Menelisik Kerja Sama Militer Iran dan Oman
Pejabat tinggi keamanan Iran hari Sabtu (13/4) mengunjungi Muscat untuk menghadiri pertemuan ke-15 Komite Persahabatan Militer Iran dan Oman yang akan berlanjut hingga 19 April mendatang.
Delegasi militer Iran dipimpin Wakil Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Urusan Internasional, Ghadir Nezami.
Pertemuan ini penting digelar mengingat peran sentral laut dalam konteks ekonomi maritim dan tingginya penggunaan kapal dagang dan tanker di perairan Teluk Persia, Laut Oman dan Samudera HIndia, serta masalah penyediaan keamanan maritim dan upaya bersama untuk memperkuat keamanan di ketiga perairan strategis ini.
Kerjasama militer di tingkat regional menjadi salah satu upaya bersama untuk jaminan keamanan negara-negara di kawasan itu.
Iran memiliki kemampuan militer di tingkat strategis dan sepenuhnya siap untuk menghadapi semua jenis ancaman musuh. Di bidang angkatan laut, Iran memiliki kemampuan untuk menjaga keamanan Teluk Persia dan Laut Oman hingga Samudera Hindia yang menunjukkan perannya sebagai kekuatan aktif di kawasan.
Republik Islam Iran dianggap sebagai kekuatan regional aktif yang didasarkan pada beberapa variabel utama, termasuk kemampuan militer untuk pencegahan dan menjaga stabilitas dan keamanan. Fakta ini dapat dipahami sepenuhnya dalam kerangka bantuan para penasehat militer Iran terhadap pemerintah Irak dan Suriah dalam perang melawan kelompok teroris Daesh.
Kepala Koordinator Angkatan Bersenjata Iran, Laksamana Habibullah Sayyari menekankan bahwa doktrin pertahanan negaranya bersifat defensif. Sayyari mengatakan, Iran tidak pernah berniat untuk melanggar perbatasan dan kepentingan negara lain, tetapi jika diperlukan akan menunjukkan kekuatannya ketika ancaman menghadang.
Kemampuan militer ini menunjukkan bahwa Iran memiliki kapasitas yang dapat dipercaya untuk menjalin kerja sama militer dan keamanan dengan negara lain. Iran dan Oman sebagai dua negara yang memiliki posisi strategis di Selat Hormuz dengan tingkat interaksi yang tinggi.
Pertemuan intensif pejabat tinggi kedua negara di bidang militer dan keamanan terus berlanjut dengan intensitas tinggi demi kepentingan kedua pihak dan kawasan. Kedua pihak meyakini intervensi pihak asing terhadap masalah regional selalu menjadi salah satu tantangan keamanan regional selama ini.
Jim Walsh, seorang pakar masalah politik, mengatakan, "... Trump dengan berbagai statemennya mencoba memaksa Iran bereaksi tajam, sehingga dengan cara tersebut Iran akan dituduh menciptakan krisis di kawasan."
Padahal selama Ini kebijakan Iran selalu didasarkan pada kerja sama regional.
Dalam hal ini, geopolitik Selat Hormuz adalah salah satu faktor yang efektif dan stabil dalam hubungan antara Iran dan Oman. Dengan mempertimbangkan situasi sensitif tersebut, Tehran dan Muscat meyakini keamanan kawasan sebagai bagian penting dari keamanan mereka, oleh karena itu kerja sama semua pihak di kawasan saat ini lebih penting melebihi sebelumnya.
Dengan kata lain, kecenderungan menuju kerja sama militer dan persahabatan di tengah gencarnya tekanan Amerika Serikat dan ketegangan yang disulut Arab Saudi dalam konteks regional menunjukkan pemahaman tepat Tehran dan Muscat tentang perlunya kerja sama dan interaksi dua arah. Pertemuan periodik komite militer gabungan Iran dan Oman sebagai bagian dari upaya untuk mewujudkan tujuan tersebut.(PH)