Lawatan Zarif ke Lebanon; Sebuah Langkah Menuju Penguatan Hubungan Bilateral dan Regional
Mohammad Javad Zarif, Menteri Luar Negeri Iran hari ini (Ahad, 10/02) bersama rombongan melakukan kunjungan ke Lebanon untuk melakukan pertemuan dan dialog dengan para pejabat negara ini.
Ini merupakan kunjungan pertama Menlu Zarif setelah terbentuknya kabinet pemerintah Lebanon yang dipimpin oleh Saad Hariri. Pemerintah baru Lebanon yang dipimpin Saad Hariri akhirnya terbentuk pada 31 Januari setelah sekitar 9 bulan melakukan lobi-lobi serius antara para faksi politik negara ini.
Kebijakan Republik Islam Iran adalah untuk memperkuat keseimbangan hubungan dengan semua negara di kawasan. Atas dasar ini, pada saat ini dan setelah terbentuknya pemerintahan baru, pertemuan dan pembicaraan tentang perkembangan regional adalah sangat penting. Lebanon dan arus perlawanan telah menjadi penghalang kuat dalam menghadapi rezim Zionis. Itu sebabnya Iran dan Lebanon memiliki musuh bersama.
Mengacu pada dukungan Iran untuk Hizbullah Lebanon, Kamal Kharazi, Ketua Dewan Strategis Hubungan Luar Negeri Republik Islam Iran mengatakan, "Iran mendukung Hizbullah karena memerangi penjajah dan karena dukungan ini yang menyebabkan pengusiran rezim Zionis dari Lebanon."
Rezim Zionis dan kelompok Takfiri adalah ancaman yang tidak hanya menarget Suriah dan Lebanon tetapi juga semua negara di kawasan dan dunia. Zionis Israel dengan memiliki sedikitnya 200 hulu ledak nuklir merupakan ancaman serius bagi kawasan ini. Bagian signifikan dari ancaman Israel adalah Lebanon sebagai titik fokus perlawanan. Namun Rakyat Lebanon telah menunjukkan bahwa dalam kondisi sulit mereka dapat melewati krisis internal dan ancaman dari Zionis Israel terhadap negara mereka dan dengan bantuan seluruh kelompok, faksi dan mazhab mereka bergerak untuk melakukan pembangunan, keamanan dan stabilitas.
Saat ini, rakyat Lebanon dengan rekonsiliasi nasional dan integrasi politik, sampai pada kesimpulan bahwa dengan persatuan dan kebulatan suara mereka dapat memiliki masa depan Lebanon. Indikator-indikator ini penting untuk Republik Islam Iran. Untuk alasan ini, kunjungan menteri luar negeri Iran ke Lebanon adalah sangat penting mengingat perkembangan penting di wilayah tersebut. Menurut para pengamat politik, aspek terpenting dari perjalanan itu adalah respons terhadap kebijakan menciptakan friksi yang ditebar Amerika Serikat dan Israel di kawasan.
Talal Atrissi, seorang analis strategis di Lebanon mengatakan:
"Tidak ada keraguan bahwa setelah kemenangan Revolusi Islam, Amerika Serikat menemukan masalah dengan peran konstruktif Iran di kawasan, terutama karena Iran berubah dari posisi setelah sebelumnya sebagai sekutu Amerika Serikat dan Zionis Israel sekarang menjadi musuh mereka. Masalah-masalah yang kita saksikan hari ini bukanlah hal baru. Trump ingin menunjukkan dirinya sebagai presiden yang kuat, dan karena dia tidak memiliki prestasi dalam pekerjaannya, ia tidak melihat cara lain selain ancaman Iran dan Hizbullah. Sekalipun demikian, ia tidak juga berhasil."
Dengan fakta-fakta ini, dapat dikatakan bahwa kunjungan menteri luar negeri Iran ke Lebanon memiliki signifikansi yang multidimensi. Iran memiliki pengalaman luas dalam bidang sains, teknis dan implementasi proyek-proyek pembangunan yang dapat dialihkan kepada negara-negara kawasan termasuk Lebanon. Diharapkan dari sejumlah pertemuan dan perundingan Zarif dan rombongan di Lebanon akan memperkuat hubungan antara kedua negara di bidang politik dan ekonomi serta kerja sama regional.