Presiden Iran: Intervensi Militer, Ancaman bagi Keamanan Global
Presiden Republik Islam Iran menilai agresi dan intervensi dalam urusan negara-negara lain sebagai ancaman bagi perdamaian dan keamanan dunia.
Hassan Rouhani mengungkapkan hal itu dalam pertemuan dengan Robert Dussey, Menteri Luar Negeri Togo di Tehran, ibukota Iran, Senin (7/11/2016).
Rouhani mengatakan, hari ini, kekerasan dan terorisme merupakan dua tantangan penting bagi masyarakat internasional.
Ia menekankan pentingnya perluasan kerjasama antar Iran dan Togo di lembaga-lembaga internasional untuk menyelesaikan persoalan dunia.
Presiden Iran menegaskan, terorisme sama sekali bukan sarana yang baik bagi setiap negara untuk mencapai tujuan mereka di kawasan.
"Dukungan finansial dan senjata serta pemanfaatan teroris oleh sejumlah negara harus dihentikan. Organisasi-organisasi internasional melalui tindakan terkoordinasi harus mengambil keputusan untuk menangani persoalan ini," tegas Rouhani seperti dilansir situs informasi kepresidenan Iran.
Di bagian lain statemennya, Presiden Iran menilai posisi negara-negara Afrika sebagai penting bagi Iran.
"Republik Islam Iran dan Togo bisa memanfaatkan kapasitas dan kemampuan kedua negara untuk memperluas kerjasama ekonomi, perdagangan dan politik antarkedua belah pihak," pungkasnya.
Sementara itu, Menlu Togo menyatakan kesiapan negaranya untuk menjalin kerjasama dengan Iran dalam pemberantasan terorisme.
"Afrika bukan milik kekuatan-kekuatan kolonial, namun milik rakyat di benua ini. Bangsa-bangsa Afrika menyerukan perluasan hubungan dengan negara-negara sahabat terutama dengan Republik Islam Iran," kata Dussey.
Ia juga menegaskan kapasitas tinggi perusahaan-perusahaan Iran di berbagai bidang termasuk di sektor industri, pertambangan dan infrastruktur.
"Togo menyerukan perluasan kerjasama dengan Republik Islam Iran di sektor ekonomi dan perdagangan," ujarnya. (RA)