Rabiei: Israel Unsur Pengganggu di Kawasan
https://parstoday.ir/id/news/iran-i74921-rabiei_israel_unsur_pengganggu_di_kawasan
Juru bicara pemerintah Republik Islam Iran, Ali Rabiei menyebut rezim Zionis Israel sebagai unsur pengganggu dan tak diinginkan di kawasan Asia Barat dan mengatakan, pandangan pemimpin Israel tidak penting bagi Iran dan keamanan Teluk Persia.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Okt 21, 2019 14:59 Asia/Jakarta

Juru bicara pemerintah Republik Islam Iran, Ali Rabiei menyebut rezim Zionis Israel sebagai unsur pengganggu dan tak diinginkan di kawasan Asia Barat dan mengatakan, pandangan pemimpin Israel tidak penting bagi Iran dan keamanan Teluk Persia.

Ali Rabiei Senin (21/10/2019) saat jumpa pers seraya mengisyaratkan sidang keamanan-maritim Manama di Bahrain yang digelar dengan dukungan Amerika dan partisipasi rezim Zionis Israel menambahkan, Iran mengingatkan sejumlah negara kawasan bahwa bagaimana kalian menginginkan partisipasi rezim yang mengobarkan instabilitas Teluk Persia untuk mengamankan kawasan.

Forum keamanan maritim digelar hari ini selama dua hari di Manama, Bahiran dan dihadiri delegasi dari Arab Saudi, Israel, Uni Emirat Arab, Kuwait dan Oman.

Seraya menjelaskan bahwa bagiamana sosok yang tidak berani mengenalkan dirinya akan mengambil keputusan terkait keamanan Teluk Persia, Rabiei menjelaskan, Israel sangat asing dengan kawasan Asia Barat, bahkan terpaksa mengirim delegasinya ke forum ini secara rahasia.

"Keamanan di Teluk Persia tidak mungkin terjalin tanpa partisipasi negara-negara kawasan dan Iran tidak dapat dihapus dalam menjamin keamanan kawasan," papar Rabiei.

Seraya memuji upaya pemerintah dan rakyat Irak dalam menyelenggarakan ritual Arbain Huseini dengan megah, Rabiei mengatakan, pawai akbar ini membawa pesan politik, budaya, agama dan sosial bagi kawasan dan dunia.

Jubir pemerintah Iran menjelaskan, Arbain sebuah peluang tepat supaya bangsa Iran dan Irak kembali menunjukkan dengan adil jalinan agama, sosial dan budayanya dan mengabaikan perbatasan geografi dan politik yang diterapkan penjajah sepanjang satu abad terakhir yang menjadi pemicu friksi etnis dan agama antar bangsa. (MF)