Rahbar Ungkap Tiga Peristiwa Tragis di Bumi Palestina
https://parstoday.ir/id/news/iran-i49963-rahbar_ungkap_tiga_peristiwa_tragis_di_bumi_palestina
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran (Rahbar), Ayatullah Sayid Ali Khamenei mengatakan, tindakan AS untuk memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke al Quds adalah sebuah kesalahan besar dan mereka tidak akan mampu untuk melakukan ini.
(last modified 2026-04-16T09:59:01+00:00 )
Jan 17, 2018 01:17 Asia/Jakarta
  • Pertemuan Ayatullah Sayid Ali Khamenei dengan para peserta Konferensi PUIC di Tehran.
    Pertemuan Ayatullah Sayid Ali Khamenei dengan para peserta Konferensi PUIC di Tehran.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran (Rahbar), Ayatullah Sayid Ali Khamenei mengatakan, tindakan AS untuk memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke al Quds adalah sebuah kesalahan besar dan mereka tidak akan mampu untuk melakukan ini.

Rahbar menyampaikan hal itu dalam pertemuan dengan para peserta Konferensi Uni Parlemen Negara-Negara Anggota Organisasi Kerja Sama Islam ke-13 (PUIC) di Tehran, Selasa (16/1/2018).

"Palestina adalah isu utama Dunia Islam dan dalam kasus Palestina, tiga peristiwa yaitu "pendudukan tanah", "pengusiran massal jutaan orang" dan "pembantaian massal dan kejahatan berat kemanusiaan" telah terjadi di mana penindasan ini tidak ada padanannya dalam sejarah," jelas Ayatullah Khamenei.

Menurutnya, membela Palestina adalah tugas semua dan tidak boleh berpikir bahwa melawan rezim Zionis adalah pekerjaan sia-sia, tapi dengan izin dan pertolongan Allah Swt, perjuangan melawan Israel akan membuahkan hasil, seperti gerakan perlawanan sudah lebih maju dari tahun-tahun sebelumnya.

"Negara-negara di kawasan yang membantu dan bekerjasama dengan AS dan Israel seperti Arab Saudi, tentu telah mengkhianati umat Islam dan Dunia Islam," tegas Ayatullah Khamenei.

"Ada saat ketika orang-orang Zionis meneriakkan slogan 'Dari Sungai Nil sampai Eufrat', namun hari ini mereka terpaksa membangun tembok di sekeliling mereka sendiri, sehingga dapat melindungi diri mereka di tanah yang diduduki itu," tambahnya.

Rahbar lebih lanjut menandaskan, Palestina adalah sebuah himpunan dan sejarah 'dari laut sampai sungai' dan Quds juga ibukotanya dan mustahil untuk memutarbalikkan fakta ini.

Ayatullah Khamenei menyinggung pembahasan masalah Myanmar dan Kashmir pada Konferensi PUIC di Tehran, namun pada saat yang sama mengabaikan isu-isu penting Yaman dan Bahrain.

"Tidak boleh membiarkan kerajaan propaganda Barat yang berbahaya – yang umumnya dikelola oleh Zionis – membuat isu-isu penting Dunia Islam terabaikan, dan dengan konspirasi senyap, mereka menghapus persoalan-persoalan penting umat Islam," papar Rahbar.

Di bagian lain, Ayatullah Khamenei menekankan perlunya negara-negara Muslim untuk hidup rukun dan tidak membiarkan perselisihan, perang dan pertumpahan darah di Dunia Muslim – dalang utamanya juga Amerika dan Zionis – menghadirkan kondisi bagi terbentuknya zona aman untuk Israel.

Mengacu pada klaim-klaim AS dalam membela hak asasi manusia, Rahbar menuturkan, kata-kata vulgar dan tak pantas oleh orang yang menguasai AS hari ini tentang Afrika, Amerika Latin dan berbagai etnis adalah contoh dari perilaku anti-HAM, yang telah membongkar klaim-klaim palsu ini.

"Para pejabat AS meneriakkan slogan-slogan dalam memerangi terorisme, padahal mereka secara terbuka mendukung rezim teroris Israel. Selain itu, menurut pengakuan Trump dalam kampanye pemilu, AS adalah aktor utama di balik Daesh dan mendukung kelompok ini sampai ajalnya," pungkas Rahbar.

"Dengan mengungkap kebenaran dan menelanjangi kepalsuan klaim AS, seperti 'membela hak asasi manusia' dan 'memerangi terorisme,' kita harus menciptakan tren agar dapat mempengaruhi opini publik dan kalangan intelektual," tandasnya. (RM)