Diplomasi Regional; Misi Zarif di Muscat
https://parstoday.ir/id/news/iran-i76887-diplomasi_regional_misi_zarif_di_muscat
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Mohammad Javad Zarif dalam koridor lobi berkesinambungan di hubungan Iran dan Oman, Senin (23/12) bertemu dengan Yusuf bin Alawi di Muscat membahas isu-isu bilateral dan regional.
(last modified 2026-02-14T15:02:17+00:00 )
Des 24, 2019 21:05 Asia/Jakarta
  • Zarif dan Yusuf bin Alawi
    Zarif dan Yusuf bin Alawi

Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Mohammad Javad Zarif dalam koridor lobi berkesinambungan di hubungan Iran dan Oman, Senin (23/12) bertemu dengan Yusuf bin Alawi di Muscat membahas isu-isu bilateral dan regional.

Selama beberapa bulan lalu, petinggi Tehran dan Muscat saling kunjung. Di lawatan ini dibahas sejumlah isu di sektor ekonomi, politik dan isu regional serta dihasilkan sejumlah prestasi di berbagai sektor.

Sekaitan dengan ini, pertemuan kali ini yang digelar kurang dari satu bulan sejak kunjungan Menlu Oman Yusuf bin Alawi ke Tehran dinilai sangat penting. Iran dan Oman, dua negara yang terletak di Selat Hormuz. Dengan demikian Tehran dan Muscat menghendaki untuk menjaga stabilitas dan keamanan di kawasan ini. Dan sensitifitas ini harus dijadikan poin utama di hubungan regional.

Mengingat letak geografi dan sejarah, Oman memiliki hubungan istimewa dengan Iran. Di kondisi khusus, level hubungan ini dapat bermanfaat bagi lobi regional. Petinggi Oman memainkan peran di proses dialog nuklir dan terbentuknya kesepakatan JCPOA. Dan sesudahnya, Oman pun termasuk salah satu pihak lobi dan konsultasi Iran di isu-isu regional. Dengan demikian kedua petinggi kedua negara banyak melakukan kunjungan timbal balik.

Dialog ini penting dari dua sisi:

Dari sisi ekonomi, kapasitas ekonomi dan posisi strategis Iran sebagai mata rantai geografi selatan ke utara merupakan peluang besar bagi kerja sama ekonomi bilateral dan multilateral.

Menteri Perdagangan dan Industri Oman, Ali bin Masoud al Sunaidy saat membenarkan pandangan ini mengatakan, Oman melalui koridor utara-selatan dapat menjamin kebutuhan pangannya dan mengurangi ketergantungannya kepada sumber lain.

Mehdi Borhani, pengamat ekonomi seraya mengisyaratkan isu energi dan ekspor gas Iran ke Oman meyakini bahwa melalui produk olahan, nilai tambah dan ekspor kembali gas dari pelabuhan Salalah dan Sohar yang termasuk pelabuhan terpenting Oman, hubungan ekonomi Tehran-Muscat dapat ditingkatkan.

Sejatinya kesinambungan geografis Iran dan Oman di Selat Hormuz serta urgensitas geopolitik dan geostrategis kawasan telah membuka ufuk baru bagi kerja sama ekonomi antara Oman dan Asia Tengah melalui Iran.

Dari sisi keamanan di kawasan juga harus dinyatakan bahwa kunjungan timbal balik dan berbagai sidang bersama keamanan termasuk isu prioritas di kebijakan luar negeri Tehran dan Muscat. Menurut perspektif Iran, negara-negara kawasan harus memainkan peran dalam menjaga keamanan regional. Sekaitan dengan ini, Presiden Iran Hassan Rouhani menggulirkan inisiatif perdamaian Hormuz di sidang Majelis Umum PBB baru-baru ini.

Yusuf bin Alawi di kunjungannya ke Tehran pada 2 Desember lalu seraya menjelaskan bahwa Iran dan Oman memiliki pandangan kolektif di banyak isu regional dan internasional mengingatkan, inisiatif Iran terkait perdamaian di Selat Hormuz pastinya akan menguntungkan kerja sama semua pihak dan perluasan stabilitas dan keamanan negara-negara kawasan.

Kendala utama keamanan di kawasan adalah intervensi Ameirka yang terus meningkat dan langkah pengobaran tensi oleh negara-negara yang ingin meningkatkan tensi dan krisis di kawasan melalui pengobaran perang di Irak, Suriah, dan Yaman serta menebar kebijakan Iranophobia. Langkah seperti ini mempersulit pembentukan persatuan di tingkat internal regional.

Oleh karena itu, mengingat isu ini, kunjungan Zarif ke Oman dan lobi berkesinambungan diplomatik antara Tehran dan Muscat harus dinilai sebagai upaya strategis untuk mereduksi friksi politik di hubungan antara negara-negara kawasan di mana hal ini akan membantu untuk mempertahankan keamanan dan stabilitas seluruh negara regional. (MF)