Sharif: Generasi Ketiga Palestina Terjun ke Medan Perjuangan
https://parstoday.ir/id/news/iran-i56232-sharif_generasi_ketiga_palestina_terjun_ke_medan_perjuangan
Ketua Staf Intifada dan al-Quds Dewan Koordinasi Dakwah Islam Republik Islam Iran, Brigadir Jenderal Ramadan Sharif mengatakan, dengan bergabungnya generasi ketiga dan keempat Palestina di medan perjuangan, maka darah baru mengalir ke pembuluh darah para pejuang untuk menghadapi pendudukan Zionis.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
May 05, 2018 15:41 Asia/Jakarta
  • Brigadir Jenderal Ramadan Sharif
    Brigadir Jenderal Ramadan Sharif

Ketua Staf Intifada dan al-Quds Dewan Koordinasi Dakwah Islam Republik Islam Iran, Brigadir Jenderal Ramadan Sharif mengatakan, dengan bergabungnya generasi ketiga dan keempat Palestina di medan perjuangan, maka darah baru mengalir ke pembuluh darah para pejuang untuk menghadapi pendudukan Zionis.

Brigjen Sharif mengatakan hal itu dalam pertemuan pertama Dewan Koordinasi Dakwah Islam Iran tentang program Hari Quds Internasional untuk tahun 1397 Hs.

 

"Pawai Akbar Hak untuk Kembali –sebagai strategi baru rakyat Palestina dalam melawan Zionis– akan memperkuat tekad rakyat Palestina untuk menghapus Israel," kata Sharif seperti dikutip IRIB, Sabtu (5/5/2018).

 

Pawai Damai Hak untuk Pulang Palestina digelar di perbatasan Jalur Gaza sejak 30 Maret 2018 menandai Hari Bumi. Serangan pasukan rezim Zionis terhadap peserta pawai telah merenggut nyawa 50 warga Palestina dan melukai lebih dari 7.000 lainnya.

 

Ketua Staf Intifada dan al-Quds Dewan Koordinasi Dakwah Islam Iran menuturkan, keinginan umat Islam akan menyebabkan konspirasi Amerika-Zionis untuk memindahkan Kedutaan Besar Amerika Serikat ke Baitul Maqdis menghadapi persoalan dan biaya besar.

 

Brigjen Sharif lebih lanjut menyebut Hari al-Quds Sedunia sebagai simbol perwujudan salah satu cita-cita Revolusi Islam.

 

"Partisipasi luas masyarakat dalam pawai akbar al-Quds berpengaruh signifikan dalam menjaga isu Palestina dan membantu merealisasikan pembebasan Baitul Maqdis," ujarnya.

 

Dia menilai Hari al-Quds sebagai peluang berharga untuk mengevaluasi kembali kasus penjajahan rezim Zionis dan poros persatuan serta konvergensi Umat Islam.

 

"Saat ini, kondisi sensitif dan penting di kawasan terutama tentang isu Palestina sedang berlangsung," pungkasnya. (RA)