Araqchi: JCPOA Tidak Berhubungan dengan Isu Rudal
-
Sayid Abbas Araqchi, Wamenlu RII untuk Urusan Politik.
Wakil menteri luar negeri Republik Islam Iran urusan politik mengatakan, perjanjian nuklir JCPOA (Rencana Aksi Bersama Komprehensif) terpisah denganisu lainnya seperti rudal, dan Iran belum mengambil manfaat dari kesepakatan ini disebabkan inkonsistensi Amerika Serikat dan pelanggaran negara ini terhadap JCPOA.
"JCPOA tidak memiliki hubungan dengan isu-isu seperti Suriah, Yaman dan rudal Republik Islam Iran. Sebab, mengaitkannya dengan isu-isu tersebut akan menyebabkan masalah-masalah lain semakin rumit," kata Sayid Abbas Araqchi di Chatham House, Inggris seperti dilansir FNA, Kamis (22/2/2018).
Ia menegaskan, Iran tidak pernah dan tidak akan pernah mengejar produksi senjata nuklir.
"Republik Islam Iran selama ini berkomitmen dalam memenuhi kewajibannya berdasarkan JCPOA untuk membangun kepercayaan, namun AS terus melanggar kewajibannya dan menciptakan atmosfir ketidakpercayaan dalam perjanjian ini," jelasnya.
Araqchi menegaskan, jika Iran tidak bisa mengambil manfaat dari JCPOA, maka negara ini akan keluar dari perjanjian tesebut.
"Republik Islam Iran mengejar perdamaian dan stabilitas di kawasan, dan negara ini telah memberikan banyak bantuan untuk menciptakan stabilitas dan keamanan tersebut," tuturnya.
Wamenlu Iran urusan politik lebih lanjut menuturkan, tidak ada solusi militer untuk kawasan, dan masuknya Iran ke dalam perundingan telah membuktikan bahwa Tehran siap untuk membantu memecahkan krisis regional melalui jalur politik.
Di bagian lain pernyataannya, Araqchi menyinggung persoalan di kawasan Teluk Persia, dan menegaskan bahwa Iran mengejar perundingan dan dialog.
"Langkah-langkah harus diambil untuk membangun kepercayaan di kawasan Teluk Persia, dan integritas teritorial negara-negara harus dihormati," pungkasnya.
Wamenlu Iran urusan politik yang memimpin sebuah delegasi berkunjung ke London untuk berpartisipasi dalam dialog politik Iran dan Inggris.(RA/PH)