Abdollahian: Strategi Keliru Saudi Perparah Krisis Yaman
https://parstoday.ir/id/news/iran-i29365-abdollahian_strategi_keliru_saudi_perparah_krisis_yaman
Asisten Khusus Ketua Parlemen Iran untuk urusan internasional menilai berlanjutnya agresi militer Arab Saudi ke Yaman dan blokade atas negara itu sebagai kebijakan keliru Riyadh.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Des 28, 2016 08:32 Asia/Jakarta
  • Hossein Amir Abdollahian
    Hossein Amir Abdollahian

Asisten Khusus Ketua Parlemen Iran untuk urusan internasional menilai berlanjutnya agresi militer Arab Saudi ke Yaman dan blokade atas negara itu sebagai kebijakan keliru Riyadh.

ISNA (27/12) melaporkan, Hossein Amir Abdollahian, Asisten Khusus Ketua Parlemen Iran, Selasa (27/12) dalam pertemuan dengan Radwan Al Haimi, anggota Dewan Tinggi Revolusi Yaman di Tehran mengatakan, Riyadh dengan strategi-strategi keliru yang digunakannya di Yaman, telah memperparah krisis di negara itu.

Amir Abdollahian menjelaskan, perang terhadap Yaman telah menyebabkan kawasan menjadi tidak aman.

"Serangan koalisi Saudi ke Yaman juga menyuburkan terorisme Takfiri di negara itu dan selain menghancurkan infrastruktur sebuah negara Muslim, agresi militer itu menjadi ajang pembunuhan dan menelantarkan ribuan Muslimin Yaman," ujarnya.

Abdollahian menerangkan, buah dari perlawanan yang dilakukan rakyat dan para pemimpin Yaman dalam menghadapi terorisme dan agresi militer asing, adalah terjaganya independensi dan integritas wilayah negara ini, dan Iran mendukung solusi politik sebagai satu-satunya jalan penyelesaian krisis Yaman.

Menurut Asisten Khusus Ketua Parlemen Iran itu, pembentukan Majelis Nasional Yaman dan mulai bekerjanya pemerintahan persatuan nasional Yaman merupakan langkah penting guna memperkuat proses politik di negara itu, dan Tehran mendukung partisipasi seluruh kelompok dan partai dalam pemerintahan Sanaa.

Radwan Al Haimi dalam pertemuan itu mengatakan, rakyat Yaman menganggap kemenangan-kemenangan yang diraih dalam menghadapi Zionis-Wahabi dan pasukan bayaran Saudi, adalah berkat solidaritas dan dukungan politik-maknawi Republik Islam Iran dan beberapa negara kawasan lain. (HS)