Rouhani: Rakyat Iran Teguh Melawan Konspirasi Asing
Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani mengatakan lebih dari 40 tahun sejak kemenangan Revolusi Islam, Iran telah menunjukkan kekuatan dan kehebatannya di kawasan Timur Tengah yang sensitif, dan rakyat negara ini telah berdiri teguh melawan konspirasi asing.
Hal itu disampaikan Rouhani dalam upacara memperbarui ikrar kepada cita-cita Revolusi Islam di kompleks makam Pendiri Republik Islam Iran Imam Khomeini ra di Tehran, Sabtu (24/8/2019) pagi.
"Kami pasti akan membuat musuh frustasi melalui persatuan antara pemerintah dan rakyat dan melalui upaya dan perlawanan semua pejabat dan rakyat," kata Rouhani upacara ikrar kepada cita-cita Revolusi Islam menandari dimulainya Pekan Pemerintah, seperti dilansir Iranpress.
Dia menambahkan, tidak ada yang bisa membahayakan Republik Islam selama itu bergantung pada suara rakyat.
"Pada saat ini, menggunakan potensi generasi muda yang terdidik untuk manajemen negara adalah suatu keharusan," tegasnya.
Menurut Rouhani, kekecewaan dan keputusasaan musuh dan harapan rakyat akan masa depan adalah salah satu tujuan utama pemerintahannya.
"Pada tahun lalu, tekanan telah meningkat dan rakyat masih mengalami kesulitan, tetapi inflasi telah menurun dalam beberapa bulan terakhir. Terkadang, masalah disebabkan oleh kegagalan dan kadang-kadang oleh tindakan musuh," jelasnya.
Presiden Iran lebih lanjut menuturkan, kami telah melakukan semua upaya kami dalam interaksi yang konstruktif dengan dunia.
Usai berikrar janji kepada cita-cita Revolusi Islam di kompleks makam Imam Khomeini ra, Rouhani dan para menteri kabinetnya mengunjungi makam Presiden Iran Mohammad Ali Rajaei dan Perdana Menteri Mohammad Javad Bahonar, yang gugur syahid dalam serangan bom di Kantor Perdana Menteri pada 30 Agustus 1981.
Setiap tahun, satu minggu pada akhir Agustus yaitu tanggal 24-30 Agustus ditetapkan sebagai Pekan Pemerintah Iran untuk memperingati peristiwa tersebut. (RA)