Iran tidak akan Menerima Syarat Apapun untuk Kunjungan Macron
https://parstoday.ir/id/news/iran-i51051-iran_tidak_akan_menerima_syarat_apapun_untuk_kunjungan_macron
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Qasemi mengatakan Tehran tidak akan menerima syarat apapun mengenai rencana kunjungan presiden Perancis ke Republik Islam Iran.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Feb 05, 2018 16:40 Asia/Jakarta
  • Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Qasemi.
    Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Qasemi.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Qasemi mengatakan Tehran tidak akan menerima syarat apapun mengenai rencana kunjungan presiden Perancis ke Republik Islam Iran.

Pada konferensi pers di Tehran, Senin (5/2/2018), Qasemi ketika menjawab wartawan IRIB terkait rumor bahwa Tehran menerima syarat tertentu dari Paris, menuturkan Republik Islam selama empat dekade terakhir telah memperlihatkan gayanya dalam berhubungan dengan negara-negara lain.

"Meski ada peningkatan kerjasama dengan Iran, tapi Perancis tidak dalam posisi untuk menentukan syarat tertentu untuk Republik Islam," tegasnya.

Qasemi menandaskan bahwa Republik Islam Iran tidak menerima syarat apapun dan memutuskan kebijakan domestik dan luar negerinya secara mandiri.

"Perdebatan tentang syarat Presiden Emmanuel Macron untuk datang ke Iran, salah tempat dan benar-benar keliru, di mana tidak termasuk bagian dari kebijakan Republik Islam," pungkasnya.

Emmanuel Macron

Soal kehadiran militer Turki di Suriah, Qasemi mengatakan operasi militer Turki harus segera dihentikan dan harus menghormati kedaulatan dan integritas teritorial Suriah.

"Berlanjutnya kehadiran militer Turki di Suriah dapat berkontribusi pada kembalinya instabilitas, ketidakamanan dan terorisme di Suriah," ujarnya.

Mengacu pada ledakan baru-baru ini di Kabul, jubir Kemenlu Iran ini menekankan bahwa partai-partai dan kelompok Afghanistan perlu meningkatkan upaya untuk memperkuat stabilitas dan memulihkan keamanan.

"Ketenangan, keamanan dan stabilitas di Afghanistan, dan bahwa pemerintah Kabul bisa mengambil langkah-langkah fundamental untuk kesejahteraan rakyatnya, sangat penting bagi Iran," tambahnya. (RM)