, pada saat yang sama dan seperti biasanya, menuduh pihak lain telah mengintervensi urusan dalam negeri negara-negara tetangganya.
Qasemi menambahkan, tuduhan menggelikan dan repetitif Adel Al Jubeir, Menlu Saudi terkait dukungan Iran atas terorisme dan jaringan Al Qaeda disampaikan, padahal para pemimpin Taliban, Al Qaeda, Daesh dan kelompok-kelompok teroris pembunuh lainnya, jika bukan warga Saudi, dapat dipastikan terpengaruh paham Wahabisme yang disebarkan Riyadh.
Menurutnya, realitas pahit yang harus diterima Saudi sekarang adalah, perlahan-lahan, masyarakat dunia dan orang-orang yang terusik rasa kemanusiaannya mulai menyadari kebohongan-kebohongan Riyadh tersebut.
Jubir Kemenlu Iran menegaskan, instabilitas dan ketidakamanan yang terjadi hari ini dan seluruh penindasan yang dilakukan terhadap masyarakat tidak berdosa dan Muslimin di negara-negara kawasan, disebabkan oleh intervensi-intervensi asing dan tekanan para penganut, pendukung dan pembawa pemikiran ekstrem ini untuk mencapai tujuan-tujuannya.
Hal itu, kata Qasemi, hanya memperumit perimbangan politik dan meningkatkan instabilitas serta ketidakamanan kawasan.
Menurut laporan IRNA, Bahram Qasemi, Jubir Kemenlu Iran menyebut perang Yaman, tragedi Mina dan dukungan terhadap para teroris di Irak dan Suriah serta wilayah lain, sebagai catatan hitam yang lahir dari arogansi dan pengingkaran terhadap realitas sehingga membuat pelakunya lalai, bersikap berlebihan, lari dari masalah dan berbohong. (HS)