Rouhani: AS Kehilangan Kredibilitas Internasionalnya
-
Hassan Rouhani
Hassan Rouhani, Presiden Iran, Rabu (20/9) di sidang Majelis Umum PBB di New York menyinggung pelanggaran komitmen Amerika Serikat dalam implementasi kesepakatan nuklir, JCPOA dan menuturkan, Washington hanya akan kehilangan kredibilitas internasionalnya, dengan seluruh pelanggaran komitmen ini.
Presiden Iran menerangkan, sikap bodoh, buruk, dendam, sarat informasi keliru dan tuduhan tak berdasar yang dilemparkan Presiden Amerika, Selasa (19/9) kepada bangsa Iran di sidang Majelis Umum PBB, bukan saja tidak layak disampaikan di tempat ini, bahkan bertentangan dengan tuntutan seluruh bangsa dunia hari ini.
Rouhani menegaskan bahwa JCPOA adalah jalan perdamaian dan menuturkan, Iran tidak akan menjadi negara pertama yang melanggar JCPOA, akan tetapi tidak akan diam menyaksikan pelanggaran kesepakatan nuklir itu.
Menurut Rouhani, hak asasi manusia dan hak warga negara, di samping kecintaan pada Islam dan keadilan, merupakan tuntutan terpenting rakyat Iran.
"Strategi Iran adalah mengupayakan perdamaian dan mendukung hak seluruh bangsa," ujarnya.
Presiden Iran menyebut retorika bangsa Iran adalah retorika penghormatan. Rakyat Iran, katanya, selalu menginginkan perundingan, tapi perundingan yang sejajar dan saling menghormati.
Ia menambahkan, rakyat Iran tidak akan mengancam dan tidak dapat menerima ancaman dari pihak manapun dan dari kekuatan apapun.
Rouhani menjelaskan, rakyat Palestina dilanggar seluruh haknya oleh rezim penjajah dan rasis, namun para perampok wilayah itu berada dalam keamanan penuh, hal ini tidak bisa dibenarkan .
"Muslimin di Yaman, Suriah, Irak, Bahrain, Afghanistan, Myanmar dan wilayah-wilayah miskin lainnya, hidup di tengah peperangan dan konflik. Sementara sebagian orang mengira bisa memiliki keamanan, kesejahteraan dan pembangunan jangka panjang di negara mereka," imbuhnya.
Presiden Iran mengatakan bahwa Iran berada di front terdepan perang melawan terorisme dan ekstremisme di Timur Tengah.
"Dukungan Iran atas negara-negara kawasan dalam perang melawan teroris muncul dari rasa kemanusiaan, moral dan langkah strategis," pungkasnya. (HS)